“Kirana, Tunggu aku!” Perempuan itu cuma tertawa. Terus saja ia berlari menapaki garis pantai. Bercura dengan kecipak ombak seraya menggodaku. Sesekali ia menoleh, lantas kemudian berpaling kembali.
sekedar info aja. sebenarnya cerita ini masih ada lanjutannya. tapi berhubung media tempat aku mengirimkan karya ini hanya mensyaratkan maksimal 3 halaman. maka cerita ini aku cukupkan sampai di sini dengan beberapa perubahan.
semoga pembaca tidak kecewa...
Menemukan kembali korsase anggrek mungil berwarna ungu ini, mengingatkanku pada senja paling muram sepanjang hidupku. Matahari tampak terseok saat itu ... lanjut baca
Inilah sebuah sore; tanpa gerimis, tanpa solilokui. Hanya iring-iringan dan tangisan. Serta langit yang berwarna pudar. Kau sama sekali tak mengingink ... lanjut baca
The art of voodoo. Ruben menatap nanap buku dalam genggaman tangan yang tanpa disadarinya bergetar.
Ya tuhan! yuki?! Gadis dari keluarga Katolik ta ... lanjut baca
Inilah negeri ibuku,
Tempat sejuta nyanyian menggugus di setiap napas
Sesuci tartil, semurni tilawah
Mereka takkan terdengar indah sampai kau benar ... lanjut baca
Bukankah kau lebih aku dibanding diriku,
Seperti aku lebih kau ketimbang dirimu?
Tampaknya tak begitu
Dan katamu, harusnya tak seperti itu
Mungk ... lanjut baca
Pohon mangga depan rumahku. Terkurung di balik pagar
Kerdil, cuma bisa berbisik kecil
Merayu tetangga pekarangan seberang
Yang juga sepucuk pohon m ... lanjut baca
Dalam episode mimpimu. Yang paling kelam sekalipun
Bayangnya tak pernah punya ruang
Haruskah menyelinap?
Seperti bulan yang mencuri waktu tidurnya
... lanjut baca
Dalam bentuk apa pun
Aku dapat mendatangi kamarmu
Membacai dongeng
Berisi petuah tetua dulu
Aku coba menceritakan Jaka Tarub versiku
Di mana s ... lanjut baca
Kau tahu apa kata Schopenhauer tentang hidup? "Tak lebih sekedar samudera derita dan air mata." Menyedihkan.
Katamu, rasa sakit itu tengah kau rasa ... lanjut baca
Malam hari di kamar Bayu..
" Yu,kayaknya aku ga lama deh disini." ucapku pada Bayu.
" Lho emang mau kemana lagi Ri ?" tanya Bayu penasaran.
Aku ... lanjut baca
Aku memuja perempuan itu. Di hadapannya, jutaan katakataku lenyap terhisap ke kedalaman matanya, ribuan warnawarnaku hilang tertelan bening matanya. A ... lanjut baca
Apakah perempuan itu lemah dan terjajah? Mmmmm....It's a very tough question dan juga bisa menjadi diskusi yang teramat panjang. Ari, saya tidak perna ... lanjut baca
Apakah perempuan itu lemah dan terjajah? Mmmmm....It's a very tough question dan juga bisa menjadi diskusi yang teramat panjang. Ari, saya tidak perna ... lanjut baca
Pelayaranmu yang selalu meninggikan aroma garam.
Terlanjur menyala sebagai birahi, oh laut
Teluk dan ruas tanjung gemetar menanti asin
Kepada para ... lanjut baca
“Udah jam 12 nih…kok ga’ nelpon-nelpon sih?”
Setiap hari aku selalu nungguin telepon dari dia. Maklum tarif telepon tu kalo malem kan murah a ... lanjut baca
Ini malam aku belum pulang
Kakiku masih menapak pada beban
Tapi beban yang menyenangkan
Pengabdian kata orang-orang
Bagiku ini lebih dari kata o ... lanjut baca
Yang tahu hanya aku dan Tuhanku
Tuhanku tahu aku bertuhan
Tuhanku juga tahu aku memalsu
Dan Tuhanku pun tahu dari hal ragu
dari kerancuank ... lanjut baca
aku sebut itu amarah
aku bukan nabi yang disucikan dari segala sifat bumi,
aku bukan malaikat yang hanya punya satu sifat,
aku bukan seperti keb ... lanjut baca
ya aku tau sejak pertama kali kau membohongiku...
ya aku tau sejak pertama kali hanya sebuah bualan manis dari mulutmu
ya aku tau itu semua
sebua ... lanjut baca
sekedar info aja. sebenarnya cerita ini masih ada lanjutannya. tapi berhubung media tempat aku mengirimkan karya ini hanya mensyaratkan maksimal 3 halaman. maka cerita ini aku cukupkan sampai di sini dengan beberapa perubahan.
semoga pembaca tidak kecewa...
aku paling terkesan sama kata2,"... kau tercipta dari kegelisahanku. Itulah ayahmu. Kau terlahir dari rahim penantianku. Itulah ibumu...."
aku telat rupanya ngajuin nama, tadinya mau usulkan 'Jamilah' saja (hehehe) tapi kurasa nama itu tidak pas untuk cerita ini.
cerita ini cukup sampai di sini, Mil? gimana kalo dilanjutin?
terima kasih... telah mengingatkan aku pada apa yang hampir saja aku lupakan.
Kini aku tahu, aku memilikinya!
-_^
vamos..vamos..vamos..
Masih belum tertangkap makna sebenarnya. Mungkin harus menunggu lanjutannya
Yang pasti ceritanya begitu mengalir....
lanjut....
Rien suka...
Rien tunggu ya..
keep writin
bukan kirana yang diharap tapi asal muasalnya bagus juga