Mantu Pak Nasri (Balasan untuk cerpen BINGUNG milik Ratih)
Pak Nasri lega setelah menjual beberapa ekor ternak dan tanahnya. Kini ia mulai bisa membayangkan anak lelaki satu-satunya, si Usman menikah. Coba kalau yang jadi calon mantunya itu Fatimah, anak bu Laela si janda tua yang tinggal di kampung sebelah, mungkin dia tidak perlu bersusah payah. Cukup panggilkan Haji Jumadil sebagai penghulu, potong sapi seekor, kambing barang dua, beberapa karung beras dan janur kuning seadanya; maka jadilah pernikahan itu.
hmm, kolaborasi yang bagus. aku puas karena akhirnya si Jamil mengeksplorasi percakapan yg tidak diceritakan oleh Mbak Ratih di cerpen sebelumnya, yaitu percakapan antara 'teller' dan 'lelaki pembawa ember' di meja teller. Jamil memang pintar melihat celah. apa yg menurutku kurang di cerpen muasalnya, dijawabnya di sini.
iya kok Bang Jamil. Ceritanya bagus lagi.
lagian, selama aku baca, kayaknya aku ga nemuin salah ketik kok??? apa aku yang kecepetan bacanya.
tapi, overall, keren kok ceritanya. congratz deh buat Kak Ratih ama Bang Jamil!
Menemukan kembali korsase anggrek mungil berwarna ungu ini, mengingatkanku pada senja paling muram sepanjang hidupku. Matahari tampak terseok saat itu ... lanjut baca
Inilah sebuah sore; tanpa gerimis, tanpa solilokui. Hanya iring-iringan dan tangisan. Serta langit yang berwarna pudar. Kau sama sekali tak mengingink ... lanjut baca
The art of voodoo. Ruben menatap nanap buku dalam genggaman tangan yang tanpa disadarinya bergetar.
Ya tuhan! yuki?! Gadis dari keluarga Katolik ta ... lanjut baca
Inilah negeri ibuku,
Tempat sejuta nyanyian menggugus di setiap napas
Sesuci tartil, semurni tilawah
Mereka takkan terdengar indah sampai kau benar ... lanjut baca
Bukankah kau lebih aku dibanding diriku,
Seperti aku lebih kau ketimbang dirimu?
Tampaknya tak begitu
Dan katamu, harusnya tak seperti itu
Mungk ... lanjut baca
Pohon mangga depan rumahku. Terkurung di balik pagar
Kerdil, cuma bisa berbisik kecil
Merayu tetangga pekarangan seberang
Yang juga sepucuk pohon m ... lanjut baca
Dalam episode mimpimu. Yang paling kelam sekalipun
Bayangnya tak pernah punya ruang
Haruskah menyelinap?
Seperti bulan yang mencuri waktu tidurnya
... lanjut baca
Dalam bentuk apa pun
Aku dapat mendatangi kamarmu
Membacai dongeng
Berisi petuah tetua dulu
Aku coba menceritakan Jaka Tarub versiku
Di mana s ... lanjut baca
Kau tahu apa kata Schopenhauer tentang hidup? "Tak lebih sekedar samudera derita dan air mata." Menyedihkan.
Katamu, rasa sakit itu tengah kau rasa ... lanjut baca
Pak Nurkholis sedang kebingungan, setelah sholat subuh dia tertidur di musholah dengan posisi masih memegang tasbih. “aduh, koq bisa ketiduran sih, ... lanjut baca
Rumah putih yang sebelumnya lengang berpagar teh-tehan kini dijejali para tetangga. Ternyata para masyarakat juga mengalami hal yang sama dirumahnya. ... lanjut baca
Pagi ini begitu indah dengan awan putih berserakan di langit. Tidak seperti di Jakarta dimana gedung tinggi menghalangi pemandangan luasnya langit, di ... lanjut baca
Kayla menerima sambutan surpraise dari seluruh penghuni rumah nenek, karena ia muncul di sana secara tiba-tiba tanpa memberikan kabar terlebih dulu. S ... lanjut baca
Seberapa pentingkah ilustrasi pada cerpen di surat kabar? Cerpen yang bagus pantas memiliki ilustrasi yang bagus juga. Cerpen yang dibuat dengan sungg ... lanjut baca
ASAM
Orang datang ke bank untuk membuka rekening dengan membawa setumpuk uang tentu bukan hal yang aneh. Tapi lain halnya bila orang itu menyimpan ... lanjut baca
Sebuah pusat perbelanjaan, usai salat Isya. Sonia menyeret Ilyas ke sebuah toko perhiasan. Setelah hampir tiga puluh menit terlantar, Sonia datang men ... lanjut baca
“Ada masalah, Nina?”, tanya professor Max suatu sore saat Nina datang ke rumahnya. Anak lelakinya datang dari Sydney dan Profesor Max mengundang t ... lanjut baca
Wow kenapa motor butut itu bisa mendahului motor Bono, yang jelas-jelas lebih bagus. Pasti ada yang salah dengan motor Bono. Kenapa ya, padahal aku su ... lanjut baca
bener tuh, kata yg lain... kalo yang ini namanya ancur... yang leburnya gmn?
berarti ada yg dibalik: kalo cerita yg baguuuus bgt dibilang ancur lebur, kalo cerita yg jeleeek banget dibilang terlalu bagus!
hehe...
_*_PoeTry~4u_*_
ide alur cerita ini udah sering banget ditulis orang...kaya sinetron dan gampang ditebak...tapi susunan cerita yang nggak jelimet, bikin enak bacanya.
ckck...cerita ini jadi hidup banget. saling melengkapi dengan cerita aslinya
Elo bener-bener gila! Gue suka banget, jadi idup banget. Terpaksa cuma bisa kasih angka 10 karena udah mentok. Sangat segar dan bernas!!!
kata 'ancur'--> melanggar kode etik penulis narsis, Mil!!!
hmm, kolaborasi yang bagus. aku puas karena akhirnya si Jamil mengeksplorasi percakapan yg tidak diceritakan oleh Mbak Ratih di cerpen sebelumnya, yaitu percakapan antara 'teller' dan 'lelaki pembawa ember' di meja teller. Jamil memang pintar melihat celah. apa yg menurutku kurang di cerpen muasalnya, dijawabnya di sini.
..ancur itu.. diaduk2 ceritanya kah?
iya kok Bang Jamil. Ceritanya bagus lagi.
lagian, selama aku baca, kayaknya aku ga nemuin salah ketik kok??? apa aku yang kecepetan bacanya.
tapi, overall, keren kok ceritanya. congratz deh buat Kak Ratih ama Bang Jamil!
klo ini dibilang ancur gmana yg bagus ya om??
keren2..
nuansanya sunda-nya kental yah. padahal aku bukan orang sunda ataupun pernah menginjakkan kaki di jawa barat.
kalau temen orang sunda sih banyak.
buat teman2yang sudah merating dan kasih comment, thx berat for the appreciation!
terkhusus mas KD: aku belum baca draft kode etik penulis narsis. nanti kirimkan selengkapnya di email-ku ya: jamil_djimar@yahoo.co.id.
saya tunggu lo.