Sejak dalam kandungan, Rano seakan telah memiliki ikatan misterius dengan sebatang pohon jati di belakang rumahku. Bermula ketika pada suatu malam, ayah bermimpi didatangi seorang kakek berpakaian serba gelap –yang menurut pengakuan ayah, amat mirip dengan almarhum buyutku. Kakek itu berkata bahwa segala permintaan ayah akan dipenuhinya asal dengan satu syarat: ayah mau menanam sesuatu pada sepetak tanah di belakang rumah kami.
idenya menarik deh. apalagi di bagian akhir dan awal, membuat cerpennya jadi enak dimulai dan enak dibaca akhirnya.. sedangkan di tengah, cukup padat dan tidak bertele-tele walau agak draggy sedikit..
jarang jarang baca cerpen pas otak masih fresh.
baru bangun tidur nyamperin K.com.
biasanya sih siang, otak dah dipenuhi debu debu jalan.
pagi ini disuguhi cerpen begini... enak bangett mbacanya, entah karna cerpennya ato mang karna otak lagi fresh ya?? cerpen yang lancar... jaya... tidak sempat aku memalingkan muka dr cerpen ini sampai endingnya.
cerpen2mu selalu membuatku menerawang jauh. tapi aku suka. siapa yg bisa menyalahkan kalau salah satu cerpenmu masuk seleksi dalam KUMCER-nya kemudianers kelak, Mil? adakah yg akan curiga kalau akan kamu memilih cerpenmu sendiri? kalaupun iya, aku merestui. tapi aku saja yg pilih yg, Mil. hihihihi.
Menemukan kembali korsase anggrek mungil berwarna ungu ini, mengingatkanku pada senja paling muram sepanjang hidupku. Matahari tampak terseok saat itu ... lanjut baca
Inilah sebuah sore; tanpa gerimis, tanpa solilokui. Hanya iring-iringan dan tangisan. Serta langit yang berwarna pudar. Kau sama sekali tak mengingink ... lanjut baca
The art of voodoo. Ruben menatap nanap buku dalam genggaman tangan yang tanpa disadarinya bergetar.
Ya tuhan! yuki?! Gadis dari keluarga Katolik ta ... lanjut baca
Inilah negeri ibuku,
Tempat sejuta nyanyian menggugus di setiap napas
Sesuci tartil, semurni tilawah
Mereka takkan terdengar indah sampai kau benar ... lanjut baca
Bukankah kau lebih aku dibanding diriku,
Seperti aku lebih kau ketimbang dirimu?
Tampaknya tak begitu
Dan katamu, harusnya tak seperti itu
Mungk ... lanjut baca
Pohon mangga depan rumahku. Terkurung di balik pagar
Kerdil, cuma bisa berbisik kecil
Merayu tetangga pekarangan seberang
Yang juga sepucuk pohon m ... lanjut baca
Dalam episode mimpimu. Yang paling kelam sekalipun
Bayangnya tak pernah punya ruang
Haruskah menyelinap?
Seperti bulan yang mencuri waktu tidurnya
... lanjut baca
Dalam bentuk apa pun
Aku dapat mendatangi kamarmu
Membacai dongeng
Berisi petuah tetua dulu
Aku coba menceritakan Jaka Tarub versiku
Di mana s ... lanjut baca
Kau tahu apa kata Schopenhauer tentang hidup? "Tak lebih sekedar samudera derita dan air mata." Menyedihkan.
Katamu, rasa sakit itu tengah kau rasa ... lanjut baca
Ia berjalan dari danau. Air bertetesan dari gaunnya yang putih keperakkan.Di rambut emasnya, rembulan berkilauan. Matanya sehijau gelap danau Marmar.B ... lanjut baca
Di suatu siang yang cerah dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi, sebuah percakapan dua orang iseng dimulai.
A : Siang-siang gini emang paling ... lanjut baca
Di suatu siang yang cerah dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi, dalam perjalanan pulang setelah kuliah dua orang mahasiswa bego terlibat dalam seb ... lanjut baca
Sukirno adalah seorang Tukang Parkir. Bukan karena tak punya kemampuan apa-apa untuk menjadi seseorang yang lebih hebat. Tapi mungkin karena ia tak di ... lanjut baca
diatas sebatang kayu jati
terukir kisah cinta abadi
yang terbang bersama rayap dan serat mati
di hadapan kanvas bersih suci
terlukis cinta tiada ... lanjut baca
Baru beberapa pekan ini, Avi dan Dewi berkenalan. Namun, sejak pertemuan pertama, mereka sudah larut bersama. Keduanya bak dijodohkan sejak dalam kand ... lanjut baca
Hujan masih mengguyur kota Bandung. Masih saja begini cuaca kota ini. Langit masih hitam mendung, udara masih dingin dan basah, hujan tetap saja turun ... lanjut baca
“TIDAAAK!!!”
Putra terbangun dari tidurnya. Jantungnya berdegub kencang, nafasnya terengah-engah dan kedua matanya terbuka lebar. Didapatinya d ... lanjut baca
Nggak ngerti…aku nggak ngerti dan N.G.G.A.K pernah bisa ngerti kenapa
Kenapa slalu aja ada kerikil tajam antara aku dengan orang yang bener2 aku ... lanjut baca
ending yang bermutu..sipp lah
bikin penasaran endingnya gimana... TOP guys..
idenya menarik deh. apalagi di bagian akhir dan awal, membuat cerpennya jadi enak dimulai dan enak dibaca akhirnya.. sedangkan di tengah, cukup padat dan tidak bertele-tele walau agak draggy sedikit..
sekarang jadi tembus 100...
...ini masuk wilayah lo...
pas 100 kan???
he^^
Bikin penasaran. Ada apa dengan Rano? Maksa gw buat baca ampe abis.
aku lebih memilih 'muhyidin si pemakan sampah'
jarang jarang baca cerpen pas otak masih fresh.
baru bangun tidur nyamperin K.com.
biasanya sih siang, otak dah dipenuhi debu debu jalan.
pagi ini disuguhi cerpen begini... enak bangett mbacanya, entah karna cerpennya ato mang karna otak lagi fresh ya?? cerpen yang lancar... jaya... tidak sempat aku memalingkan muka dr cerpen ini sampai endingnya.
nis pasti masuk kandidat jooo
cerpen2mu selalu membuatku menerawang jauh. tapi aku suka. siapa yg bisa menyalahkan kalau salah satu cerpenmu masuk seleksi dalam KUMCER-nya kemudianers kelak, Mil? adakah yg akan curiga kalau akan kamu memilih cerpenmu sendiri? kalaupun iya, aku merestui. tapi aku saja yg pilih yg, Mil. hihihihi.