Entah bagaimana menceritakannya. Meski terdengar aneh, tapi benar-benar ada pantai dalam kamarku. Benar, pantai yang memiliki pasir, karang, ombak, pohon-pohon kelapa dan sekelompok burung camar yang datang dari arah cakrawala; ditambah matahari yang hanya dapat terlihat di kala terbitnya saja. Bukan sekedar gambar pantai penghias dinding.
tulisan kamu bisa ngebawa aku ikutan berada dipantai kamu pluz saat kamu dibawa terbang si camar..
kamu ngebangunin imajinasiku bersamaan pas aku ngebca nya...
mil, imajinasimu luar biasa. sayang aku blm pernah baca cerpen yg kamu sebut2 itu. jadinya belum bisa membandingkan keduanya. tapi sekiranya pun idenya sama, gaya berceritamu pasti berbeda kan? ini cerita yg hebat. btw, ini mengingatkanku pada sebuah cerpen karya SGA yg pernah kubaca, tentang sebuah cermin di dlm kamar seorang anak perempuan yg bisa membawanya ke dunia lain. aku lupa judulnya.
Aku pernah membaca tulisan seperti ini,maksudku jenisnya.dimana dunia nyata dan dunia maya bersatu.
Menurutku: Tapi kurang Ngeh gitu.
Setuju sama fortherose.
Tukik (Makluk kecil yang lucu)
I Miss U pantai.Jamil pernah dengar pulau Derawan ngga ?.Main-main ke east borneo.Kan dekat tuh sama makassar.
wah saya curiga nih, Cai sama Rien mungkin tidak membaca cerpen ini sampai habis. soalnya komentarnya cuma tentang pantainya semua. tidak ada satupun yang menyinggung soal endingnya.
dibaca sampai habis ya!
brown : ya, SGA juga salah satu pengarang favoritku. cerpen2nya banyak yang jadi sumber inpirasi. kalau doni anggoro aku suka dalam kekuatan memainkan endingnya. jadinya bisa dikatakan aku dapat pengaruh dari keduanya. ditambah sedikit bau-baunya gabriel garcia marquez. dan jadilah seperti ini, hehehe. sekarang coba banting setir lebih realis lagi. tapi tetap saja ending-endingnya pasti bermodel absurd. susah bikin cerpen realis yang tidak dangdutan bo!
nb : ya deh ponakan2 ku.
Rien : sebenarnya membaca cerpenku gak perlu mengerutkan dahi. walaupun absurd dan surrealis kamu nikmati saja. bawa dalam alam fantasi. kamu akan menemukan kesenangannya. cerpen yang aku suka ya yang begitu-begitu itu. yang suka berimajinasi sebebas-bebasnya. tidak terikat ruang, waktu atau kewajaran apapun.
mila : selera orang beda-beda mil. tapi senang juga rasanya membuat pembaca saya bingung. pulau derawan? menarik juga. saya dulu hampir ke kapoposan. pernah dengar gak?
adrian : untuk saya, cerpen ini sudah sampai ending. tapi kalau adrian ingin menyambungnya ya silahkan. soal bagaimana nasibnya si 'aku' bukan saya yang menentukan tapi pembaca. silahkan melambungkan angan-anganmu setinggi mungkin. saya tidak berhak membatasi.
-Oom jamil adiknya itu juga jadi tukik ya si gembul..? kok bisa..? Maaf Rienkan agak eror..wakakakakak.. apalagi cerpennya oom Jamil berat2 seh.
-Oom jamil keren loh..
Rien diajarin dong..
bagaimana bisa seperti oom jamil ya???
Rien mikir mode on
Menemukan kembali korsase anggrek mungil berwarna ungu ini, mengingatkanku pada senja paling muram sepanjang hidupku. Matahari tampak terseok saat itu ... lanjut baca
Inilah sebuah sore; tanpa gerimis, tanpa solilokui. Hanya iring-iringan dan tangisan. Serta langit yang berwarna pudar. Kau sama sekali tak mengingink ... lanjut baca
The art of voodoo. Ruben menatap nanap buku dalam genggaman tangan yang tanpa disadarinya bergetar.
Ya tuhan! yuki?! Gadis dari keluarga Katolik ta ... lanjut baca
Inilah negeri ibuku,
Tempat sejuta nyanyian menggugus di setiap napas
Sesuci tartil, semurni tilawah
Mereka takkan terdengar indah sampai kau benar ... lanjut baca
Bukankah kau lebih aku dibanding diriku,
Seperti aku lebih kau ketimbang dirimu?
Tampaknya tak begitu
Dan katamu, harusnya tak seperti itu
Mungk ... lanjut baca
Pohon mangga depan rumahku. Terkurung di balik pagar
Kerdil, cuma bisa berbisik kecil
Merayu tetangga pekarangan seberang
Yang juga sepucuk pohon m ... lanjut baca
Dalam episode mimpimu. Yang paling kelam sekalipun
Bayangnya tak pernah punya ruang
Haruskah menyelinap?
Seperti bulan yang mencuri waktu tidurnya
... lanjut baca
Dalam bentuk apa pun
Aku dapat mendatangi kamarmu
Membacai dongeng
Berisi petuah tetua dulu
Aku coba menceritakan Jaka Tarub versiku
Di mana s ... lanjut baca
Kau tahu apa kata Schopenhauer tentang hidup? "Tak lebih sekedar samudera derita dan air mata." Menyedihkan.
Katamu, rasa sakit itu tengah kau rasa ... lanjut baca
Beberapa waktu lalu saya coba mengangkat masalah plagiat dalam forum belajar nulis. atensi yang saya dapat lumayan. saya mengukurnya bukan dari kuanti ... lanjut baca
Makan malamnya enak sekali. Selain masakannya memang menggoyang lidah, suasana restorannya pun sangat nyaman. Bahkan ada pemain akordion yang bisa mem ... lanjut baca
Nuri
Aku sedang berada di jalan pulang waktu itu. Aku lagi melamun tentang omongan-omongan Rani siangnya di sekolah. Dia menyuruh aku mencari naska ... lanjut baca
Hari ini Liverpool kalah.
Sudah lewat jam empat pagi. Gubuk Kopi masih ramai oleh sorak-sorai orang-orang dengan kaos AC Milan yang ada hampir di s ... lanjut baca
Pagi menjelang. Luna terbangun dari tidur lelapnya. Ia berusaha membiarkan matanya terbuka sendiri, melebar hingga akhirnya terbuka sepenuhnya. Membua ... lanjut baca
Troy menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sinar matahari yang terik dan bersinar terang di atas kepalanya sama sekali tidak membantu. Tekanan darahn ... lanjut baca
Sudah seharian penuh aku dan Aya berkeliling kota Jakarta, memasuki hampir seluruh panti asuhan yang kami temukan. Seluruh pelosok Jakarta telah kami ... lanjut baca
Gerok
....................
Aku muncul di pekuburan itu dalam bentuk wanita cantik dengan gaun putih.
Beberapa manusia berada disana. Dua dianta ... lanjut baca
Pernah kebayang bisa jadi putri di Istana besar, megah nan mewah?
Kalo cuma ngebayangin pasti pernah dong, tapi gimana kalo itu semua jadi kenyataan ... lanjut baca
beneran terkejut pas baca endingnya... ndak nyangka...
tulisan kamu bisa ngebawa aku ikutan berada dipantai kamu pluz saat kamu dibawa terbang si camar..
kamu ngebangunin imajinasiku bersamaan pas aku ngebca nya...
cerita ini panjang? ga kerasa tuh...luar biasa imajinasinya...keren...
gak pengin mencoba sesuatu yang beda , Mil? CObalah gaya tulisanku!
mil, imajinasimu luar biasa. sayang aku blm pernah baca cerpen yg kamu sebut2 itu. jadinya belum bisa membandingkan keduanya. tapi sekiranya pun idenya sama, gaya berceritamu pasti berbeda kan? ini cerita yg hebat. btw, ini mengingatkanku pada sebuah cerpen karya SGA yg pernah kubaca, tentang sebuah cermin di dlm kamar seorang anak perempuan yg bisa membawanya ke dunia lain. aku lupa judulnya.
saya mau komentar tentang endingnya. Kok kayaknya belum selesai ya? Terus gimana nasib si "aku" tadi?
BTW, ceritanya bagus.
Aku pernah membaca tulisan seperti ini,maksudku jenisnya.dimana dunia nyata dan dunia maya bersatu.
Menurutku: Tapi kurang Ngeh gitu.
Setuju sama fortherose.
Tukik (Makluk kecil yang lucu)
I Miss U pantai.Jamil pernah dengar pulau Derawan ngga ?.Main-main ke east borneo.Kan dekat tuh sama makassar.
wah saya curiga nih, Cai sama Rien mungkin tidak membaca cerpen ini sampai habis. soalnya komentarnya cuma tentang pantainya semua. tidak ada satupun yang menyinggung soal endingnya.
dibaca sampai habis ya!
brown : ya, SGA juga salah satu pengarang favoritku. cerpen2nya banyak yang jadi sumber inpirasi. kalau doni anggoro aku suka dalam kekuatan memainkan endingnya. jadinya bisa dikatakan aku dapat pengaruh dari keduanya. ditambah sedikit bau-baunya gabriel garcia marquez. dan jadilah seperti ini, hehehe. sekarang coba banting setir lebih realis lagi. tapi tetap saja ending-endingnya pasti bermodel absurd. susah bikin cerpen realis yang tidak dangdutan bo!
nb : ya deh ponakan2 ku.
Rien : sebenarnya membaca cerpenku gak perlu mengerutkan dahi. walaupun absurd dan surrealis kamu nikmati saja. bawa dalam alam fantasi. kamu akan menemukan kesenangannya. cerpen yang aku suka ya yang begitu-begitu itu. yang suka berimajinasi sebebas-bebasnya. tidak terikat ruang, waktu atau kewajaran apapun.
mila : selera orang beda-beda mil. tapi senang juga rasanya membuat pembaca saya bingung. pulau derawan? menarik juga. saya dulu hampir ke kapoposan. pernah dengar gak?
adrian : untuk saya, cerpen ini sudah sampai ending. tapi kalau adrian ingin menyambungnya ya silahkan. soal bagaimana nasibnya si 'aku' bukan saya yang menentukan tapi pembaca. silahkan melambungkan angan-anganmu setinggi mungkin. saya tidak berhak membatasi.
membuatku lepas dari kesempitan kamarku. om jamil memang pandai membangkitkan inspirasi.
-Oom jamil adiknya itu juga jadi tukik ya si gembul..? kok bisa..? Maaf Rienkan agak eror..wakakakakak.. apalagi cerpennya oom Jamil berat2 seh.
-Oom jamil keren loh..
Rien diajarin dong..
bagaimana bisa seperti oom jamil ya???
Rien mikir mode on