Padang mahsyar yang begitu luas dihuni oleh manusia berjuta-juta. Tidak ada lagi pagi,siang maupun malam. Matahari begitu dekat di atas kepala.
Lurah Sastra yang sedang mengantri di hisab, teramat yakin dengan apa yang ada dibenaknya, bahwa ia akan masuk surga dengan mulus. Tetapi anehnya tak tercium sedikitpun bau surga itu.
Ia memandang dengan setengah mengejek ketika ada yang divonis masuk neraka.Dan ia pun tersenyum manis ketika ada yang masuk surga, seolah-olah ia berkata 'Tunggu aku sebentar lagi akan menyusulmu, teman'.
Rintik hujan meramaikan malam yang syahdu. Debu mengendap. Angin mendesir berkeluh pada awan yang nampak lusuh, parasnya pilu. Bias pun nampak di waja ... lanjut baca
ilalang menghadang
seorang ibu mendekati bibir pantai
dari seberang suasana hening
membisu..
beberapa tembakan mendesing di udara
memecah langi ... lanjut baca
Setiap namamu adalah arteri
Setiap suaramu adalah jamrud
Setiap ringkikan tawamu adalah sekat.
Kepiawaianmu bicara adalah sembilu
Marahmu menjad ... lanjut baca
Seperti sketsa yang membangkang alur diagram.
Seperti arca yang mulai retak.
Seperti norma yang merenggat diantara fiber.
Seperti alunan dari penya ... lanjut baca
Samar suara dalam lorong.
Riak tetapi bukan air, memercikan diri seperti episode talbo.
Mengalir menjadi maulhayat
Terus menyusuri kacapuri, memb ... lanjut baca
serrrrr......si Torres lari.
menukik, menusuk, kadang jatuh manja
crossing David Silva merobek pertahanan Panser
aku hampir pingsan......gak jadi.
... lanjut baca
Senyumnya hambar
Aku makin berkobar.
Tatapannya sinis
Aku tak menangis.
Lihat kantongku kosong
Ia sedikit bengong.
Masa tak berasa
Aku tak ... lanjut baca
Ku bermimpi....
Ku duduk di atas rerumputan
Di atas lapang hijau yang luas
Dan angin berhembus seakan membelai diri ini
Matahari begitu hangat s ... lanjut baca
adalah engkau yang menyayangiku,
sebagaimana aku menyayangimu,
namun rasa itu harus berhenti pada batas waktu..
adalah engkau rindu pelukku,
sel ... lanjut baca
Ketika itu aku baru saja tertidur sehabis menghabiskan malam dengan bersenda gurau dengan keluargaku, hal yang selalu kami lakukan sebagai pengantar t ... lanjut baca
Kudobrak pintu surga dengan kakiku. Bidadari dan peri peri kecil berhamburan
melihat aku mengiris dada mengeluarkan hatiku yang benar benar hitam leg ... lanjut baca
Debu-debu cahaya bertebaran di Gizmoa. Tak banyak dan hanya terlihat sesaat, tapi ada. Pemilik debu itu, seorang peri mungil, berlarian ke semua penj ... lanjut baca
Seorang gadis muda belia yang kira-kira berumur 16 tahun membaca sebuah majalah lokal Australia yang total keseluruhan isinya menggunakan bahasa Inggr ... lanjut baca
Invasi
Nu duduk di pinggir sumur yang ada di dekat tenda wanita gipsi itu. Ia menggigil apabila mengingat lagi apa yang dikatakan si wanita tadi. N ... lanjut baca
Chapter One
Welcome to Suncu Village
Nampak sebuah pohon besar di tengah-tengah padang rumput yang cukup luas di pinggiran desa Suncu. Angin men ... lanjut baca
Dua orang gadis tengah berada di depan sebuah rumah ketika hari mulai gelap. Dalam penerangan lampu serambi depan rumah, salah satu dari mereka, yang ... lanjut baca
Chapter Two: Trapness
Dimana ini?
Aku terbangun dan berdiri. Di sekitarku terbentang padang rumput yang sangat luas. Bunga liar yang bermekara ... lanjut baca
Cerita yang unik, langka, dan menarik.
Terimakasih pelajarannya...
Subhanallah..
bagus banget:)
pelajaran buat kita semua
Bagus banget....