aku mengingat saat embun menjadi api
aku mencatat berapa perawan dibuntingi
aku melihat yang kemarin hidup pagi ini mati
aku menyimpan tragedi dalam puisi
seorang anak kehilangan emak
seorang emak menggugurkan anak
seorang janda beranak tanpa bapak
seorang bapak membunuh anak
aku menyimpan tragedi dalam puisi
puisi yang dipinggirkan oleh dunia dimana bapak bapak dan ibu ibu tak punya lagi dongeng untuk anaknya. puisi yang hilang dalam memori orang orang muda bergaji tinggi. puisi yang tak pernah hidup diantara hidup pejabat pencari kursi
puisi yang jalang mengumbar selangkang, yang koma di celah celah sepi. puisi yang mati saat aku mati
tapi aku telah menyimpan tragedi ini dalam puisi
Rating
227
points
Views: 55 reads
Comments: 29
Rating:
Comments: 29
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
meuni keren atuh !
great.. =D>
=D> Ma...nyusss
Meski "aku" nya agak mengganggu
Secara keseluruhan aku bisa menikmati puisimu ini
Salam persobatan Yovan Wisnu
mantabh!
perfect.
=D> =D> =D>
sangat lugas dan jujur....
kritik pedas...potret kehidupan yang kadang kita gak sadari
hehehe maap deh kalo pindut sok tau yak....
Wahh.. Tragisss...
what a tragedy...
Salam.
Sederhana, namun komposisimu sangat tepat dan kuat.
Hmm.. bagus.. =D>