sudah dini hari, tapi belum mau juga ia kuantar pulang
"pengen kemana lagi?"
"pasupati..."
berdua, di jalan layang dua kilometer, pukul dua pagi
ditemani lampu temaram,
disisi sembilan belas tiang yang menyokong lima belas juta kilogram beban jalan
di jembatan layang senilai empat ratus tiga puluh tujuh milyar itu kami menepi
dan akhirnya tersenyum,
mungkin gara-gara khayalnya tentang cinta,
dengan memainkan jemari, sambil menunjuk horizon dia bertanya
"bandung indah ya?"
sebelum menjawab, kutanya dulu pada purnama yang memayungi kami sedari tadi
walau sejauh seratus ribu kilometer plus satu sekon cahaya,
dapat terdengar keluhnya
"hei pemuda, ada enam ratus pohon besar mati, ratusan rumah tergusur ke cisaranten kulon, lima puluh enam hektar tanah terjebol, seribu dua ratus hari terbuang demi jembatan kabel yang mengkompensasi lima menit pasteur-surapati"
aku tersadar, tak mungkin bulan berdusta, tapi bagaimana menyampaikannya?
kepadanya, seraya menggangguk, dalam aku lirih menjawab
"iya"
dibawah, rumah kumuh tiga kali tiga tanpa kakus akrab bercengkrama
dengan bohlam kusam belasan watt, tak lelah memancarkan kemiskinan
memberikan keindahan pada mata pasangan muda ditepi jembatan layang
yang ada diatasnya, yang menangkar cinta, memelihara lupa
"bandung indah ya?"
Rating
Comments: 8
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
hidup adalh sentuhan, itulah makna, komen juga di saved of bulled rain
ampuh jez
diksi yang mantep nech
: yang menangkar cinta
bisa dipinjamkan ta ?
usul nech :
klo dah tulis pak, gak pake Man
man itu berarti paman
paman Atek ato man Atek
bukan pak Man Atek
TQ.
wow..
permainan data yang mencengangkan! speechless ah..
udah nonjok nendang masih nyikut lagi...
seneng aku liat puisi yang berbeda seperti ini, diksi yang digunakan dg berbagai data yang disajikan kuat.
sayangnya kalau aku sering bermain dg rasi bintang, padahal masih banyak data akurat yang bisa aku gunakan
suwun mas, dg begini aku bisa lbh belajar
salam kenal aja wis
permainan satire dalam percakapan dalam kepala sang aku..
fakta dan data dalam angka yg biasanya 'kering' bisa kaumainkan jadi ironi, meski aku lebih memilih meng-angka-kan dari pada menulis sebagai kata, biar lebih lgsg terlihat bandingannya..
Assalamualaikum?
puisi yang panjang
gue kangen bandungggggggggggggggggggg!!!