Hilang tepat disudut tak nyanaku

147
points
"

orang masih rapat bulanan kok malah bikin puisi..
mana kerjaan belum selesai juga..
duh... gimana sih....

"

seorang lelaki menyimpan banyak musim di dadanya
ia nikmati kemarau ketika dedaun kuning berkejaran dengan angin
ia nikmati hujan ketika bebutir bening membuatnya kuyup dan gigil.
selalu saja ia nikmati debar menjantung
dengan nada-nada tak berujung

ingin kucuri tahu tak cuma tentang keteduhan
tapi juga kekosongan-kekosongan, peta-peta tak terselesaikan
mimpi telah tanpa sengaja tertafsir sebagai tanda
ingin kucuri inti yang paling inti segala utuh segala seluruh

pernahkah kau tahu betapa aku rela bersetubuh
dengan kegilaan- kegilaan liar tanpa peduli
apakah pertemuan dua waktu
akan melahirkan keputusasaan atau kebahagiaan
pernahkah kau tahu?
pernahkah kau mau tahu?

sudahlah...
seharusnya semua sudah selesai dari tadi
sebelum kelebat-kelebat itu kuanggap halusinasi akibat loncatan-loncatan listrik di kepalaku
sebelum kejungkirbalikan ini mengkambinghitamkan virus yang belum terdefinisi
biarlah aku disini dengan kunang-kunang yang jatuh dari bola mata itu
yang jatuh tepat di muara tanyaku dan hilang tepat di sudut tak nyanaku

Your rating: None Average: 9.2 (16 votes)
dikirim langit_septa 12 minggu 1 hari yang lalu
Tag: