duh... kenapa kakiku ini susah untuk aku tegakkan...
puisi ini gak seperti biasanya yang terkadang bikin gak mudeng hi..hi...
dihajar saja biar kapok....
"sekilas bayang memulas langit dengan biru hatinya
sambil sesekali berujar tentang kehilangan sebuah danau
tempatnya melarung sampan kala sepi
mengail tenaga kala hilang daya
hingga menumpahkan derai kala takut melanda
adakah engkau di situ, ketika gelap memulangkan masing masing kita
ke wilayah ambang batas ketidak sadaran bernama lelap
senandungkan kinanti pengantar tidur
jarum kegamanganpun terselip dalam hafalan naskah
melatih nirmana garis dan arsir pada kapita selekta jagad rasa
bukankah pernah kita buat sesak paruparu oleh warna
kita bungkam angin hingga tak sanggup menghembus wangi
bukankah kita pernah berkaca mencari nama yang sama
entah pada bab mana titik ditujahkan karena koma tak bisa memakna kalimat
tak sempat terukur berapa tinggi pasang pernah meluapkan serpihan getar di dada
karena kita tak cukup sabar merangkum ketaksempurnaan sebagai bekal
dinda...
tikam saja rasa yang tak sempat kukibar dengan airmata
biarkan ia kehilangan sahaja
meski sedemikian di ruang dadaku
ia adalah nyawa
Tag:







