desember awal aku mengenalnya. kulihat dia biasa saja seperti laki-laki yang biasa kutemui. tak kenal maka tak sayang, pepatah itu memang benar, rutinitas pertemuan yang sering tak membuat kami bertegur sapa. sampai suatu hari, aku bercanda dengan salah satu temanku, dan membisikkan ketelinga sahabatku bahwa laki-laki yang selalu bersamaku itu amat sangat menyebalkan. kukatakan pada sahabatku, wajah laki-laki itu amat sangat asam, mungkin kalau aku kasih gula satu ton takkan membuat nya menjadi manis.
ternyata sahabatku tampa sepengetaguanku, memberitahu laki-laki yang amat aku benci itu dengan mengatakan bahwa,aku suka memperhatikan nya dan kagum dengan sosok nya. laki-laki itu lalu menilaiku dan mulai mencari tahu tentang diriku tanpa sepengetahuanku, sampai waktu mempertemukan aku dan dia dalam suatu acara dikampuzku.
dia yang datang kekampuzku, sebagai pembicara tentang persatuan mahasiswa indonesia. menghilang dalam momen itu dan pembicara digantikan oleh sahabatnya, jelas itu membuat aku menilai ia orang yang tak bertanggung jawab, ku duduk sendiri didepan taman ditemani angin dan sambutan tarian gerimis yang menari-nari di kepalaku. kumenikmatinya, pikirku lebih baik diluar bersama hujan daripada memdengarkan ocehan-ocehan mahasiswa yang senang perang.
tiba-tiba tarian gerimis menghilang. datang sosok bayangan hitam membawa keteduhan. tersentak aku sesaat.
"hai, sedang apa kamu disini?"
sebelum kumenjawab pertanyaan laki-laki itu, aku tak percaya dengan penglihatanku saat ini. ya...dia laki-laki yang aku benci sekarang berada setengah meter dihadapanku.
kujawab dengan nada sedikit acuh.
"terserah aku,aku di sini karna aku lebih suka berada ditempat ini, daripada berkumpul dengan mahasiswa lainnya untuk membicarakan demondtran. aku tidak suka keributan."
jawabanku ternyata merubah wajah kaku itu, menjadi simpul manis yang menawarkan daya tarik, ya...senyuman nya begitu manis.
tapi semua kulempar jauh, setelah dia menuduhku lari dalam keadaan. 30 menit bersamanya, membuat aku kagum dengan sosok dirinya. tapi itu kusembunyikan secara apik agar dia tak tahu bahwa aku tak sedang kagum kepadanya.
pertemuan itu berlanjut, kami sering bertukar pemikiran dan saling memberi semangat hidup. awalnya kumengira ia mempunyai perasaan yang sama dengan ku, aku bahagia, lubiarkan cinta itu menjalar di hatiku. gayung bersambut, dia memberiku sinyal dengan perhatiannya yang amat besar.
kebahagian ini tak bisa kupendam lagi, kubiarkan terpancar di wajahku. diapun sama denganku. hingga diakhir senja,dia mengajakku untuk duduk berdua dengan nya. ku berikan penampilanku yang terbaik untuknya, petang datang kupikir cintaku datang, ternyata dia mengucapkan kata perpisahan dan ucapan terima kasih untuk semua perhatian. dia akan pergi pulang kekampung halamammya dipalembang, memenuhi panggilan orang tuanya pulang, umtuk menikahi gadis pilihan orang tuanya.
aku tak bisa menghalangi, karena aku tahu siapa diriku ini. kubiarkan ia pergi dan hilang membawa cintaku.
cinta ku tahu kau datang begitu indah dan kuingin kau pergi dengan indah pula.
selamat jalan sayang, tak perlu kau tahu perasaanku sekarang, dan tak perlu ku bicarakan. biarkan kusimpan dalam darah dn tulangku.
dikirim lisojung 12 minggu 1 hari yang laluTag:







