Sekolah SMA Bintang setiap hari selalu memulai rutinitasnya dengan baik. Sekolah ternama ini hanya boleh di masuki oleh siswa siswi yang pintar, kaya, dan berkharisma. Sekolah yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap pendidikan dan meraih peringkat Internasional. Dan beruntung pula ada kedua murid pintar yang selalu mengharumkan nama sekolah ini. Di sekian banyak siswa siswi yang pintar, Cuma Hazel dan Rista yang lebih bisa mengharumkan nama sekolah.
Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa hanya Hazel dan Rista saja yang bisa di bilang ‘maskot’ SMA Bintang. Cuma satu jawaban yang harus di jawab, berani.
Mereka berani mengaspirasikan pendapat mereka ketimbang siswa siswi lain yang hanya duduk, berkutat dengan segala penjelasan guru dan selalu membaca beribu-ribu buku. Namun Hazel dan Rista lebih berani mengkoreksi jawaban guru yang salah, dengan yang benar. Mereka lebih berani mengutarakan pendapat mereka tentang seluruh isi sekolah dan dunia ke guru, atau bahkan kepala sekolah. Mereka tidak takut akan salah atau benar. Tapi yang pasti mereka percaya bahwa guru-guru dan kepala sekolah itu sendiri akan bangga dengan murid mereka yang demokratis, ketimbang murid yang apatis.
Dan keunggulan itulah yang membuat SMA Bintang makin melambung.
“Beasiswa.” Kata Hazel saat dia berpapasan dengan teman lamanya di depan gerbang SMA Bintang sebelum masuk sekolah. Sungguh mengenaskan sekali temannya itu. Dia berpenampilan lusuh, dengan aksesoris karung dan sambit yang berfungsi untuk mengais sampah olahan. Dia bertanya tentang bagaimana bisa Hazel masuk ke sekolah bergengsi itu.
Temannya itu tercengang mendengarnya. SMA Bintang, sekolah yang hanya siswa siswi pintar dan kaya saja yang bisa masuk kesini. Betul-betul berbeda dengan dirinya.
“Oh iya, elo...” kata Hazel sambil menunjuk temannya itu. “Ehm...sorry...”
“Nggak apa-apa...” katanya sambil melihat penampilannya sendiri.
TING...TING...
“Whupz...bel sekolah tuh!! Gue masuk ya?? Daaahh!!” salam Hazel pada temannya.
Temannya membalas dengan air mata. Bukan karena dia tidak bisa seberuntung Hazel, tapi karena dia bangga mempunyai teman yang berasal dari SMA Bintang. Dia menyeka matanya dan kembali berjalan.
Tapi asal tahu saja, saat berjalan, dia memasang muka penuh semangat. Seperti ingin mengulang kesuksesan Hazel sekarang.
Begitu pula dengan Rista. Tanpa sengaja dia di hubungi oleh teman lamanya yang kini sudah berada jauh dari Rista.
“Gimana kabar elo, Ris??” tanya temannya itu.
“Baik, kok! Gue sekarang lagi di Depok nih. Sekolah di SMA Bintang.” Jelas Rista.
“SMA Bintang??” kata temannya tak percaya. “Sekolah orang kaya, ya?? Elo sekarang udah jadi orang kaya??”
“Nggak ah! Masa gue bisa berubah sedrastis itu!” tangkis Rista. “Gue masuk kesini gara-gara beasiswa.”
Temannya itu diam sejenak.
“Elo sekarang sekolah dimana??” tanya Rista bersemangat.
“Gue nggak sekolah.” Singkatnya.
“Loh, kenapa?”
“Gue sakit.” Katanya. “Percuma aja kan kalo gue sekolah, tapi akhirnya gue bakalan mati??”
“Huss! Apaan sih?? Elo tuh nggak bakalan mati! Yang bisa nentuin umur kan Cuma Tuhan!”
“Tapi, kemungkinan besar, gue nggak bakalan bisa selamat, kok!”
Rista terdiam, beruntung sekali dia sekarang, sehat walafiat, punya otak cemerlang, dan hidup yang hampir sempurna. Temannya yang satu ini, sekarang tak punya masa depan lagi.
Pelajaran pertama sudah di mulai. Hazel dan Rista duduk bersama-sama dalam satu meja.
“Ris, gue beruntung banget sekarang duduk disini.” Kata Hazel.
“Kenapa?”
“Banyak temen-temen gue yang terlantar dan gak bisa sekolah kayak gue sekarang.” Jawab Hazel sambil menahan dagunya dengan tangannya.
“Gue juga beruntung banget bisa kayak gini.” Kata Rista. “Ada temen gue yang nggak bisa ngelanjutin sekolah gara-gara dia sakit keras.”
“Hehehe...jadi semangat nih, buat belajar disini. Siapa tahu nanti gue bakal bisa ngebantuin mereka keluar dari masalahnya!” kata Hazel dengan gaya khas anak kecilnya.
“Gue juga.” Balas Rista. “ Hari ini bakal jadi perubahan gue buat bisa lebih maju!”
Hazel dan Rista tertawa bersama.
“Tapi gimana ngebayar kos-kosannya??”
“AAAAAA!!!”
***
Tag:













wew anak sma ^_^
(11 minggu 4 hari yang lalu)