Dua Malaikat

47
points

suatu ketika di bukit yang tinggi
kulihat dua malaikat datang berbarengan
malaikat pertama disebut malaikat pencatat pahala
badannya tegap dan kuat
sayapnya putih bersinar dan jubahnya emas bercahaya
kulitnya selembut embun dan nafasnya sewangi kesturi
malaikat lainnya disebut malaikat pencatat dosa
badannya kurus dan kering
sayapnya hitam berkilat
jubahnya gelap dan kelam
kulitnya kasar sekasar batu dan nafasnya bau
kala dia tertawa, tawanya jelek dan tajam

bertanyalah malaikat pencatat pahala padanya,
"apa yang membuatmu tertawa begitu girangnya, duhai saudariku?"
malaikat pencatat dosa diam seribu bahasa.
Malaikat pencatat pahala berkata lagi,
"mari kita perlihatkan catatan kita dan kita bandingkan, saudariku.
jika catatanku yang lebih panjang kau berjanji akan meminjamkan rembulanmu,
tapi bila catatanmu yang lebih panjang dari kepunyaanku
maka kupinjamkan matahariku."
barulah malaikat pencatat dosa berkata,
"sudah pasti catatanku yang lebih tebal dan panjang, duhai kawan yang bodoh.
Tahun kemarin kutulis ratusan ribu nama kedalamnya dan Aceh tersapu Tsunami.
Tahun ini kutulis lagi nama di dalamnya dan Jogja dibanting gempa.
Kini aku mau ke Pangandaran dan Jawa tuk mencatat lagi sejumlah nama."

aku yang menyimak perbincangan kedua malaikat itu
hanya bisa termenung pasrah
'tak adakah lagi sisa pahala di Indonesia?'

Your rating: None Average: 5.2 (9 votes)
dikirim gwbiasaaja 36 minggu 1 hari yang lalu
Tag: