Entahlah.......

Tuhan, apa kau tahu?

Aku belum mewujudkan cita-citaku, bersamanya..

Aku belum lulus SMA,

Aku belum tujuh belas tahun,

Aku belum menepati janji-janjiku padanya,

Aku belum memberikan seluruh cintaku padanya.

Dia yang melahirkanku, dia yang membesarkanku, hanya kami berdua. Lalu apa, Tuhan?

Apa yang dapat aku lakukan untuk menggambarkan rasa kehilanganku?

Aku ingin mati saja,

karena raga ini miliknya,

karena raga ini dulu pernah bersatu dengan tubuh yang kini mengapung-apung di lautan berbentuk abu dan tulang.

Aku ingin menyerahkan seluruh hidupku padanya,

untuk membuktikan betapa besarnya cintaku padanya..

Kenapa kau tak ijinkanku melakukannya, Tuhan?

Kenapa ?

Ma......

Mama dengar?

Mama lihat?

Lihat...

Apa yang Mama lakuin..

Janji-janji yang Mama kubur, cita-cita yang Mama sirnakan..

Lihat?

Kenapa Mama pergi?

Bahkan nggak menunggu putri semata wayang Mama ini?

Tanpa kata-kata terakhir?

Tanpa kata "cinta" untuk selamanya buatku..

Kenapa merelakanku? Kenapa tersenyum?

Apa aku bisa hidup tanpamu, Ma?

Mama dimana?

Kok rumah kita sepi?

Kok nggak ada yang tahu Mama ada di mana?

Katanya surga itu ada..

Katanya setelah kematian, akan ada kehidupan yang lain..

Nyatanya, Mama sekarang dimana?

Kenapa, Ma?

Kenapa Mama pergi?

Kenapa?

Kesalahanku apa, Ma sampai Mama pergi meninggalkanku untuk selamanya?

Ma, aku rindu sekali sama Mama..

Nggak ada lagi yang tersenyum untukku di pagi hari,

menyuapiku kasih dan cintanya..

Nggak ada lagi tempatku berkeluh kesah, berbagi rahasia..

Rahasia-rahasia kita berdua, akan kubawa kemana, Ma?

Apa kusimpan di balik pintu dan kusembunyikan dari orang-orang yang mampir untuk turut berduka ke rumah kita? Yang kini bernama "rumah duka"..

Kenapa ini terjadi dengan kita, Ma?

Mama tahu sekarang aku sendiri?

Mama tahu sakitnya hatiku?

Kenapa Mama nggak mau nunggu?

Semua orang bilang..

katanya "ini memang sudah waktunya"..

Well, oke.. sudah waktunya, ya?

Lalu, kenapa semangat hidup Mama di pagi terakhir itu sangat tinggi?

Kenapa semangat Mama seolah ikut dikobarkan oleh matahari yang terbit pagi itu?

Apa itu saat terakhir kita?

Pagi di saat aku minta ijin untuk sekolah?

Senyum terakhir?

Mama........................................

Tangisku tiap malam nggak pernah bisa kuhapus.

Terlalu banyak

Curhatanku kepada semua orang, semua teman-teman yang selalu kuceritakan padamu tiap harinya.. memenuhi inbox hp-ku.

Cukup?

Cukup?

Sudah sebulan Mama pergi.. hari ini.

Melupakanmu, sama dengan membunuh diriku sendiri.

Mama................................

Mama................................

Kenapa, Ma??????

Apa Mama pikir aku mampu?

Apa Mama pikir aku bisa?

Apa Mama pikir aku kuat?

Mama.......................

Aku nggak menangis waktu tubuh Mama dibakar .. diaben.

Aku terus melafalkan mantram trisandhya, aku mencintaimu.
Semuanya terpana, mereka bangga, Ma.

Karena aku nggak menangis, karena aku nggak menunjukkan raut kesedihanku.

Aku menyembunyikan kesedihanku.

Tapi itu jauh lebih sakit.

Seumur hidup, aku benci 16 FEBRUARI.

SEUMUR HIDUP, aku aku benci 14 Februari, hari dimana Mama dioperasi..

dan ternyata nggak dioperasi oleh mereka, hanya dibiopsi.

Hari ketika Mama marah-marah dan menyalahkan ASKES.

Mama irit cuma untuk membiayaiku kuliah jadi dokter 'kan?

Ma, aku janji..

suatu hari nanti,

kalau aku sudah jadi dokter,

aku tidak akan memberikan kesedihan yang sama pada pasienku.

Aku akan membantu mereka mewujudkan mimpi mereka bersama putri mereka, bersama anak kesayangan mereka, bersama keponakan, saudara-saudara, ayah-ibu, kakek-nenek, paman-bibi, bersama dunia mereka.

MA,

sudah cukup?

Apa aku boleh melupakanmu?

Rasanya sakit.........

Sayang, jika aku melupakanmu, aku juga turut mati.

Lalu,

apa harus kupendam sendiri semuanya?

Mereka nggak ada yang mengerti.

SELALU MENYALAHKANKU.

"Jiwa, ditempatkan di gelas, maka akan menyerupai gelas, ditempatkan pada tubuh manusia, akan menyerupai tubuh itu."

Lalu, apa kini Mama memenuhi udaraku?

Apa kini Mama menghiasi tanah, air, laut, dan semua tempat?

Tapi Mama dimana?

Apa Mama sudah tenang?

LALU, Kenapa nggak mengabariku?

Kenapa nggak pernah datang ke mimpiku?

Ma, kumohon..

Ucapkan kata-kata terakhirmu..

Kenapa tak menungguku?

Kenapa nggak cerewet dan menasehatiku panjang lebar seperti biasa?

Walau untuk terakhir kalinya?

Ma......

Kumohon..

Datang, ya.. malam ini.

Jangan buat aku melupakanmu.

Please.!

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer dhanang wibowo
dhanang wibowo at Entahlah....... (10 years 29 weeks ago)
70

Yang sayangnya dirimu sendiri yg harus mencari jawabannya.. Jangan berhenti disini. Satu hari, buktikan pada Ibumu kalo kamu adl gadis yg kuat, gadis yg bisa Ia banggakan..

Aku yakin km bisa mencapai lebih dari apa yg km pikirkan. Berjuanglah.. demi dirimu, demi ibumu.. :)

Writer rouv_azzacky
rouv_azzacky at Entahlah....... (11 years 4 weeks ago)
80

keren..
terasa sekali sadness nya..
-jadi terharru-

kamu bener2 suka karya yang p a n j a a a a ng ya..
yang rada pendek dong..
biar ga males bacanya, hehe..

-piss ah-

Writer zera
zera at Entahlah....... (11 years 6 weeks ago)
80

Puisi yang panjang, tapi bagus. Jadi sedih nich !

Writer benz
benz at Entahlah....... (11 years 6 weeks ago)
100

i'm speechless..

i love my mom..

bcause of u love ur mom..

so i love u..

,,

sedikit Quote bwt kmu michelle,,

"Everything has it's own place n time"

..

terserah kmu ingin memaknainya seperti ap..

yg jelas,

Tuhan nggak pernah pergi dari kamu,,

^_^v

_benZ

B. P. I. D

Writer nitzNditz
nitzNditz at Entahlah....... (11 years 7 weeks ago)
70

bisa bayangin kalo ibuq g ada ...kayae gtw dech aqu mo cari duit n semangat buat sapa...

Writer MicHi_MoeT
MicHi_MoeT at Entahlah....... (11 years 7 weeks ago)
90

no comment

gerimis hatiku membacanya ;(

Writer nightwisher
nightwisher at Entahlah....... (11 years 8 weeks ago)
90

Walaupun kau maya dalam kata
Tapi sungguh kau nyata dalam rasa
Bukalah hatimu untuk sekedar berbagi
Walupun itu pahit,tak perlu kau risau
Karena aku tulus ingin menjdi pendengarmu
Seperti pantai yang tak lelah mendengar bisikan ombak
dan nyanyian burung - burung camar
Walupun aku tahu...
Aku bukan ombak dan bukan pula camar
aku hanya serangkai huruf
yang tersusun menjadi nama
dan ijinkanlah nama ini
untuk menjadi sahabat dalam kalimatmu
Hingga namaku...
tak lagi hanya dibaca oleh sepi
oleh kesendirian tanpa makna...
( lam kenal.......Om santhi...santhi...santhi....Om )
Oy thanx bwt comentnya,aku emank ingin pulang ke satu masa yang aku rindu,he...tpi gk pke air mata atau me2las...aku klungkung dket kota...key asl ada alamt lengkap rmah kmu,ntar aku mlah nyasar lge...he.....3x...

Writer Aisyah El Naufa
Aisyah El Naufa at Entahlah....... (11 years 9 weeks ago)
80

Yang semangat ya.
Semua akan menjadi hikmah yang begitu besar.
Manis dan begitu miris^_^

Writer icizh
icizh at Entahlah....... (11 years 9 weeks ago)
100

hai...percayalah bahwa dirinya bahagia disana.. jangan biarkan dia menangisi dirimu yg terus merindukanmu..

yang dia mau adalah suatu saat kaw akan bahagia...

Writer Zhang he
Zhang he at Entahlah....... (11 years 9 weeks ago)
100

Dirimu kuat sekali....

Sini sini *peluk*

Writer Punya_4W1
Punya_4W1 at Entahlah....... (11 years 9 weeks ago)
90

Salam chell.,
Tahukah kita.,
Bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.,
Tahukah kita.,
Bahwa benar setelah tak b'nafas akan ada kehidupan setelahnya.,
Tahukah kita bahwa kesedihan adalah wajar.,

Sayang.,
Cece nangis.,
hikshikshikshiks.,
Cece makin sayang padamu.,
Cece yakin mama akan selalu bangga pada chell.,
Jangan khawatir.,
Mama akan selalu tersenyum berada b'sama Tuhan.,

Chell.,
Rencana TUHAN lebih indah sayang.,

Michelle tak sendiri sayang.,
Masih ada buwanyak 0rang yang juga menyayangi chell.,

Due cece jadi pengen ketemu Michell.,
Kapan yakh?.,
Heuwaha.,

Writer radysha
radysha at Entahlah....... (11 years 10 weeks ago)
100

Jadi nangis bacanya.

Hidup dan berjuanglah,
raihmu mimpi dan beliau pasti bangga akanmu di sana ...

Writer zonic
zonic at Entahlah....... (11 years 10 weeks ago)
90

Kematian adalah siklus kehidupan, begitupun saat orang-orang yang amat kita cintai harus lenyap di Udara, hei... satu yang harus kau ingat mereka yang kita cinta takkan pernah pergi saat dengan besar hati mereka kau simpan di hatimu maka kau tak perlu melupakan mereka, tapi jadikanlah semangat hidup mereka menjadi pembakar kobaran asa dalam ilalang hidup save u mom in your heart..

Writer erika
erika at Entahlah....... (11 years 10 weeks ago)
80

kematian bukan musibah...
berbahagialah...karena beliau sangat disayang oleh sang kuasa maka Insya Allah ditempatkanlah Beliau disisiNya...
amin
teruslah hidup teman...

Writer star
star at Entahlah....... (11 years 10 weeks ago)
90

menangislah,luapkanlah
tapi demi dia
yang telah memberi warna
dalam jiwa
bangkitlah dari tangisan
terbanglah meraih bintang
sinarilah dia dengan cahaya terang

Writer _aR_
_aR_ at Entahlah....... (11 years 10 weeks ago)
100

sampe nangis bacanya.

kematian memang perpisahan sekaligus kehilangan paling menyakitkan...

hampa rasanya kehilangan semua yg sudah terbiasa kita 'miliki'...
meskipun sebenarnya hanya pinjaman dari-NYA.

*dan seumur hidup, aku juga benci 17 maret... benci...

Writer ryan
ryan at Entahlah....... (11 years 10 weeks ago)
60

keren
cuma bahasanya itu lho...

Writer x_zombie
x_zombie at Entahlah....... (11 years 11 weeks ago)
90

Tapi maaf, pesanan tangisan tidak terpenuhi, malah kebanggaan ada gadis setabah kamu.. Ibumu pasti bangga..

Writer estehpanas
estehpanas at Entahlah....... (11 years 11 weeks ago)
90

hmm, bagus,,
tapi kepanjangan, bener katanya dirgita..
eh kamu nulis ini, ga nangis?
emosinya meluap segitu gedenya,,,
sampai2 bisa nulis segini panjangnya,,

aku salute banget sama kamu non

Writer kiki
kiki at Entahlah....... (11 years 12 weeks ago)
90

teman aku merinding baca tulisannmuu

tersenyumlah temannnnn...
jangan kau pelihara raut sedih karena hati perihmu...

Writer Ollie
Ollie at Entahlah....... (11 years 12 weeks ago)
90

Aku benar2 tercekat membaca puisi ini....sedih rasanya....
panah hujan....aku yakin semua kejadian pasti ada hikmahnya....

Writer yudha_permana
yudha_permana at Entahlah....... (11 years 12 weeks ago)
90

"Panah Hujan" atau Michell...
Entah ini puisi atu jeritan jiwa... Yang pasti aura sedihnya kerasa banget. Ga ada komen untuk penulisannya... Semua kata2nya seperti ga dibuat buat... Keren Banget non...

Writer dirgita
dirgita at Entahlah....... (11 years 12 weeks ago)
80

Sepenggal, aku merasakan atmosfir yang dibuat benar-benar gamang. Itu berhasil. Tetapi karena tulisannya yang agak panjang, rasa gamang itu hilang sendirinya dan membuat aku menjadi kehilangan environment yang mendukung.

Well, hope mamamu membaca puisi ini, di mana pun berada, tersenyum bahwa tahu gadis kecilnya tidak kehilangan semangat untuk terus menapaki dunia. Jika sudah waktunya, kita pasti akan menyusul beliau.

Tentang pertanyaan yang waktu itu, aku kuliah di Universitas Terbuka, FMIPA Matematika, angkatan 2006.2.

Writer bunghatta_crb
bunghatta_crb at Entahlah....... (11 years 12 weeks ago)
50

Aku tak melihat ini sebagai pusi, tapi ini adalah jeritan jiwa. kuatkann hatimu dalam menghadapi kehidupan. memang kehilangan yang terberat adalah kehilangan orang yang paling kita sayangi. tersenyumlah kamu karena Mamamu di alam sana akan tersenyum kalau melihat kamu bahagia.

Writer codenameKEY
codenameKEY at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

entahlah...
ngga pernah ada komen bwat ratusan kata yang menitikkan jutaan kristal dari mataku...
^^tetep semangat...

Writer lembah_anai
lembah_anai at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

waaahhh...expert...ajari saya dong...

Writer dialian
dialian at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
80

kamu tau kan, klo ada ngertiin kamu dari sini...

Writer kucingsipit
kucingsipit at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
90

kematian bukan akhir, hanya sebuah awal dari suatu akhir (gw ngomong apa sih ???)

bagus puisinya...

panjaaaaaang bgt tpi ya ???

Writer moesafeer
moesafeer at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
90

Jangan meratapi kematian, hanya menambah kesedihan saja. Jangan menyalahkan siapapun, karena kematian bukanlah pilihan.
Remember, mama-mu tidak pernah memilih untuk mati hari itu.
Have a nice day. :-)

Writer birru
birru at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
80

maju terus...
biarkan api itu membakar kamu
hingga kobarnya tetap temani sampai akhir dari janji yang lisan tebarkan
CAAAAAAAAAAAAAAAAAAAIOOOOOOOOOOOOOOOO

Writer meifk
meifk at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
90

selama adinda tetap di jalan Tuhan..pasti mama kan slalu ada di hatimu menemanimu menjalani kisah hidupmu yang haru biru

Writer tyas
tyas at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

kamu kehilangan mama mu.... aku kehilangan ayah ku ... yang tegar ya sis :)

Writer ch41
ch41 at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

seandainya bisa kumenangis saat ini
aku akan menangis senangis-nangisnya...
maaa....aku rindu mamaaaa....

puisi kamu sungguh dalam...
speechless..

gak tau mo omong apa lagi..

hiks..

Andai saja ada kata yang lebih indah dari kata terindah.. kata itu pasti sangat mewakili puisi kamu...

hiks......
mama takkan prnah lagi kumenyakitimu..
(someone give me tissue plizz)

thanks.. puisi kamu almost perfect
(nobody's perfect)

Writer tika_bintang
tika_bintang at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
50

Puisiny bkin t'haru,prasaanny bgus.
Tenang aj,
mama akn slalu ada d hatimu.
Sukses y sis..!
Jgn t'lalu sdih,
kan ad saudara/i d kmudian.com ini.
Jd kmu g sndr lg..
Mamamu akn bahagia melihatmu sukses.
O.K!
Go0d LucK..! ^_^

Writer warna kecil
warna kecil at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
80

hidup adalah hidup
diantara bayang tentang mati
hanya rasa yang tau kemana kan pergi
seraya berkata aku ada dimana kau ada
jangan risaukan tentang mati
tapi sejauh mana kan kita tapaki
dan toreh cerita hidup ini
dalam kebaikan yang abadi

Writer Kata Halim
Kata Halim at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

maaf saya br disini
tp abis baca ini saya ngerasa saya harus berdoa 'yg nulisnya mudah2an selalu dikasih kekuatan dan kesabaran'

amin..

Writer umi
umi at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
90

aku ggak tahu harus bilang apa, sabar ya. aku yakin mama akan datang, percayalah. dan kau tahu?
dia sebenarnya tak pernah pergi, dia selalu hidup bersamamu, dalam hatimu, jadi kau tak boleh melupakannya.
belajar yang rajin ya...

Writer deal_or_no_deal
deal_or_no_deal at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

SEMANGAAAAAAAAATTTTTTTTTT

Writer shafira
shafira at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

adik kecil, kau yang kuat ya..
dadaku sesak sekali mambacanya..

kau berjuang ya, wujudkan cita-citamu..
kau gadis yang pintar, aku yakin itu..

dan aku juga yakin kau tau untuk apa Tuhan menciptakan ada hidup dan mati...

Writer buayadayat
buayadayat at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
80

puisi yg dibiarkan mengalir bersama persaan.. yg kadang naik, kadang turun, kadang muak, kadang bijak..

Writer OrangMalas
OrangMalas at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

:)

Writer cintasejati
cintasejati at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
50

smga mama kmu membca nya

Writer cassle
cassle at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

Aku percaya beliau akan datang...
Atau beliau bahkan tak pernah beranjak?

Entahlah..

Yang kutahu hanyalah--ada banyak orang yang akan dengan setia--menemanimu selalu. ^^ Jangan pernah ragu.

Writer panah hujan
panah hujan at Entahlah....... (11 years 13 weeks ago)
100

dimanapun Mama berada, tolong dibaca.