Begitu dinginkah perasaanmu?
Begitu tinggikah egomu?
Begitu besarkah amarahmu?
Hingga Kau hanya membisu
Lelah hati ini
Lelah raga ini
Terkikis oleh kebisuanmu
Kebisuanmu yang membunuh rasa ini
Kebisuaanmu yang remukkan jiwa ini
Kebisuanmu yang membuatku lelah
Mana…
Mana suara teriakanmu yang tinggi?
Habiskah tertelan kebisuan itu?
Mana…
Dimana engkau mengantongi taringmu yang tajam?
Sudah tumpulkah dia?
Hanya engkau yang tahu
Di dalam kebisuanmu
Lobam, March 19th , 2008
14.55 WIB
bunda_ery
Rating
39
points
Views: 196 reads
Comments: 5
Rating:
Comments: 5
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
bagus ini.
kau disini maksudnya Tuhan? kok di bait pertama ditulis huruf besar?.. tapi memang, lebih baik menghadapi orang yang marah teriak2, daripada yang diam
kerenn banget bu...
eh.. aku yakin diam pada tempatnya itu bisa menyelesaikan masalah...!
keren puisinya...ttp berkarya..!!
spertinya benar-benar mengungkapkan isi hati, polos, benar-benar polos, bahkan mungkin terlalu polos