Satu bagian dari proyek yang sedang saya kerjakan.
Inspired by many other works.
Luka-luka di tubuh sang lelaki sudah tak lagi mengeluarkan darah. Yang tersisa kini hanyalah beberapa lubang menganga di lengan dan tubuhnya. Sementara itu kondisi lelaki yang dibopongnya tak lebih baik, namun tetap saja mereka berdua masih hidup.
Di sepanjang jaln yang mereka lalui berderet ratusan bangunan besar kecil, sebagian besar tanpa pintu dan jendela. Sesekali mereka harus bersembunyi di balik bayangan gedung-gedung tersebut ketika beberapa sosok bersayap melintas di angkasa. Jauh di tengah kota tampak sebentuk menara tinggi menjulang di puncaknya ratusan makhluk bersayap terbang berputar-putar seakan-akan mengumumkan bahwa tempat tersebut adalah sarang mereka.
Sang lelaki kembali memandang alat yang digenggamnya. Di layarnya tampak puluhan garis tumpang tindih juga berbagai simbol yang terus berubah. Kemudian sambil menggenggam erat senjata di tangan lainnya ia melanjutkan perjalanannya.
Di dinding beberapa bangunan terlihat sebentuk lukisan ,atau coretan, besar dan samar, tersusun dari garis-garis putih yang saling tumpang tindih. Beberapa tampak seperti sebuah peta sementara lainnya menggambarkan sosok-sosok raksasa dengan bentuk dasar tubuh mirip manusia. Dulu sekali, mungkin manusia pernah menempati kota ini dan entah karena apa mereka meninggalkannya. Mungkin karena kedatangan makhluk bersayap tersebut, atau mungkin karena hal lainnya.
Di beberapa lorong, puluhan artificial production plant tumbuh bergerombol. Banyak diantaranya yang telah berbuah. Pada suatu kesempatan sang lelaki menyempatkan diri mengambil sebuah dan memakannya. Tampaknya apapun alasan kota itu ditinggalkan, sangat kecil kemungkinannya hal tersebut disebabkan oleh kekurangan makanan.
Namun demikian, beberapa ratus jam yang lalu sebuah sinyal dipancarkan dari kota tersebut, tepatnya dari pusat kota tersebut, yang rupanya adalah menara yang menjadi sarang makhluk-makluk tersebut. Dan hal tersebutlah yang menyebabkan organisasi mengirimkan mereka berdua, juga lima anggota lainnya, ke kota tersebut.
Ketika mereka berdua tiba di kota tersebut, tak ada tanda-tanda keberadaan anggota yang lain. Ada kemungkinan mereka masih berada di dalam perjalanan dan mengingat bukan kebiasaan mereka untuk bekerja dalam kelompok besar tidak tertutup kemungkinan mereka bahkan sudah lebih dahulu menuju ke sumber sinyal. Maka tanpa menunggu lebih lama lagi mereka berdua berjalan menuju pusat kota.
Tapi rupanya organisasi bukan tanpa sebab mengirimkan tujuh anggota ke kota tersebut. Begitu mereka memasuki kota, belasan makhluk bersayap datang menghampiri mereka berdua.
Untuk beberapa saat kedua kelompok tampak sama-sama tidak melakukan apapun. Paling tidak begitulah yang terlihat karena setelah beberapa saat sang lelaki menyadari bahwa kepakan sayap makhluk tersebut menciptakan noise yang mengganggu sistem di tubuhnya.
Maka sang lelaki segera mengambil senjata yang tergantung di pinggangnya dan dengan cepat ditembakkannya berkali-kali kearah kumpulan makhluk bersayap tersebut.
Senjata yang bentuknya menyerupai pistol tersebut nyaris tak mengeluarkan suara saat menembakkan puluhan benda mirip peluru berwarna hitam pekat. Namun ketika benda tersebut menyentuh sasarannya dalam sekejap benda tersebut menghilang begitu juga dengan sasaran yang dikenainya.
Melihat hal tersebut makhluk bersayap yang lain segera terbang berpencar mencoba menghindari tembakan sang lelaki. Samar-samar sebersit informasi muncul di dalam kepala mereka yang memberitahu mereka bahwa makhluk yang mereka hadapi bukanlah manusia.
Kemudian dari ketinggian, makhluk bersayap tersebut balik menyerang. Dari sebuah lengan tambahan di pundaknya mereka menembakkan semacam sinar kearah sang lelaki.
Dan betapapun sang lelaki berusaha menghindari tembakan-tembakan makhluk bersayap tersebut, beberapa masih bisa menembus lengan dan tubuhnya begitu juga dengan rekannya. Maka sambil beberapa kali menembakkan senjatanya, sang lelaki, dengan memanfaatkan asap yang timbul dari tembakan-tembakan kumpulan makhluk bersayap tersebut, segera meraih rekannya sebelum akhirnya mundur dari medan pertempuran.
Beberapa jam telah berlalu sejak kejadian tersebut. Setelah berjalan beberapa kilometer akhirnya sang lelaki tiba di depan sebuah gedung yang cukup besar.
"Kita sudah sampai," bisiknya pada sang rekan.
Perlahan sang rekan membuka matanya. "Turunkan aku," pintanya.
Kemudian sambil tertatih sang rekan berjalan mendekati pintu gedung tersebut. Sang rekan lalu meletakkan tangan kananya pada panel ditengah pintu tersebut.
Panel tersebut berkedip beberapa kali sebelum akhirnya pintu tersebut terbuka. Didalamnya sesosok makhluk telah menanti mereka berdua.
"Selamat datang...," ujar sosok berjubah putih tersebut, "di low level recovery facility."
***
"..."
"Bagaimana kabar anda?" tanya sosok berjubah putih "Anda sadar lebih cepat dari perkiraan saya. Apa bahan pengganti yang kuberikan sesuai dengan komposisi tubuh anda?"
"Bagaimana kondisinya?"
"Tak banyak yang bisa saya lakukan dengan fasilitas yang ada disini, namun setidaknya saya telah membuatkan back up memori dan karakter darinya. Sayang sekali setelah sekian lama sejak terakhir kali saya bertemu dengan manusia."
Di atas pembaringan, tampak sang rekan tengah terbaring tak bergerak. Sang lelaki memandangnya beberapa saat. Ia kemudian mengambil senjatanya dan mengarahkannya ke arah tubuh sang rekan.
"Sayang sekali, tapi di dalam fasilitas ini sebagian besar aplikasi berbasis reaktor tak dapat digunakan. Namun jika anda menginginkannya saya dapat menguraikan tubuhnya kedalam bentuk dasar komponen penyusun tubuhnya."
Sosok berjubah putih itu mengambil sebuah kapsul dari dalam sakunya kemudian menyerahkannya pada sang lelaki.
"Ini data back up yang saya katakan tadi. Sebagian besar data subjek bisa diselamatkan. Anda bisa memulihkannya pada high level recovery facility, tentu saja dalam bentuk fisik yang lain."
Sang lelaki menerima kapsul tersebut kemudian berjalan menuju pintu keluar.
"Anda sudah mau pergi? Sayang sekali padahal saya berharap kita bisa berbincang-bincang sejenak. Paling tidak beritahu saya siapa nama anda?"
"Apa masih ada manusia di kota ini?"
"Negatif. Sudah lama sekali tapi mereka semua telah pergi bahkan jauh sebelum kota ini diambil alih."
"Kemana mereka pergi?"
"Sayang sekali, saya hanyalah pegawai pengawas fasilitas kota dari modul tambahan. Pemberian informasi mengenai penduduk kota berada di luar wewenang saya. Namun jika anda pergi ke pusat kota, informasi mengenai hal tersebut mungkin bisa anda dapatkan."
Sang lelaki menekan tombol disamping pintu keluar. Beberapa saat kemudian pintu tersebut terbuka dengan sendirinya dan sang lelakipun berjalan keluar.
"Nama anda?"
"Saga."
Tag:











