Everlasting Arms Episode 1; Chapter 1

26
points

Chapter I: Beyond The Stars
3 April 3506. Kapal Induk Aquatids
“Sial!!!”
Eko memaki-maki sambil membanting helmnya. Matanya menatap ganas seolah ingin menelan apa saja yang ada di depannya.
“Ada apa sih?”
Eko berbalik. Dilihatnya Syarif melompat turun dari MFU-nya (MFU: Mobile Fighter Unit. Pesawat tempur New Stars Union yang dapat bertempur baik di luar angkasa atau dalam orbit planet).
“Bisa-bisanya kamu bertanya ada apa!!! Skull Skuadron (Satuan tempur yang terdiri atas 21 MFU) baru saja dilumat habis oleh Aconite brengsek itu! Sial!” Eko menjawab pertanyaan Syarif dengan kesal.
“Hah…? Kok aku gak tahu?”
“Itu karena kamu bodoh.”
“Apa!!!!”
“LETNAN EKO DAN LETNAN SYARIF AGAR SEGERA KE RUANG KENDALI.” Terdengar suara dari interphone (Alat komunikasi suara seperti radio panggil) di dada mereka.
Suara interphone menghentikan perdebatan mereka.
Dengan kesal Eko menaiki elevator ke anjungan bersama Syarif. Begitu tiba di ruang kendali, Eko dan Syarif menghormat pada komandan pesawat Aquatids, Laksamana Adiguna.
“Letnan Eko melapor.”
“Letnan Syarif melapor.”
“Ah… tidak usah seformal itu.”
“Siap komandan!”
“Bagaimana status garis depan?”
“Kita kehilangan Skull Skuadron komandan.”
“Apa!!? Bukankah ada Letnan Trisno di Skuadron itu?”
“Mereka diserang Destroyer saat sedang menghadapi Terran.”
“Hmmm.” Laksamana Adiguna menghela nafas. “Semoga pengorbanan mereka tidak sia-sia.”
“Ya komandan.”
“Kalian berdua, istirahatlah lalu bersiap kembali ke pos.”
“Siap!!!”
Mereka menghormat lalu melangkah keluar dari tempat itu.

Level 5 kapal Aquatids.
Eko membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Pakaian tempurnya dia biarkan melayang-layang dalam ruangan tanpa gravitasi. Matanya terpejam sambil terus mendengarkan musik dari sudut kamarnya.
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Syarif melayang masuk sambil membawa makanan ringan di tangannya. Tanpa diperintah, dia memasukkan pakaian tempur Eko ke lemari yang tertanam di dinding.
“Aku tahu kalau Skull Leader (Pemimpin skuadron) itu teman baikmu.” Kata Syarif begitu selesai merapikan kamar kecil itu.
“Dia juga sahabatmu waktu di akademi bukan?”
“Ya, dia memang orang baik.”
“Jadi?”
“Aku hanya ingin tahu kejadian rincinya.”
“KejaDian rinci apaan! Semua anggota Skull Skuadron dihancurkan tanpa sisa. Semuanya! Padahal mereka adalah 21 fighter pilihan dari akademi!”
“Gak usah marah dong.”
“Siapa yang gak marah kalau melihat sahabatnya di bantai!”
“Hmmmm. Sudahlah, ayo kita ke Mess Hall . Lapar nih.”
“Cih.”
“Sudahlah. Gak ada gunanya kalau kamu terus menggerutu di tempat ini.” Kata Syarif menarik tangan Eko keluar kamar itu.

Your rating: None Average: 4.3 (6 votes)
dikirim addang13 34 minggu 5 hari yang lalu
Tag: