Cinta Itu..............Penuh Perjuangan tuk menggapainya

14
points
"

Maaf klo jelek masih amatiran

"

Aku tinggal di sebuah desa yang dapat dibilang masih asri, belum ada gedung-gedung atau bangunan-bangunan yang menjulang tinggi mencakar langit. Di desaku masih banyak pepohonan yang tumbuh di kanan kiri jalan yang dapat untuk memperindang ataupun untuk mengurangi polusi yang terjadi. Sungguh aku beruntung tinggal didesaku yang asri.
Sebagai seorang remaja aku telah kenal kata pacaran. Yap, Banyak sekali fim-film di televisi yang menyuguhkan berbagai macam tontonan yang bertemakan cinta dan pacaran. Jadi kuingin segera mungkin memiliki pacar. Sering kuberimajinasi tentang kriteria-kriteria pacarku. Yap,begitulah aku remaja yang dewasa belum waktunya. Begitulah sekiranya kata-kata yang dapat kulontarkan untuk mengumpat diriku sendiri. Tapi entah mengapa aku masih saja ingin memiliki pacar walau kubelum cukup umur untuk berpacaran. Begitupun dengan teman-teman sebayaku. Mereka mayoritas berbincang-bincang tentang pacar. Jadi akupun semakin tertarik untuk memiliki pacar.

“It’s about chemistry…..”, kata Dan.
“Eeee…….nanti dulu chemistry itu apaan sih?” tanyaku singkat.
“Ya…payah…masak chemistry aja gak tahu.. Nih aku……… juga ga tahu ding…hahahaha”, canda Yoga.
“Halah, sama-sama gak tahu ”, kataku.
“ Ya,ya aku beri tahu chemistry itu ya kimia hahahahhaha...bukan ding chemistry
itu rasa ketertarikan lawan jenis”, kata Dan.
“Cinta”,sahutku.
“Oh....chemistry itu rasa ketertarikan ya.”
“Yo, Ruh kapan kau dapat pacar?ki seperti aku dong dah punya. Kapan nyusul?”
tanya Yoga, “Ayo nyusul. Gimana cewek yang you suka? Dah you tembak?”
“Tenang Bro, sebentar lagi,agi tahap PDKT coy.”sahutku. “ Dan juga belum punya , ya Dan.”
“ Tenang aku ikut kamu Ruh. Nyantai.....!”Jawab Dan

Begitulah kira-kira perbincangan remaja-remaja cowok di kalanganku. Semuanya tentang cewek,cewek, dan cewek…..Oke memang remaja memang masuk dalam tahap puber. Tahap transisi, ahap peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Jadi mereka sudah memiliki semacam chemistry-chemistry atau rasa ketertarikan lawan jenis. Sobat-sobat dekatku seperti Dan, Yoga, dan Tedy memang sedang on fire dalam urusan cinta. Kecuali Tedy, dia memang kalem, tidak mau pacaran dulu. Salut Tedy...! Aku ingin sekali menyontoh Tedy yang tidak mau pacaran dulu. Tapi sebuah tindakan pasti didasari oleh niat yang kuat dan itulah yang tidak kumiliki untuk menjauh dari kata pacaran. Mau bagaimana lagi, Aku sudah terlanjur tersihir oleh kata tersebut.
Memang tak bisa dipungkiri lagi aku memang sedang tertarik dengan seorang cewek sebayaku. Yap, dia teman sekelasku. Setiap hari kuselalu memandangnya walaupun kadang dia tak membalas tatapanku. Terkang ketika dia menatapku tak tahu apa yang terjadi padaku, jantungku seakan berdetak-detak tak menentu.dak-dik-duk...dak-dik..duk...yap,begitulah. Cewek itu seperti sangat sempurna dimataku. Sehingga....., mungkin aku memang sangat tertarik padanya.
***

Suatu hari sekolahku mengadakan semacam pengajian temanya menarik yakni tentang pacaran. Kajian ini menarik inat para siswa di sekolahanku.

“Banyak remaja-remaja yang berpacaran dan terjerumus dalam lembah kegelapan. Mereka terlalu terfosir untuk berpacaran tanpa menghiraukan kegiatan lain seperti belajar, membantu orang tua Bahkan beribadah, dan kegiatan lain-lain yang lebih bermanfaat selain pacaran. Banyak remaja yang putus asa jika putus cinta kemudian bunuh diri. Apakah dengan bunuh diri dapat menyelesaikan masalah cinta?” tanya Pak Ustadz.
“Tidak Pak Ustadz........”, sahut Audience.
“Di dalam Agama Islam tidak dikenal istilah pacaran. Nabi Muhammad saw juga tidak pernah berpacaran sebelum menikah. Pacaran itu enaknya setelah menikah. Dan lagi, adakah ayat-ayat dalam Al quran yang berisi tentang pacaran? Tidak ada kan? Berarti tidak ada istilah pacaran dalam Agama Islam. Pacaran itu hukumnya haram karena mendekati zina . Pacaran hanya mengumbar hawa nafsu saja. Nafsu duniawi. Iya kan? Betul?”tanya Pak Ustadz lagi. “Pacaran itu banyak sisi negatifnya dari pada sisi positifnya jadi kita akan rugi jika berpacaran, jangan terlena dengan kata cinta. Biasanya para remaja sangat ingin sekali berpacaran karena mereka sudah memiliki rasa ketertarikan dengan lawan jenis dan lagi jika mereka sudah kenal dengan istilah cinta...cinta...dan cinta maka hasrat mereka untuk berpacaran akan semakin menggebu.”

Dek........dek......jantungku langsung berdetak ketakutan. Aku sungguh terkejut sekali mengenai pernyataan Pak Ustad tadi.

“Apakah benar dalam Islam tidak dikenal adanya istilah pacaran? Bagaimana ini padahal aku sedang tertarik dengan seseorang? O..iya sepertinya aku pernah sekilas membaca judul buku yang bertuliskan Pacaran Ala Islam. Lalu bagaimana dengan judul-judul bacaan yang berbunyi atau bertuliskan Pacaran Ala Islam itu? Betulkah pacaran itu hukumnya haram? Terus bagaimana jika dalih pacaran adalah karena Allah swt?” batinku. “Aku bingung....”

Pada saat sesi tanya jawab kuberanikan bertanya kepada Pak Ustadz

“Oooo...tentang pacaran ala Islam ya, mas....Itu begini pacaran cara Islam maksudnya itu pacaran setelah menikah seperti apa yang telah saya sampaikan tadi itu. Bahwa pacaran ala Islam yaitu dua orang,laki-laki dan perempuan,yang telah terikat tali pernikahan. Mereka telah resmi menjadi suami istri. Jadi pacaran ala Islam dilakakukan setelah pernikahan. Didalam Islam tidak mengajarkan tentang pacaran yang dewasa ini sering dilakukan remaja-remaja. Pacaran mendekati zina bila belum terikat perkawinan. Nah, berzina itu kan berdosa mas...ya kan?” Jawab Pak Ustadz.
“ Emm...begitu ya Pak Ustadz. Terus saya mau tanya lagi Pak Ustadz...Itu tentang berpacaran dengan dalih karena Allah swt itu gimana?” tanyaku.
“Tentang dalih itu....sebagaian remaja memang berdalih seperti itu waktu berpacaran. Berdalih karena Allah swt.... Mereka tidak tahu bahwa pacaran karena Allah adalah pacaran yang tidak takut kehilangan. Tetapi walau bagaimanapun pacaran tetap akan menjurus ke zina jika dilakukan sebelum pernikahan.” Jawab Pak Ustadz.

Sekali lagi aku terkejut. Dunia bagaikan mau runtuh. Aku yang sedang tergila-gila sama seseorang haruskah kukubur perasaanku ini dalam-dalam. Sungguh aku tak bisa. Sungguh berat. Satu sisi aku ingin berpacaran, tetapi disisi lainnya pacaran itu dilarang oleh agama. Hatiku bergejolak, aku tak tahu apa yang harus kulakukan apakah mengubur cinta ataukah mengesampingkan agama. Dua sisi yang sungguh berat untuk dipilih. Aku bingung bukan kepalang. Hatiku menjerit. Malam harinya, aku tak bisa tidur karena memikirkan pengajian tadi pagi. Kucoba merebah ke kanan kekiri untuk melupakan kata-kata Pak Ustadz tadi tetapi sial tidak bisa kulupakan. Selalu saja kata-kata itu terngiang-ngiang di telingaku. Aku sadar bahwa pacaran itu banyak sisi negatifnya. “Apa sih enaknya pacaran?” tanyaku dalam hati. Aku berniat untuk tidak mencari pacar dahulu sebelum aku mantap untuk berumah tangga. Ya.....mantap.
***

Keesokan harinya, aku berpamitan kepada ortu dan bersekolah seperti biasa. Di sekolah aku bertemu dengan genkku...Bala Kurawa...Dan tentu saja aku bertemu sama gadis pujaan hatiku, Lina. Sial bagiku, jiwa pacaranku kambuh. Kuingin ungkapkan cintaku padanya. Terlebih waktu kulihat senyum manisnya tersungging dibibirnya. Sungguh manis bagai bidadari dari surga. Mendadak kuingat kata-kata Pak Ustadz..

“ Astaghfirullah......sial..sial....!!!” seruku.
“ Kenapa Gur-gur?” tanya Moko.
“Ssstt...Bro Lina datang, katanya you cinta ma dia, go tembak ,Breeemmmm.....!!!” kata Yoga.
“ Iya Let’s go,Bro !”sahut Dan.
“ Lah…nanti ajalah males, setiap aku mendekat dia sukanya langsung lari…kapan aku bisa nembak kalau diajak ngomong aja susah. Gimana coba?”tanyaku.
“ Cemen loe Mbom.....masak kaya gitu aja dah nyerah. Yo mana jiwa Juvemu?” Kata Dur. “ He…Juve…Juve….Juve…kalah…ma Lazio….”
“ Heeh…. Menang Juvelah, Lazio kalah 6-0..hehehehe…”, ejekku.
“ Dah to…jangan kayak gitu. Kapan tembak-tembakannya ki?” sahut Lukman.
“ Cepet Ruh sebelum didekati ma Bartolo…!!!” kata King Dod.
“Lah telat Dod dah didekati ma Bartolo kan.ssttt....look Gur cemburu!” kata Bayu.
“ Lah , tadi gak mau cepet sih jadi keduluan orang kan yang nyamperin. Sekarang malah cemburu dah.....Gimana jal?” sahut Dan. “Dah to jangan sedih to...biasa ae besok-besok kan masih bisa...cup..cup...!!!”
“ Bukane sedih aku agi mikir ki,bingung...!!”sahutku jengkel.
“ Lah malah mikir pelajaran ae aja dipikirke pelajaran nyantai aja lagi.”kata Yoga.
“ Bukan pelajaran tapi tentang pengajian kemarin yang bilang bahwa pacaran itu gak boleh dalam Islam...jadi aku ragu-ragu PDKT ma Lina gimana jal?” jawabku.
“ Lah tentang itu pa Bro? Coba cermati lagi kata-kata Pak Ustadz....Kan ada kata-kata beliau tentang pacaran karena Allah. Gini, sekarang kamu bulatkan tekad untuk pacaran dengan cara jongkok....hehehehe...”, kata Dul.
“Serius nih Dul...!” seruku.
“Sorry, Sorry, Sekarang nyantai ajalah. Kita kan pacaran dengan tujuan yang baik aja. Dengan tujuan tidak mengumbar nafsu. Kan jadinya kita tidak mendekati zina kan? Ya, kan? Bereskan?” sahut Dul.
“ Sip Dul, gue setuju banget ma loe..gue setuju banget tu...gue..gue..setuju banget ma loe, Dul” sahu Dur.
“ Dah to Dur biasa aelah..kenapa? Sekarang gimana Bro?” tanya Dan.

Sial sekarang aku tambah bingung lagi mungkin memang tidak apa-apa jika pacaran karena Allah. Oke.....Mungkin itu akan menjadi pegangan ataupun prinsip pacaranku. Dan mungkin pacaran yang tidak dilandasi dengan hawa nafsu tidak akan menjurus ke perzinaan. Tapi aku masih bimbang. Ku termenung sejenak. Dan........

“ Oke.....Setuju Dul...kau benar...!!!” jawabku.
“ Sipppp.......!!!!!” seru Bala Kurawa serempak.
“ Sekarang semangat untuk PDKT lagi?Are you ready?” tanya Moko.
“ Siap!!” kataku penuh semangat.

Akhirnya kuputuskan untuk melanjutkan PDKT-ku sama Lina. Ya PDKT lewat SMS karena Lina tidak bisa diajak bicara langsung sebab mungkin dia malu ma aku. Karena telah ada gosip yang beredar tentang aku sama Lina. SMS....SMS...dan SMS....mungkin ini jalan PDKTku. Aku jadi bersemangat lagi untuk PDKT. Memang Bala Kurawa sering memberiku semangat untuk melakukan sesuatu. Dan setelah kupikir-pikir memang benar kata Dul tadi. Plus aku juga dapat memetik hal positif pacaran. Seperti : lebih semangat untuk belajar. Yap, pacaran dengan dasar bukan hawa nafsu. Itulah motto pacaranku. Yap, ayo semangat...!
*****

Malam harinya setelah selesai belajar, aku segera mengambil HP-ku dan SMS Lina. Seperti biasa kutanyakan kabarnya. Basa-basi saja. Intinya aku hanya ingin tahu bagaimana sifat Lina, apa kesukaannya dan apa yang tak disukainya. Dan semoga hal itu berhasil..Itu harapanku. Aku sungguh bersemangat.. Malang nasibku, Lina malah membalas SMSku dengan kata-kata yang...yah...dapat dibilang menyakitkan hati, memang tidak berkata kasar tetapi dia membalas SMSku sepertinya dengan terpaksa. Aku mengetahui itu dari kata-kata yang dia tulis. Aku mencoba bersabar. Lama aku SMS tetap aku tak mendapat apa yang aku cari. Aku memang tidak boleh memaksa dia untuk menjawab semua pertanyaanku. Aku sadar aku bukan siapa-siapanya. Aku sempat merasa putus asa. Aku mengirim satu pesan yang berisi permintaan maaf dan janji tidak menggangunya lagi.Tak berapa lama.....sebuah pesan tertampang di Hp-ku. “Lina” begitulah yang tertulis diHP-ku. Ya, aku tidak membalas SMSnya tadi. Aku diamkan saja SMS itu tidak aku baca sama sekali....Langsung kurebahkan badanku di kasur dan tertidur nyenyak..Tak kuhiraukan SMS dari Lina . Walau biasanya aku sangat semangat bila dapat SMS dari Lina. Aku terbang jauh ke alam mimpi. Esok harinya, perasaan putus asa masih membayangi benakku. Setelah mandi dan makan, aku berpamitan sama ortu dan pergi ke sekolah. Dengan gontai kuberjalan menyusuri jalan menuju sekolah yang hampa. Kulayangkan pandanganku ke sebuah bunga yang tumbuh dipekarangan rumah. Disana tampak dua kupu-kupu yang elok beterbangan di sekitar bunga. Kupu-kupu berkejar-kejaran seperti sepasang kekasih.

“Sungguh bahagia kupu-kupu itu...”, gumamku. “Andaiku bisa seperti kupu-kupu.. Atau andai aku menjadi kupu-kupu itu. Mungkin aku bahagia dengan orang yang aku cintai.”

Sempat terlintas pikiran seperti kurang bersyukur dibenakku. Menyesal menjadi manusia. Tetapi segera aku sadar bahwa segala sesuatu yang diberikan oleh Allah sudah selayaknya untuk disyukuri bukan untuk disesali.

“Astaghfirullah....apa yang aku katakan tadi..Ya..Allah maafkanlah hamba-Mu ini...Ya Allah...”, kataku.

Sesampainya di Sekolahan. Fitri segera menghampiriku. Sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu. Melihat senyum yang berkembang dibibirnya kiranya ada kabar baik yang akan ia sampaikan padaku.

“Hallo, Ruh..!! Gimana kabarmu hari ini?” sapa Fitri.
“Alhamdulillah, aku masih sehat, kuat, luar biasa.” jawabku penuh semangat.
“Heeh...semangatnya...biasa aelah..” , kata Fitri. “O iya...aku punya kabar bagus ki buat kamu...mau tahu? Ini tentang Lina.”

What? Tentang Lina? Jelas aku mau tahu. Aku gak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku. Aku masih jengkel ma Lina tapi mengapa rasanya aku selalu ingin tahu tentang dia. Walaupun begitu aku masih menyimpan kejengkelan dihatiku. Segera kujawab pertanyaan Fitri itu.

“Yap....boleh juga tuh...kalo boleh sih aku pingin tahu..”, kataku sambil menyembunyikan rasa jengkelku. Aku berusaha senyum kepada Fitri.
“Yah...masak gak semangat to....mana semangatmu tadi?” tanya Fitri.
“Heeheee.....ok! Siap dengarkan cerita bos...!” kataku.
“Nah, gitu dong. Begini kemarin aku pulang bareng ma Lina. Rumahku ma Lina kan satu jurusan. Jadi kita naik kopada bareng. Diperjalanan aku cerita-cerita tentang you terus kamu tahu gak gimana responnya?” papar Fitri.
“Ya...gak tahulah....”, jawabku lagi.
“Payah...gak mau nebak ki? Ok. Aku lanjutkan lagi ya....? Ternyata responnya sungguh menyenangkan bagimu. Dia sepertinya tertarik waktu aku bercerita tentang you. Gimana? Sepertinya ada rasa suka di hatinya...Nah, waktu aku tahu itu langsung...aku ledek dah...aku tanyain bener gak dia juga suka ma kamu...tetapi dia gak mau ngaku juga. Nah, setelah aku tanya...tanya...dan tanya...Gua introgasi tu..hehehe....ternyata dia tertarik ma you. Heehehehe...keren.. Dia ngomong sebenarnya dia juga suka ma kamu tapi dia malu ma kamu dan gak mau jadi pacarmu..karena dia merasa gak pantas menjadi pacar kamu.. minder..dia Cuma ingin jadi TTM kamu aja. Tapi TTM lewat SMS... Yang terpenting cintamu gak bertepuk sebelah tangan kan?” kata Fitri.

Benarkah yang dikatakan Fitri tadi? Apa benar Lina juga suka ma aku? Aku sungguh terkejut waktu mendengar kabar dari Fitri tadi. Sungguh terkejut. Perasaan jengkelku kepadanya seakan hilang entah kemana. Yang ada sekarang hanya perasaan cinta yang menyebar ke seluruh tubuhku. Seakan ada suatu kekuatan yang masuk ke dalam tubuhku. Akupun tersenyum kepada Fitri.

“Lah....Ruh.... malah senyam-senyum ae. Gimana kabar dariku bagus gak? Wah kalo kamu ma Lina jadian aku seneng banget tuh...jadi ada 3 couple di kelas kita...aku dah ma Yoga. Ada lagi Rani ma Adi terus kamu ma Lina. Wah seru ki... Apa lagi kalo Dan besok punya pacar tambah lagi couplenya... Jadinya asyik. Kita bisa berbagi, bercerita atau bahkan saling ejek...hehehehehe..... ” canda Fitri lagi.
“Bagus.....bagus banget Fit. Thanks banget ya dah mau memberi info yang sangat berguna bagiku. Halah. Hehehehehehe.... O iya, kalo kamu punya info tentang dia lagi aku diberi tahu ya...soalnya waktu aku cari info langsung dari Lina. Dia sepertinya malu dan gak jawab SMS pertanyaanku malah tadi malam aku diajak tebak-tebakan..bukannya jawab malah ngajak tebak-tebakan... Ya asyik sih tapi kan gak sesuai yang aku harapkan...” kataku.
“Lucu.....malah tebak-tebakan ya....tapi ya gak masalah,Ruh.....kan dengan tebak-tebakan mungkin kamu dapat semakin dekat ma dia. Ya kan....?” lanjut Fitri.
“Iya benar juga ya...” kataku. “Ya udah...sekarang ke kelas dulu yuk...berat ki tasku...dari tadi aku gendong terus... Kalo gendong Lina sih gak apa-apa walau berat sekali...hehehehe....”
“Kamu ki....yang lagi berbunga-bunga hatinya... emmmm.....enak ya....ya sana ke kelas, aku mau ke kelas E dulu aku ada urusan di sana.....See you in the class”, kata Fitri
“See you...”, balasku.

Sambil melangkah menuju ke kelas kupikirkan apa yang dikatakan oleh Fitri tadi. Tentang Lina....Lina....dan...Lina.... Aku sungguh tak percaya apa yang dikatakan oleh Fitri. Lina juga suka ma aku.

“Benarkah Lina juga suka ma aku? Tapi kenapa dia gak merespon setiap kali aku mendekatinya?” gumamku. Sambil melangkat pelan-pelan menuju kelas.

Aku terus memikirkan hal itu... Aku sangat berterima kasih pada Fitri. Dia selalu memberi informasi tentang Lina... Ya, memang Fitri sepertinya ingin sekali melihat aku jadian ma Lina. Dia seperti seorang penghubung antara aku dan Lina yang selama ini misscomunication. Dia sangat bersemangat sekali dalam hal menjodohkan seseorang....

“Kalo berjalan jangan melamun mas....lihat jalan...!!!!” tegur Bu Anifah.
Aku tersentak kaget.
“Bu Anifah...Pagi Bu....”, sapaku.
“Pagi...kok pagi-pagi dah melamun...melamun siapa?” tanya Bu Anifah.
“Hehehehe....bukan melamun, Bu. Tapi sedang berpikir. Hehehehehe....”lanjutku.
“Lah sok-sokan mikir segala....”, kata Beliau.
“Biasa anak muda, Bu..hehehehe...Mari Bu..”, candaku.
“Nggih mangga....”, Kata Bu Anifah.

Akupun mengambil langkah seribu. Menuju ke kelas. Di kelas sudah banyak teman-temanku yang datang. Dan juga Lina. Aku sedikit grogi saat masuk ke kelas. Karena kata-kata dari Fitri tadi. Tentang Lina. Perasaanku sungguh senang bukan kepalang. Seakan-akan tubuhku terbang sampai ke langit tingkat tujuh. Aku jadi salah tingkah waktu dia memandangku dan give hersmile. Seakan pernyataan yang dilontarkan Fitri tadi memang benar. Fiuh...aku jadi semangat lagi. Kubalas senyumnya. Lalu, akupun menuju ke tempat dudukku. Sepanjang pelajaran terus kupikirkan pernyataan Fitri tadi. Sampai-sampai aku senyum-senyum sendiri. Aku tidak tahu jika dari tadi Dan, Yoga yang duduk di belakangku, dan Tedy yang duduk di sampingku memperhatikan aku.

“Dor....melamun ae...melamun Lina ya...cah? Sekarang lagi pelajaran oiy”, seru Yoga. Seruan Yoga tadi membuatku kaget.
“Ada kabar gembira apa ki Ruh? Kok kayaknya dari tadi aku perhatikan senyum-senyum sendiri. Jangan senyum-senyum sendirilah Ruh! Nanti kayak Dul senyum-senyum sendiri,” sambung Dan. “Iya, lihat ke atas kemudian.........”
“Ngguyu dewe...” canda Dan dan Yoga bersamaan. Kamipun tertawa.
“Ssssstttt.....diam cah. Agi pelajaran oiyyy..”tegur Dul. Kami semakin tertawa.
“Kok malah tertawa ngakak...apa ada yang lucu?” tanya Dul.
“Gak...gak ada...dah sana perhatikan pelajaran ae..!” sahut Yoga sambil tertawa.

Dul memang memiliki kebiasaan yang aneh. Kadang-kadang pada waktu senggang dia sering senyum-senyum sendiri. Tidak tahu apa yang dia lihat. Kadang dia melihat ke atas kemudian senyum-senyum sendiri. Dur bilang Dul sering senyum-senyum karena melihat bidadari atau peri yang sedang senyum padanya. Tapi itu hanya dugaan saja hanya untuk lelucon. Karena kebiasaan Dul yang murah senyum itu ia di juluki King of Smiling.
Pada saat jam istirahat, aku bersama Bala Kurawa pergi ke kantin sekolah. Sambil berjalan kuceritakan kata-kata Fitri tadi pagi kepada Dan.

“Wah, kesempatan bagus, Bro. Nanti malam langsung tembak aja biar dia gak berubah pikiran lagi. Gimana?”, usul Dan.
“Duh, gimana ya Dan, aku belum siap. Belum kurangkai kata-kata yang pas untuk dikatakan kepadanya”, sahutku.
“Yah, gimana Bro? Kesempatan emas lho,Bro”, lanjut Dan.
“Ya, nanti aku pikir-pikir lagi lah”, kataku.

Sepanjang hari kuterus memikirkan Lina. Yah, mau bagaimana lagi, sepertinya jiwaku ini telah terkontaminasi dengan cinta yang membara sehingga aku tak bisa melupakannya sebentar saja. Hanya sedetikpun kutak bisa lepas dari bayangnya.
******

Malam harinya, setelah kupertimbangkan dengan matang-matang akhirnya. Kuputuskan untuk menyatakan perasaanku. Sebenarnya aku ingin sekali mengungkakannya secara langsung tetapi Lina selalu lari jika aku mendekatinya. Terpaksa SMS adalah sarana yang aku gunakan untuk melakukannya. Pertama kucoba berbasa-basi. Setelah itu aku menulis sebuah kata yang menyatakan perasaanku kepadanya...

Malam yang kelam datang, kutermenung sendiri.
Hawa dingin menggerogoti rusuk-rusuk tulangku.
Sepi terus menghadang dihadapanku
Kumendekap hampa tanpa cinta
Terus merenung tanpa arah
Terus menggambar dilangit yang terus legam
Dan terus terdiam, termenung tentang cinta
Ku tlah berimajinasi tentang cinta
Ku memang inginkan seorang yang dapat bersamaku
Dalam suka duka
Ku memandang langit, di sana tertampang jelas
Sangat jelas...
Wajah seseorang yang kucinta..
Yang sekarang ini ada di dalam hatiku...
Dan itu adalah engkau..Lina.....
Kau yang selalu kupuja
Maukah kau menemaniku disetiap langkahku?

Begitulah sebuah puisi yang kurangkai untuk mengungkapkan perasaanku kepada Lina. Setelah itu, “Kirim”. Kukirim pesanku kepadanya. Aku sangat berharap dia mau menerimaku. Lama kumenunggu, akhirnya....sebuah SMS datang diHP-ku. “Lina” begitu tertulis diHP-ku. Hatiku berdetak tak menentu. Maklum ini adalah kali pertama aku mencoba untuk mengungkapkan perasaanku kepada seseorang yang aku cintai. Kubuka SMS dari Lina. Kiranya begini balasan SMS darinya....

Emm...aku pikir-pikir dulu ya,Ruh...
Soalnya aku masih ragu-ragu.
Kira-kira satu tahun lagi baru aku beri tahu jawabannya.
Ini adalah keputusan yang sangat, sangat, dan sangat berat
Jadi aku harus berpikir matang-matang
Ini masalah masa depan juga.

“Satu tahun? Satu tahun katanya aku harus menunggu jawaban darinya. Gila ya dia! Emang aku apaan? Mau apa sih dia.....Kata Fitri dia suka ma aku, tapi sekarang dah aku tembak malah dia gak langsung menerimaku...pengin aku hajar !” ceritaku penuh emosi pada Dan, Tedy, dan Yoga keesokan harinya.
“Hah, satu tahun? Berarti kita dah lulus dong? Ya, gimana tuh?” sahut Yoga.
“Sabar..sabar... santai aja Bro paling dia lagi mau ngetes kamu. Apakah kamu benar-benar cinta dan sayang sama dia atau cuma main-main saja. Soalnya banyak cowok yang suka main-main cewek. So, paling dia kawatir aja ” , sambung Dan.
“Yap, santai aja Bro, berhasil-berhasil jangan emosi dulu dong.. yang penting kamu terus buktikan ma Lina kalau kamu sayang ma dia”, lanjut Tedy.

Emosiku tak sedikitpun meredup. Tak Kuhiraukan kata teman-temanku. Aku sudah gak bisa kendalikan emosiku. Jengkel, sungguh jengkel sekali hatiku kepada Lina. Kata-katanya pada Fitri sungguh manis. Tapi perilakunya menyayat hati. Aku tak bisa lagi bersabar untuknya. Kesabaranku lenyap tak berbekas. Aku memutuskan untuk menghentikan “Perburuan Cintaku”. Aku sudah capek menunggu. Sangat capek...

“ Cah, aku dah malaslah bicara tentang cinta.. Aku capek terus ngejar-ngejar Lina. Tak ada gunanya. Toh, mungkin Lina memang bukan untukku..So,aku akhiri saja perburuan cintaku...”, kataku sambil tertunduk lesu.
“Lho, jangan begitu dong. Jangan putus asa dulu. Aku yakin Lina akan menerimamu..Ok?” sahut Dan.
“Tapi aku dah capek..!!Capek..!! Aku seperti tidak dihargai…seperti sampah..Kalian gak merasa bagaimana sakitnya hatiku ini ”, seruku penuh emosi yang meledak. Aku berlari meninggalkan teman-temanku.
“Ruh....tunggu...!” seru Dan. Mereka, Dan, Tedy, dan Yoga, mengejarku.
“Ruh..tunggu...Kami tahu perasaanmu. Kecewa, sangat kecewa. Tapi tenang dulu Ruh...!” kata Tedy.
Aku mulai tenang.
“Ok. Kalo kamu memang ingin menghentikan perburuanmu gak masalah...Toh memang kalo Lina jodohmu, dia akan terus bersamamu. Ok?” lanjut Tedy.
“Santai Ruh...Walaupun Lina tidak kau miliki, tapi kamu masih punya kami sebagai temanmu. Kami selalu siap membantumu ”, kata Yoga.
“Ya benar, Ruh” sambung Dan.
“Ok..Thanks myfriend. Sip...”, kataku.

Benar juga kata Yoga, walaupun aku gagal mendapatkan cinta Lina tetapi aku masih punya teman-temanku, Bala Kurawa, yang selalu kocak. Yap, Kuhentikan perburuan cintaku. Sudah kuputuskan itu. Tapi perasaan sayangku kepada Lina tidak bisa terhapus dibenakku. Dia akan selalu hidup di hatiku. Aku masih berharap dia mau menerimaku. Harapanku tak sebesar dulu. Karena kutahu peluang aku diterima sangatah kecil.

Seminggu setelah aku menyatakan perasaanku, Lina mengirimkan SMS kepadaku yang isinya :

Sebenarnya berat untuk mengatakannya kepadamu....
Tentang keputusanku mengenai pertanyaanmu waktu itu....
Aku tak tahu keputusanku ini akan menyakitimu atau tidak.....
Emmm.........aku sebenarnya juga sayang ma kamu....
Aku tak menolak jika kau jadi pacarku......

Aku kaget bukan kepalang. Aku tak percaya. Aku bagai terbangun dari mimpiku. Mimpi yang indah dan menjadi kenyataan.

“Berhasil? Yes, berhasil dapat.......check mat......akhirnya aku bisa mendapatkan satu tempat dihatinya..cihuy....!!!” sorakku setelah membaca SMS.

Memang aku sangat ingin sesegera mungkin mendengarkan jawaban seperti itu. Akhirnya, kudapatkan juga. Mengapa tidak dari kemarin dia menjawabnya? Mengapa baru sekarang? Disaat aku sudah memutuskan untuk menghentikan perburuan cintaku? Tapi tak mengapa, yang terpenting sekarang aku sudah bisa mendapatkan cinta Lina.
Esoknya, aku memberi tahu Dan, Tedy dan Yoga.

“Yang benar Ruh? Kamu dah jadian ma Lina?” tanya Tedy tak percaya.
“Ya, iyalah Ted..sip kan?”, jawabku.
“Sip....sip banget Ruh...sekarang dah resmi dah Lina dan Guruh..”, kata Yoga “Tidak sia-siakan perjuangan kamu menjadi pemburu cinta?”
“Selamat Ruh, o iya satu pesanku ya...jangan sekali-kali mempermainkan perasaan cewek..ok?” kata Dan.
“Ok Dan aku takkan pernah mempermainkan perasaan cewek. Sip..!” janjiku.

Akhirnya kudapatkan juga cinta Lina. Memang dengan perjuangan yang sangat melelahkan. Melawan diriku sendiri yang terus bimbang. Apakah akan segera mengungkapkan atau tidak jadi mengungkapkan. Melawan emosiku yang terus bergejolak. Kini impianku untuk mendapatkan seorang pacar terwujud. Yap, dengan penyataan Lina lewat SMS aku telah mendapatkan seorang pacar. “Welcome to myworld ,Lina”

Your rating: None Average: 4.7 (3 votes)
dikirim Alamovic 27 minggu 6 hari yang lalu
Tag: