Mimpi… hari saat mimpiku dimulai. Sinar mentari menembus celah dedaunan. Salju… sebuah kota berselimut salju… mimpi…
Read more (555 words)
Untuk kesekian kalinya di tempat itu, Adam membaca tulisan pada secarik kertas di tangannya. Sesaat ia berdiri mematung di depan asrama SMA Nusa. Sekali lagi dia membaca kertas yang sedari tadi dia pegang.
“Ada yang bisa saya bantu, Nak?” Adam menoleh. Dilihatnya sesosok tubuh tua yang agak kurus sedang memegang cangkul berdiri didepannya. Dia mengangguk lalu menyerahkan kertas yang sedari tadi dia pegang. Orang tua itu membaca kertas itu dengan seksama lalu tersenyum.
“Oh… kalau cari tempat ini sih kelewat jauh. Dari sini jalan terus sampai ada pohon beringin lalu belok kanan. Begitu lihat gedung beratap biru, belok terus sampai di ujung.” Orang itu mengembalikan kertas itu lalu tersenyum ramah. “Tempat ini memang luas. Tapi kalau sudah biasa pasti gak akan nyasar lagi.” Orang tua itu melangkah pergi dengan santai sambil bersiul riang.
Setelah berjalan beberapa menit, dia kembali berhenti. Setelah melihat sekeliling, dia sadar bahwa dia tersesat lagi. Tiba-tiba seorang gadis menyapanya.
“Hai!” Adam berbalik. ”Anak baru yah?” Gadis itu menyapanya dengan halus. “Kenalin, nama aku Rini. Ada yang bisa aku Bantu gak?”
Adam menyerahkan lembaran kertas itu. Rini membacanya dengan seksama lalu tertawa.
“Ha…ha…ha… kamu kenapa bisa nyasar sampai sini sih? Asrama putra tuh di sana.” Dia menunjuk sebuah gedung besar di kejauhan.
“Itu dapur besar. Dari sana terus saja. Begitu liat pohon beringin belok kiri.”
Adam mengangguk tanda mengerti. Diterimanya kertas tadi lalu mulai melangkah pergi.
“Nama kamu siapa?” teriak Rini setelah berjalan agak jauh.
“Adam” Jawabnya singkat.
***
“Guys, tadi aku ketemu sama orang aneh.” Rini mengabari pertemuannya dengan Adam pagi itu.
“Gimana? Orangnya ganteng gak?” Rini bertanya sambil membereskan pakaiannya di lemari. Tangannya dengan lincah mengatur letak pakaiannya yang lumayan banyak itu dalam lemari mungil berwarna krem.
“Lumayan” Rini tersenyum manis. “memang ganteng sih, cuman rada-rada aneh gitu.” Tambgahnya.
“Maksudnya?” Tary mulai tertarik. Diletakkannya novel yang sedari tadi dia baca.
“Ya aneh gitu deh. Waktu aku dapat, dia lagi nyasar. Masa nyari asrama cowok nyasar sampai dapur kecil asrama cewqek. Padahal dia punya denah sekolah. Itu kan aneh.” Dahi Eva yang sedari tadi diam tiba-tiba mengerut. Pikirannya berkecamuk.
“Eva! Lagi mikirin apa sih?” panggilan Rini membuyarakan lamunan Eva.
“Udahlah, ayo kita ke dapur kecil! Lapar nah.” Ayu berjalan keluar dari kamar mereka.
“Ayu! Kamu tuch kayaknya gak pernah kenyang dech.
“Betul banget tuh. Ntar kamu bisa bulet lho.”
“Huh. Kamu sendiri kan juga bulet.”
“Tuh kan. Tapi kalau kamu bener bulet?”
“Biarin aja.”
“Gimana kalau gak ada yang mau ama kamu?”
“Jodoh itu urusan Tuhan.”
***
“Assalamualaikum!” Adam memberi salam saat menemukan kamar yang dia tuju. Sudah berjam-jam dia berkeliling kompleks asrama untuk menemukan kamar itu. Dia masuk lalu meletakkan ranselnya di atas tempat tidur. Barang-barangnya telah keluar sebagian besar ketika sebuah suara menegurnya.
“Itu tempatku!”
Adam berbalik dan dilihatnya tiga orang siswa sedang berdiri di pintu. Orang yang ditegurnya agak gemuk lalu berambut pendek. Orang dikanannya mengenakan kacamata dan menenteng papan catur. Di samping kirinya terlihat satu orang lagi yang sedang mendengarkan musik lewat head phone.
Tanpa banyak protes Adam memindahkan barang-barangnya yang telah terlanjur dia keluarkan.
“Anak berkacamata menyapa Adam. “Yos Arisandi. Yang itu Dedy, sedang yang lagi dengar musik itu Adhy. Nama kamu siapa?”.
“Adam” jawabnya singkat.
***
Continue from this post:
(856 words) posted by
addang13 1 year 50 weeks ago
Rating Views: 160 reads
Comments: 2
Rating:
Favorites You have to login to access this feature
click here Flag You have to login to access this feature
click here
(1037 words) posted by
addang13 1 year 49 weeks ago
Dari segi cerita, aku nyerah, deh. Mungkin, deskripsi aja yang kurang (yah, deskripsi jadi kambing hitam, keciaaan...).
Dari segi teknik, ini kelihatan banyak banget belangnya (wuih)! Yang perlu kamu lakukan adalah:
(1) Benahi paragrafnya.
(2) Periksa ketikannya.
(3) Jangan lupa benahi judul (masa cuma "chapter 2" aja?)
cool