New Page 1
Tubuh ini begitu lemah
seakan enggan untuk hidup
sakit...
begitu sakit...perih terasa
tertancap sudah belati itu, di ulu
hati
tertoreh sudah luka itu, membekas
dalam
airmatapun tak sanggup hanyutkan
luka
Cinta...
ternyata senyum itu bukan untukku
tawa itu bukan milikku
tamaknya hati ingin memiliki
semuanya
Lalu...
untuk siapa senyummu itu?
milik siapa tawamu itu?
dengan lembut engkau berucap
"Milik teman baikmu"
Rating
Comments: 10
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
^_^
Puisi realisme dengan bahasa realis.
Karena catatan penulisnya sudah berpesan, sedang menulis kepedihan hati.
Memang sesuatu yang pedih cukup ditulis apa adanya.
Maap...polah kata dlm puisi ini kok sederhana dan polos skali yah...seakan-akan hanya menjadi sebuah paparan yg datar dr hapalan kalimat2 tuk sbuah kondisi hati yg pedih...
(maap lagi...itu kesan yg sy dapat, kurang bisa menguras rasa hati..)
-peace-
wew wowowowo
epick pisan oi
lihat karya ku juga ya mbak ^^
wohoho.....sabar ya mba...
Komentari puisi saya donk mba ^o^
Ngueh...
pengalaman cinta emang ada yg menyakitkan... - -
.....
aku tau rasa itu?!
bayak tulisan yang bertema cinta.
karena cinta, adalah ilmu yang di miliki setiap orang...