kisah di tepian

38
points
"

Berawal dari kota kecil di pesisir selat Makasar....Sengata.

"

Alkisah terdamparlah seorang gadis di kantor Bappeda Kutai Timur. Sang gadis termenung meratapi nasibnya untuk bertemu dengan Pak Ordy (Kepala Dinas Planologi) demi masa depannya. (lagi nyusun skripsi ceritanya...)
Di suatu tempat, di sudut ruang Fispra berkumpullah sekelompok pria gagah nan tampan. Dengan suara lantang sang pria tampan, tinggi, gagah dan berkacamata bertanya..."Namanye siape non?" sang gadis rupawati menjawab "Intan..bang!" (bang..bang..emangnya tukang bakso!)
Bermula dari percakapan itu..hari demi hari...tlah terlewati namun dirimu selalu dihatiku...kau pujaanku..kau bidadariku....(lho...kaya lagunya STINKY)....hahahaha!
Kian hari kian berlalu, dalam teriknya siang... sang pria tampan selalu menemani hari-hari sang gadis menanti bertemu Pak Ordy, dalam gelapnya malam.... sang pria tampan selalu menemani sang gadis cangkrukan di Town Hall. (kaya taman bungkulnya suroboyo.... tapi itu dah paling “WAHH” disono).
Hingga akhirnya, suatu kisah baru... terjadi di sudut kota tepian...Samarinda!
Di jalan Antasari Gang Mawar sang gadis berasal, naik taksi hijau turun di persimpangan Mall Lembuswana..... tak disangka....tak dinyana.... sang pria tampan berkacamata dan pria gagah berbobot 90 kg menunggu sang gadis dengan memegang kastok di kedua tangannya... ternyata kedua pria menunggu sang gadis di swalayan Matahari.... "sambil milih-milih baju.. bo' !" (koq jadi ketularan si Markus).
Sang gadis manis berjilbab terharu melihat kedua pria... menunggunuya dengan penuh kegembiraan..! (padahal lagi bingung milihin baju buat pak Muksin!) hahahahaha....!
Dari petualangan di istana Mall Lembuswana, ...petualangan berlanjut di suatu tempat dekat jalan Imam Bonjol..maju dikit trus ada simpang empat belok kiri..belok kanan...luruuusss.... dan sampailah di Samarinda Citra Plaza yang berlantai lima.
Di depan kain yang terbentang luas.. menontonlah sang gadis dan kedua pria tampan... sebuah film yang bergenre horor berjudul "HANTU"! (btw tapi pelemnya lucu...hahahaha!)

Keesokan harinya, sang pria tampan bermaksud tuk kembali ke asalnya di pesisir selat Makasar! Tetapi sayang tidak jadi...! =)
Petualangan masih berlanjut, kedua pria gagah menunggu dengan sabar dan berkeringatan di depan jalan kediaman sang gadis... demi untuk diantar makan di warung yang menjual hidangan Soto banjar ato Sop Banjar... (sebetulx sama, bedanya cuman nasi ma lontong).
Setelah kenyang menyantap hidangan... ketiga anak manusia tersebut naik taksi lagi ke suatu tempat dekat jalan Imam Bonjol..maju dikit trus ada simpang empat belok kiri..belok kanan...luruuusss.... dan sampailah di Samarinda Citra Plaza yang berlantai lima.
Kesempatan kali ini masih tetep nonton kain yang terbentang luas.. kali ini film "The Bourne Ultimatum".
Jejak kaki sang gadis masih berlanjut di suatu ruang.... AMAZON..! (red:kaya Timezone)
Sang gadis merasa hidup menjadi manusia yang baru lagi setelah lama berada dalam keterasingan kota Samarinda.
Di balik terbenamnya sang mentari... kian dekat... kian larut... tak terasa perpisahan sementara di kota tepian antara sang Gadis cantik berjilbab dengan pria gagah nan tampan berkacamata dan pria tegap berbobot 90 kg, akan segera terjadi!
Sang gadis manis dengan tegar mengucap kata berpisah...."Ati-ati yo Mas!"
"Nggeh adikku, sami-sami!" balas sang pria.
Akhirnya kedua pria tampan berlalu dari hadapan sang gadis dengan penuh harap kan dapat bertemu lagi dan berharap sang gadis mampu menentukan jalan hidupnya dengan bijaksana dan selalu ingat dengan sang "Pencipta".
..
..
..
End

NB:
Semoga kamu bisa berpikir mana yang terbaik buat kamu!
Memikirkan diri sendiri dalam saat dan kondisi tertentu bukan berarti kita egois!
Inget... kamu juga harus bahagia!

Your rating: None Average: 6.3 (6 votes)
dikirim aancyber 31 minggu 4 hari yang lalu
Tag: