Bikin haru, iya. Tapi ada beberapa ketidaktepatan, juga iya. Well, memang ga ada yang sempurna di dunia ini. Tetapi, apa salahnya jika kita berusaha menjadi sesempurna mungkin yang bisa kita capai.
Sekali lagi, aku tegaskan. Cerita ini menyentuh. Jika pembacanya ingin lebih terhanyut, bisa mencoba metode saya. Bacalah seperti layaknya kamu (pembaca) yang berdialog. Aku suka cara membaca seperti itu jika kuanggap cerita tersebut perlu penghatan lebih.
Tetapi, sekali lagi pula aku tekankan, bahwa cerita ada sedikit (yah, sedikit, kok, jangan kecewa) ketidaktepatan. Dalam segi ketikan, sudah pasti. Terdapat beberapa kalimat yang berdempet dengan titik dari kalimat sebelumnya. Kamu juga masih bingung dalam penggunaan partikel "di" dan "ke". Ingat, pokoknya kalau merujuk tempat atau sesuatu (menunjuk, deh, pokoknya), kedua partikel tersebut dipisah dari kata yang mengikutinya!
Selain itu, aku juga ingin memberikan sedikit koreksi. Dalam paragraf ketiga (kalo ga salah). Ada sedikit kejanggalan ketika kamu menjelaskan penyakit sang ayah. Tiba-tiba aku disodorkan "satu bulan lalu" padahal sebelumnya "enam tahun lalu". Jika tidak ingin ribet, ubah saja sedikit kalimatnya untuk menghindari kesan melompat. Menjadi: Sosoknya yang gagah dan tinggi besar itu sudah tak nampak lagi, penyakit yang dideritanya pun tak kunjung sembuh padahal sudah lewat satu bulan.
Akhir kata, di sini aku seharusnya berterima kasih telah memperkenankanku berkomentar sepanjang ini. Semoga ANNISA mau menerima. Jangan jadikan ini penghambat untuk terus berkarya!
emg sult menerm kenyataan hars ditggl selama2nya o org yg plg kt cintai y,
sm dl jg gw gt tp yg bd klo gw adalh ibuku, n itu terjadi wkt gw umr 1 thn wkt itu gw gk ngerasa sdh tp skrng tiap kali ngeder kata2 ibu atau yg buat ingt aj pasti gk kuat air ini jth membshi pi2 ini,
scara kslrhn bgs n sgt menyth intinya ortu segalanya ia gk
hidup para ortu!!!
Babe q juga segalanya bagi q. Yang tabah ya ? babe q juga kena stroke sejak agustus tahun lalu dan kamu menceritakan mimpi buruk yang selalu menghantui q selama ini. Aq mungkin ga akan setabah kamu melaluinya, aq pasti gila kalo ditinggal babe....
Tidak seperti cerita sebelumnya, awalan di cerita ini aku rasa agak samar-samar ya?? Apa karena pikiran aku yang sedanag galau ini hingga tidak bisa berimaginasi?? Tiga kali baca baru sadar kalo itu kuburan >_< Ku kira tanah yg mau dijual...
LET'S CUT IT OUT!! menurut aku awalannya menarik kok
>> Semenjak hari dua itu bapak jadi sulit buang air besar (BAB)
Apakah perlu diberi penjelasan kalau Buang Air Besar itu BAB?? Menurut aku yg di dalam kurung itu nggak perlu deh?? Sebagian besar orang rasanya sudah cukup jelas dengan istilah Buang Air Besar...
Terus ada sedikit (sedikit kok nggak banyak) kalimat yg menurut aku masih kurang pas......
Bikin haru, iya. Tapi ada beberapa ketidaktepatan, juga iya. Well, memang ga ada yang sempurna di dunia ini. Tetapi, apa salahnya jika kita berusaha menjadi sesempurna mungkin yang bisa kita capai.
Sekali lagi, aku tegaskan. Cerita ini menyentuh. Jika pembacanya ingin lebih terhanyut, bisa mencoba metode saya. Bacalah seperti layaknya kamu (pembaca) yang berdialog. Aku suka cara membaca seperti itu jika kuanggap cerita tersebut perlu penghatan lebih.
Tetapi, sekali lagi pula aku tekankan, bahwa cerita ada sedikit (yah, sedikit, kok, jangan kecewa) ketidaktepatan. Dalam segi ketikan, sudah pasti. Terdapat beberapa kalimat yang berdempet dengan titik dari kalimat sebelumnya. Kamu juga masih bingung dalam penggunaan partikel "di" dan "ke". Ingat, pokoknya kalau merujuk tempat atau sesuatu (menunjuk, deh, pokoknya), kedua partikel tersebut dipisah dari kata yang mengikutinya!
Selain itu, aku juga ingin memberikan sedikit koreksi. Dalam paragraf ketiga (kalo ga salah). Ada sedikit kejanggalan ketika kamu menjelaskan penyakit sang ayah. Tiba-tiba aku disodorkan "satu bulan lalu" padahal sebelumnya "enam tahun lalu". Jika tidak ingin ribet, ubah saja sedikit kalimatnya untuk menghindari kesan melompat. Menjadi:
Sosoknya yang gagah dan tinggi besar itu sudah tak nampak lagi, penyakit yang dideritanya pun tak kunjung sembuh padahal sudah lewat satu bulan.
Akhir kata, di sini aku seharusnya berterima kasih telah memperkenankanku berkomentar sepanjang ini. Semoga ANNISA mau menerima. Jangan jadikan ini penghambat untuk terus berkarya!
emg sult menerm kenyataan hars ditggl selama2nya o org yg plg kt cintai y,
sm dl jg gw gt tp yg bd klo gw adalh ibuku, n itu terjadi wkt gw umr 1 thn wkt itu gw gk ngerasa sdh tp skrng tiap kali ngeder kata2 ibu atau yg buat ingt aj pasti gk kuat air ini jth membshi pi2 ini,
scara kslrhn bgs n sgt menyth intinya ortu segalanya ia gk
hidup para ortu!!!
Biar pemarah ayahku banyak ngajarin
hal bagus yang aku sadar setelah dia pergi selamanya
Ayahku yang tersayang
Semoga di sana Engkau Bahagia
Lihatlah ananda..
Yang selalu mendoakanmu..
Babe q juga segalanya bagi q. Yang tabah ya ? babe q juga kena stroke sejak agustus tahun lalu dan kamu menceritakan mimpi buruk yang selalu menghantui q selama ini. Aq mungkin ga akan setabah kamu melaluinya, aq pasti gila kalo ditinggal babe....
Tidak seperti cerita sebelumnya, awalan di cerita ini aku rasa agak samar-samar ya?? Apa karena pikiran aku yang sedanag galau ini hingga tidak bisa berimaginasi?? Tiga kali baca baru sadar kalo itu kuburan >_< Ku kira tanah yg mau dijual...
LET'S CUT IT OUT!! menurut aku awalannya menarik kok
>> Semenjak hari dua itu bapak jadi sulit buang air besar (BAB)
Apakah perlu diberi penjelasan kalau Buang Air Besar itu BAB?? Menurut aku yg di dalam kurung itu nggak perlu deh?? Sebagian besar orang rasanya sudah cukup jelas dengan istilah Buang Air Besar...
Terus ada sedikit (sedikit kok nggak banyak) kalimat yg menurut aku masih kurang pas......
Secara keseluruhan, cerita cc ini menyentuh ^o^
Huahuahuahuahuahuahua.....
Komentari cerita saya juga yah cc