Tendens kehidupanku,kekuranganku,dan KAU lah diatas segala-galanya Tuhanku.
"TULISAN TANPA AKHIRAN
"Hati-hati". ucap pesan mu padaku, di saat aku akan pulang bekerja jam 7 malam.
"Mmm ada angin apa dia tiba-tiba sangat perhatian kepadaku," ucapku dalam hati. Inilah gadis yang ku idamkan dan yang pernah ku utarakan perasaanku begitu perhatiannya, sambil tak percaya dan keheranan kubergumam dalam hati sekali lagi.
Lalu sambil ku bergegas dan melangkah bersama temanku kutinggalkan tempat kerjaku menuju tempat parkir. Berbagi cerita dengan temanku, dan tak lupa bersenda gurau obat mujarab pelepas lelah bergelut dengan 8jam kerja.
"Ok kita ke rumah Paul", ucapku.
"Jadi ! sambil nunggu jemput pacar gue".
"Berangkat" , ucapku
Dengan bermodal roda dua temanku aku membonceng, tancap gas dan sampailah di rumah Paul.
Ketika terjadi percakapan tiba-tiba aku berucap sendiri sambil ku melepas baju,
"uh gerah", ucapku sambil telanjang dada.
Cuaca pada malam itu panas dan sedikit agak mendung,dan akupun sangat menikmati suasana pada malam itu karena keakraban dan kehangatan suasana, sudah lama tidak pernah bertemu Paul dan main kerumahnya, dan inilah suasana yang tertulis begitu saja.
Walau sederhana tetapi sedikit bermakna, setidaknya terlihat keadaan kita bertiga pada saat itu baik-baik saja, disaat kubertelanjang dada tiba-tiba Paul berkata sambil intruksi kepada kakaknya dengan sedikit agak bercanda.
“Makan!”.
"Sekalian kasih beras" ucap Paul kepadaku,
dan akupun mendengarnya sambil cengar-cengir dan balik berkata menjawab.
"kita kan sama-sama anak yatim ,sombong banget sih pakai ngasih-ngasih beras segala".
Tibalah pada saatnya aku berdua dengan temanku makan mie goreng minum teh manis, dan duduk diatas tembok berbentuk hurup L. Dengan nikmat dan santainya kunikmati makan dan minum seadanya.
Selesai makan, berbicara ngalor-ngidul tak terasa waktu. Pada saat itu malam sepertinya bergerak cepat bagaikan kilat.
Temanku agak khawatir,
"jangan-jangan jam 10 lewat, bisa-bisa nggak jadi jemput belahan jiwa" mungkin ucapnya dalam hati.
"Jam 10 lo nggk jemput" ucapku ?.
"Iya nih, gue jemput sekalian pamit" ucap temanku.
"Luh mau sekalian bareng pulangnya nggak?",sambil menuntun roda 2nya untuk di arahkan keluar pintu gerbang. Dan siap bergegas kearah tujuan yang di maksud.
“nggak biarin deh gue disini!”, ucapku.
Dengan hilang dan pulangnya temanku tampaklah pada awan gelap,pohon jati-
menjulang tinggi seolah ingin terus menembus langit.Tak mau kalah gedung-gedung tinggi siap merengkuh awan, tiba-tiba gerimis, mengganggu konsentrasi Penglihatanku, dan menghapus angan-angan yang menjulang terus menerus Membungkus langit.
"Banyak nyamuk", masuk ke kamar aja, ajak Paul kepada ku.
"Ayo, gue juga di gigit nyamuk nih,udah gitu gerimis juga lagi”.
Aku pandangi sekeliling kamar Paul yang berukuran 4x2 meter. Kulkas kecil,photo-
Al-Ghajali filsuf ke namaan islam ,kasur, bantal,tv,lemari,kipas angin, aku rebahkan-
badan ku berbicara ngalor-ngidul, sambil menonton tv program acara Republik mimpi-
Terkekeh-kekeh aku dan Paul lihat ulah Jarwo kwat cs,metro tv produk punya, tiada hari tanpa berita .
Dan berita mu hari ini tidak ada, berita romantis mu berganti kebencian, kebencian akan-
kesulitan hidupku,dan hal yang lainnya.
Keanehan dalam kegaiban dunia, memang cerita yang tanpa akhir, membuat pembaca penasaran dan akan menunggu ,dan akulah si pembaca itu.
Tak lama kemudian setelah ku menerawang jauh menembus daya imagiku, Paul tidur ku asik ganti channel ke channel yang lainnya ,jam menunjukan ke angka 1 tepat.
Ku berubah pikiran untuk segera tinggalkan rumah Paul dan pulang menuju rumahku yang tidak begitu jauh.
Tulisan ini memang agak sedikit kekurangan , tetapi catatan karaktermu masih tertulis di lembaran ini suka mode, ceplas-ceplos, rame, humoris, bila datang maunya agresif, cepat mau tahu, to the point, gampang ngelupain orang, arogan, simple, tomboy, nggak suka rokok, nggak on time, bohong, sosialisasi, pasif terhadap nasib, no knowledge, nggak suka detail, temperamental, nggak punya prinsip, communicatif, dan curi-curi perhatian.
Memang semua tiada yang sempurna, aku lihat lembaran ini yang berceceran dan ku salin di rumahku,
"dari pada nggak ada kerjaan”ucapku dalam hati.
Terus menulis di kesendirian memang telah menderaku ketika aku di hadapi oleh kejadian-kejadian yang ganjil, di tinggal jaman yang menuntut kesempurnaan hidup.
"Aku di sini", bukan berada di rumah .
"Lho kok aku di sini", aku keheranan sendiri di dalam keanehan atmosphere isi dunia, jalanan tanpa ujung, taman penuh pohon beserta
bangku untuk santai.
Waktu berubah sekejap seketika, ketika aku bingung memutuskan untuk menempuh hidup untuk serius melangkah ke jenjang pernikahan.
Masih teringat di kepalaku kau berkata: "
aku nanti ingin usaha warung saja,”
"Oh ya",jawab ku.
Dan kau pun pernah berkata kepadaku bunga tulip,
"memang benar kau serius dengan ku dan jangan di pikirin tentang yang lainnya, yang penting semangat".
Kau pun pernah takut Ketika ku telepon ,
"Hallo...ini engkau kan...ada apa" ucapku.
"Aku lagi di rumah sakit...…adik ku sakit…...”,ucapmu dengan nada bingung dan gagap, mungkin ku bisa mengerti karena kau jaga adikmu sakit, tetapi sekali lagi ku bingung dengan semua karakter yang ada padamu.
Biarlah Semua ini akan ku hadapi sendiri dan akan aku cari siapa sesunggunya pendamping hidupku.
Keadilan yang adil adalah waktu…
Karena di saat ini ku masih sendiri , kesendirian yang begitu mengejutkan.
Dan biarlah cerita hidup tanpa akhir ini ku jalani, suatu saat ku temukan cerita-cerita hidup yang tanpa akhir ini penuh dengan makna dan hikmah.
Suara kipas angin ngiang-ngiung berputar malas-malasan, 4 1/2 x 4 ½ meter di kamarku.
Di dalamnya adik ku tertidur pulas, komputer on line, lemari, bangku panjang, kasur ,
buku, aku terus mengetik dan terus ku perhatikan kata demi kata kalimat demi kalimat di layar monitor komputer .
Kenyataan adalah kehampaan, begitu pun kisah hidup, yang terencana maupun tidak .
Ku telusuri terus cerita tanpa akhir ini di dalam kenyataan hidup, walaupun itu aku harus menderita karena alam perubahan. Alam perubahan cuaca, alam perubahan jaman, alam perubahan jiwa,dan aku melihat senyata-nyatanya diriku terseok-seok dalam alam perubahan jiwa.
"Seharusnya aku sudah terbalut oleh hangatnya dirimu tetapi aku masih harus melewati fase yang aku sendiri tidak mengerti"…lirih ku dalam hati.
"Kalau aku nanti bersamamu apakah aku bisa membahagiakan engkau colibri..."ucapku dalam hati di setiap kesendirian.
"Nanti kalau aku jalani hidup bersamamu apa masih cinta si batak...sama dengan gumam hatiku sendiri bersama collibri.
"Hidup bersamamu adalah mencintai Tuhan,dan begitu banyak cobaan yang harus ku hadapi...terus-terusan kalimat-kalimat ini mengikuti tanpa ampun kemana pun aku pergi.
Itulah kalimat-kalimat yang terkadang ingin minta di manja ' dilayani ataupun ditulis .
Aku terjebak oleh kata-kata dan kalimatku sendiri, bahkan sebenarnya aku mencoba tidak perduli oleh semua itu, namun inilah kenyataan yang tidak bisa di pungkiri dan aku umpati,"Tuhan Engkaulah yang menulis dan menciptakan keindahan dan keburukan di dalam dunia dan isinya.
"Aku hanyalah manusia picik yang mencoba menulis dan mencatat segala kejadian yang sangat kecil..., ilmu-MU sangat luas, maka ma`afkanlah aku...
Dan pada akhirnya aku kan kembali pada-MU,ciptaan-MU,dan
Ridoilah aku.
Aku akan menelusuri dan mencari terus jejak –jejak kehidupan sampai benar-benar aku paham dan mengerti, bahwa hidup adalah perjuangan dan realitas.
Ketikan ku berhenti sejenak,tiba-tiba daya khayal cerita ku hilang, berganti dengan suara ramai televisi, anak kecil ,kakak ipar ku berbicara dan suara tertawa yang terkekeh-kekeh.
Didalam gang Prapatan Mampang,Agustus 2007
Oleh:atenx
Tag:








