Dalam kesendirian kita akan belajar menjadi dewasa…
"Aku, si anak bawang, yang tumbuh dalam keluarga yang harmonis dan selalu berada di ‘comfort zone’ ku kini terbuka mata hatinya tentang arti kehidupan yang sebenarnya.
Apa yang kita lihat belum tentu benar…
Apa yang mereka berikan belum tentu tulus…
Dan sebaik apapun mereka berperilaku di depan mu mungkin saja akan mengukir indah punggungmu…
’Mengapa kau meragukan sahabatmu?’ sempat terlontar pertanyaan itu.
Namun, itulah mereka yang aku kenal. Walau itu salah jika men-generalisasi semuanya dalam satu titik. Bagaikan sebuah jarum terjerembab dalam lembutnya selimut tidurmu. Dan memang benar adanya jika selembar selimut itu bisa menenangkanmu dengan memberimu kehangatan dalam tidurmu, namun tidak, ketika tanpa kau sadari kau tertusuk jarum yang tertanam di satu sisi yang tak kau tahu keberadaannya, itu akan sangat menyakitkan. Meski tidak setiap selimut berlaku seperti itu.
Adakah ketulusan yang murni di kehidupan ini? Namun jangan kau bandingkan dengan ketulusan seorang Ibu.
Disinilah kali pertama aku tapakkan kakiku seorang diri, jauh dari ’comfort zone’ ku. Pengalaman memberiku pelajaran yang berarti. Ingin ke berteriak keras, ingin ku menangis lepas... tapi, apakah dengan itu akan mampu mengubah keadaan? Dalam kebimbangan ku berpikir dan terus berpikir, seperti kereta mimpi Dadun. Namun, belum juga kutemukan jawaban.
Apakah ’diam’ menjadikan diri kita dewasa? Biarkan mata yang berbicara dan seulas senyum untuk menyibak ketulusan dan kebaikan yang tersembunyi di dalamnya.
Aku, si anak bawang, yang selalu menebar keceriaan dan kemanjaan akan memudar dan sirna.
dikirim cantik 30 minggu 3 hari yang laluTag:








