Maaf yach kalau tulisan ku masih semberono n berantakan !
soalnya baru pertama kali nih nulis cerpen ^^
mohon di komen yach !!!
Suatu hari aku aku dan Santi sedang berjana menuju kantin di sekolah kami. Dari arah yang berlawanan Santi sedang melihat sang pangeran idamannya, Cowok yang dia taksir dari kelas 1 SMP. Pantas lah dia berbisik histeris di telinga ku.
“Shya !!!, ada Dony Shya ...., Ich... aku pengen banget dech negur dia, tapi aku engga berani Shya. Mmhh... kamu aja yach yang bantuin aku negur dia, plisss.....” rayu Santi pada ku. Yach mau ga mau karena Santi adalah sahabat baik ku, aku turutin dech kemauannya.
Semakin dekat kami dengan Doni, dan akhirnya aku melaksanakan perintah Santi tuk menegur Doni. “Hay Don !, engga ke Kantin nih ?” sapa ku pada Doni.
“Hay Shya!, Yap.... aku baru aja dari kantin. Kalian berdua juga ga kekantin ?”
“Iya ini baru mau ke kantin, yaudah yach mau makan nih, cos laper nih. Bye Don” kata ku sembari melambaikan tangan ke Doni dan berlalu dari hadapannya. Sedangkan Santi hanya senyam-senyum saja dari tadi, namanya juga lagi falling in love hehehe.
“Shya, makasih yach yang tadi. Kamu emang best friend-nya aku dech” Santi begitu senang rupanya. Aku hanya membalas ucapannya itu dengan senyuman manis sambil makan mie ayam kesukaan ku di kantin.
Hari-hari berikutnya terus ku lakukan seperti itu. Aku selalu menyapa Doni dengan senyuman manis dan sedikit basa-basi, sedangkan Santi masih tetap sama, masih senyum-senyum saja ketika bertemu Doni, tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun pada Doni. Kebetulan aku dan Doni memang satu kelas, dan aku tidak satu kelas dengan Santi. Suatu hari dikelas saat pelajaran CCNA 1 karena aku masih kelas 1 SMK yang mengambil jurusan Teknologi Informasi atau TI. Guru menyuruh ku untuk membuat sebuah kelompok yang beranggotakan dua orang dalam satu kelompok. Untuk mempraktekan membuat kabel Cross untuk menghubungkan satu komputer ke komputer lain. Dan ternyata aku dan Doni satu kelompok. Dan mulai saat itulah aku dan Doni semakin akrab.
Ternyata keakraban ku dengan Doni membuat Santi cemburu. Santi marah pada ku. Karena Santi adalah best friend ku, engga mungkin aku rela kehilangan Santi gara-gara Doni yang sebenernya aku memang mulai suka pada Doni. Tapi demi Santi aku rela ninggalin Doni. Dan aku bilang pada santi, “Kalau memang kamu suka sama Doni, kamu harus bisa ngobrol dengan dia”. Dan akhirnya memang Sati menjadi lebih akrab dengan Doni, sedangkan aku?. Yach aku hanya menarik nafas dan tersenyum pahit melihat mereka berdua.
Hari demi hari telah berlalu begitu cepat. Santi dan Doni sudah semakin akrab, bahkan sudah menunjukan tanda-tanda akan jadian. Sedangkan aku, tak terasa sudah satu bulan lebih aku tidak ada berbicara dengan Doni. Jika bertemu dengannya, aku hanya tersenyum setelah itu memalingkan muka ku kearah lain. Pernah suatu hari Doni SMS aku, di dalam SMS-nya dia berkata “Shya, kenapa sih beberapa hari, bahkan minggu ini kamu ga bernah mau ngobrol dengan aku ?. kamu hanya tersenyum kalau kita bertemu, setelah itu kau memalingkan wajah mu kearah lain ?. apa aku ada salah sama kamu ?, kalau ada salah aku minta maaf dech !!!”. Entah apa yang harus aku katakan pada Doni untuk membalas SMS-nya. Akhirnya aku tidak pernah membalas SMS dari Doni. Dan dia juga pernah menelfon aku tetapi aku engga sanggup untuk mengankat telponnya, apa yang harus aku katakan kalau dia bertanya seperti itu kembali?.
Samapai suatu hari Doni menarik tangan ku ketika aku hendak menghindar darinya.
“Shya, kamu kenpa sih selalu menghindar dari aku? Apa aku punya salah sama kamu ?” Doni menatap mata ku dalam-dalam dan berharap-harap menunggu jawaban dari ku.
Entah apa yang harus ku jawab padanya. Aku bingung, aku ga mungkin bilang kalau aku sayang sama dia. Aku ga mungkin menyakiti perasaan Santi, semua kebingungan ku akhirnya tertuhmapahkan dan aku menangis. Aku benar-benar bingung apa yang harus aku jawab. Dan kelihatannya Doni bingung kenapa aku bisa nangis.
“Shya, kamu kenapa nangis ? apa aku punya salah sama aku, sampai kamu nangis gtu ?”
Mendengan kata-kata dari Doni itu tangsi ku tambah menjadi-jadi dan akhirnya aku taktahan dengan perasaan ku ini dan aku berteriak pada Doni “DONI AKU SUKA SAMA KAMU, AKU SAYANG SAMA KAMU !!!”
Entah mengapa Doni malah ketawa mendengar kata-kata ku. “Shya, kalau mau ngomong gitu aja jangan nagis dong ! aku juga sayang sama kamu, aku juga cinta sama kamu!. Makanya aku bingung kenapa kamu tiba-tiba engga mau ngmong lagi sama aku, aku kira aku punya salah sama kamu ?”. itu ucapan Doni pada Ku sembari dia mengusap air mata ku dan merangkul ku.
Setelah kejadian itu aku dan Doni jadian. Dan aku pun meminta maaf pada Santi karena aku telah merebut orang yang dia sayangi. Aku kira Santi akan marah pada ku karena telah menghianatinya, tetapi ternyata Santi mengiklaskannya dan dia bilang dia haru sportif kalau emang Doni suka sama aku ya mau di apain lagi. Dan akhirnya aku tidak kehilang semua orang yang aku sayangin. Santi tetap Menjadi best friend aku, dan Doni sekarang telah menjadi pangeran aku. ^^
Tag:








