Setelah Api

67
points
"

You are never alone...

"

Tak ada yang tersisa selain puing reruntuhan. Lelaki itu, berdiri disana.

"Bukankah ini yang kau inginkan? Kehancuran? Kekacauan?" seru sebuah suara.

Perlahan awan gelap menutupi teriknya mentari. Hujan mulai turun disana, tetapi sang lelaki sama sekali tak beranjak dari tempatnya.

"Apa lagi yang kau inginkan? Hanya kau yang tersisa di kota ini." kembali suara itu berseru, "Tertawalah! Bergembiralah!"

Petir menyambar, suaranya bersahutan. Sang lelaki mengangkat pedangnya, membiarkan tetesan air membasuh darah yang menempel disana.

"Ya, kaulah yang melakukan semua ini," suara itu berbisik, "jiwamu terkutuklah sudah."

Hujan akhirnya reda. Sang lelaki kembali berjalan. Di antara reruntuhan, sekuntum bunga mulai merekah.

Your rating: None Average: 5.2 (13 votes)
dikirim 145 19 minggu 4 hari yang lalu
Tag: