ditulis sebelum tidur... rrRrrr
"Suara kicauan burung membahana menghampiri setiap sudut dunia. Membangungkan waktu yang sempat sunyi dalam ruang malam, mengindahkan pohon-pohon yang kering dimakan musim.Perlahan-lahan matahari menebarkan keelokan pagi, menyegarkan keletihan malam.Angin berhembus menggoyahkan diriku dari naungan malamku.
Masih terbayang kejadian semalam yang membuatku tidak pernah mengerti akan masalah kehidupan ini. Membuatku ingin berteriak lalu bersembunyi dalam gelapnya malam. Malam tadi memang indah tapi tidak seindah malamku. Aku heran pada papa dan mama yang hampir tiap malam melayangkan pertengkaran yang membuat hatiku teriris. Dan semalampun hal itu terjadi, mereka seperti dirasuki setan jahat yang hilir mudik mencari mangsa. mereka tidak menghiraukan diriku yang berlutut dan bersimpuh berharap mereka tidak bertengkar lagi. Tapi yang kudapatkan hanya bentakan yang lagi-lagi membuatku menciut, menciutkan ketegaranku yang selama ini aku lukis kokoh dalam hatiku.
Mungkin baginya aku hanya beban kehidupan yang muncul dari konflik-konflik mereka. Tapi aku masih menggoreskan tinta hitam bahwa "orangtua tidak akan pernah mengabaikan anaknya", walau semalam tinta itu luntur oleh air mataku yang menggenangi mimpi bahagiaku.
Kini Mentari menjemputku, mengharapkan aku tetap berdiri tegak menghadapi semuanya. Walau sebenarnya kesedihan masih saja menghantui setiap detik napasku. Menggelitik air mataku yang sudah mengering oleh kehidupanku.
Tag:








