Keesokan harinya, Persada dan Eko bangun kesiangan. Mata mereka merah, wajahnya pucat kuyu, dan seperti orang kehilangan akal. Semalam mereka tidur berdesak-desakan dalam satu kamar. Gara-gara kejadian malam itu, mereka jadi takut kalau tidur sendirian.
"Sial....bener-bener sial",umpat Persada sambil mengambil handuk bersiap-siap untuk mandi.
Di lorong yang menuju ke kamar mandi, ia berpapasan dengan Eko. Ternyata Eko sudah selesai mandi.
"Dasar...Kamu itu Gendeng mangan sabun... mosok kamu tega ninggalin aku sendirian", damprat Persada kepada Eko. Ia sedikit kesal gara-gara harus terkunci di luar di saat-saat yang gawat keliwat-liwat.
Si Eko senyam-senyum menghadapai amukan Persada. "Sori...sori...bener-bener sori cah bagus, habis aku-nya juga ketakutan, eh jadi lupa ternyata masih ada cecunguk di belakangku", jawab Eko sekenanya.
"Dasar Kampret!!...awas....jangan salahkan aku, kalo minggu depan terjadi kenapa-kenapa dengan kamu". cerocos Persada.
"Eh...maksud kamu apa Da... kamu ngancam aku.... ", Eko sedikit gusar dan tersinggung dengan ucapan persada yang bernada mengancam.
"Ha...ha...ha... santai aja Ko.... emangnya kalo ada apa-apa dengan kamu minggu depan, apa harus ada hubungannnya dengan aku.... Apa kamu pikir aku pacarmu gitu....ha...ha...ha...", kali ini gantian Eko yang kena dikerjain Persada. Ia lalu melangkah ngeloyor pergi ke kamar mandi.
"Kurang asem, kamu Da.... lain kali kubalas!!". Eko ngedumal gak karuan, ia sedikit dongkol karena kali ini giliran ia yang di kerjai Persada.
*******
Persada adalah seorang pemuda yang berusia sekitar 20 tahun. Ia dilahirkan dari keluarga penyuluh pertanian. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluaraga yang sederhana.
Anak ini memang unik, badannya kurus, rambutnya panjang agak berombak, lebih sering dikuncir. Kebetulan ia tidak terlalu tinggi, bahkan boleh dikatakan biasa saja. Tingginya sekitar 170 cm. Ia memiliki motor butut yang selalu digadang-gadang sebagai teman sejiwanya. Meskipun butut, tuh motor selalu bersih dan mengkilap....bahkan mungkin lebih mengkilap dari pemiliknya.
Gara-gara hobinya ini ia kerap dijuluki teman-temannya "Si Anak Jalanan", he...he...mirip tokoh sintron "Ali Topan Anak Jalanan". Hanya bedanya nggak tipis alias tebal....Kalo Ali dengan modal tampang ganteng dan motor barunya, teman kita ini dengan modal tampang nekat dan motor bututnya.
Biar kata rada aneh tapi ini anak sebenarnya baik hatinya, dan ada satu ciri khas yang jadi ikon dia. Di saat dia marah di selalu mengumpat" Gendeng Mangan Sabun!!". Hampir pasti tidak ada orang yang punya istilah 'keren' seperti dia. Dia adala "The Special Ones", he...he....he....kayak mantan pelatihnya Chelsea aja.
dikirim simbah 30 minggu 15 jam yang laluTag:








