Episode Pemakaman

82
points
"

masih bersambung ..

"

"Naiiiiik ........ !!!
Teriakanku di tengah keheningan suasana pemakaman membuat gema dan mengagetkan seluruh makhluk yang tengah menyaksikan prosesi menguburkan jenazah seorang yang sangat kucinta.

Seorang lelaki tua turun ke lubang lahat, bergabung dengan Mas Budi dan dua orang famili istriku. Sambil membuka ikatan tali kafan bagian kepala, dia berujar, "Saya pengalaman dalam hal ini. Saya sudah terbiasa menangani penguburan mayat ..." Entah berapa kalimat lagi yang dia ucapkan, tapi semua kupotong dengan sebuah teriakkan histeris. Keanehan yang aku lihat itu menaikkan amarahku. Menyuruhnya untuk naik dari lubang lahat itu. Dia bukan siapa-siapa. Bahkan tidak ada seorang pun dari anggota keluargaku, anggota keluarga istriku, dan mungkin seluruh yang hadir di pemakaman itu yang kenal lelaki tua itu.

Sayangnya aku tidak mengetahui apa yang terjadi berikutnya, karena histerisku mengundang rekan-rekanku untuk memboyong aku ke kantor TPU Kawi-Kawi yang tidak jauh dari lubang lahat itu. Aku pingsan, namun sepertinya aku masih sadar dan terus menangis. Menangis menyaksikan sesuatu yang aneh, setelah keanehan-keanehan dalam kehidupanku selama 3 tahun terakhir. Yang pasti, setelah prosesi itu selesai aku tidak kembali makam istriku. Aku kembali ke rumah orang tuaku di Utan Kayu.

Sesampai di rumah, masih ada beberapa orang sahabat-sahabatku yang berdatangan untuk menghibur aku. Menyatakan belasungkawa dan mengingatkan aku untuk sabar menghadapi ujian dari Allah, Sang Pemilik Seluruh Makhluk.

***

Aku memang belum bisa menerima kenyataan. Selama 3 tahun usia pernikahan aku dengan Dian, belum pernah rasanya ada kebahagiaan yang hakiki bersemayam. Seluruh kenangan kelam, bagiku terasa manis. Mungkin apa yang terjadi pada diriku, masih ada kisah yang lebih tragis dari kisahku. Tetapi, apa yang kualami menjadi episode yang tak akan pernah aku kubur seiring perjalanan waktu.

Semua dimula sejak pernikahan aku. Kebahagiaan sejak prosesi akad nikah, kerestuan orang tua, dan ucapan selamat para undangan saat resepsi walimatul 'ursy, menjadi momentum kami memulai kehidupan mahligai rumah tangga. Namun siapa menyangka, kondisi bahagia hari itu tidak berlanjut pada hari-hari berikutnya.

Your rating: None Average: 6.8 (12 votes)
dikirim kesabaran 23 minggu 4 hari yang lalu
Tag: