Brother I'm Sorry

47
points
"

hai,ni cerpen akoeh.hehe.......

"

Aku tak mengerti mengapa didunia ini harus ada manusia seperti Kevin.Sungguh dia adalah makhluk yang paling menyebalkan yang pernah aku temui.Memang,aku dan dia terlahir dari rahim yang sama.dan pada saat yang bersamaan pula.Hanya saja,dia lebih dulu mengenal dunia ini dari pada aku.
Hari ini dia seperti malaikat.Semua orang memujinya.Bahkan kedua orang tua ku pun dengan bangganya mendampingi putra kesayangan mereka itu untuk berdiri di depan podium.Maklum hari ini Kevin dinobatkan sebagai siswa teladan tingkat Nasional.Semua orang bahagia,semua orang berdecak kagum padanya tapi tidak denganku.
Dia memang beruntung.Dia tampan,pintar,artis yang popular dan selalu mendapat perhatian yang lebih dari kedua orang tuaku.Sementara aku,selalu terpuruk dibalik bayang-bayang kebesaranya.Memang,aku terlahir dengan wajah yang cukup cantik.Karena memang pada dasarnya aku dan dia memiliki wajah yang sama.Tapi aku tidak seperti dirinya.Aku tak punya prestasi,tidak popular bahkan papa dan mama pun tak begitu memperhatikan aku.Mungkin karena selama ini aku tak tinggal bersama mereka.Sejak lahir aku dititipkan dirumah nenek.Mungkin mereka merasa repot untuk mengurus dua anak sekaligus.Tapi aku ini juga kan anak mereka.aku berhak mendapatkan kasih sayang dan perhatian seperti yang didapat oleh Kevin.
“Cheryn…….” Tiba-tiba sebuah suara menyentakkan lamunanku.Ternyata Kevin yang datang bersama papa dan mamaku.
“Cher,Kita jalan-jalan yuk!.Hari ini kita akan rayain keberhasilan aku bareng-bareng.Kamu mau kan?”
“Nggak perlu”Pedas suaraku terdengar membuat Kevin beserta papa dan mamaku tersentak.
“Keberhasilan itu kan milik kamu.jadi buat apa aku ikut”
“Cheryyynnn………,jaga mulut kamu,maksud Kevin itu baik” Sakit hatiku mendengar kata-kata itu.teganya papa membentakku demi Kevin.Seketika musim pun berhenti di musim dingin.Kutinggalkan mereka dalam kebekuan yang mendalam.
“Cheryn….,Cherynnn………,Cheryyynnnn……………….”

***

Bayang-bayang kelam itu tak jua pergi.Hari ini Kevin mengadakan pesta kebun di belakang rumah.Ini merupakan serangkaian perayaan atas keberhasilanya kemarin.Semua teman-temanya diundang.para wartawan dan teman-teman papaku pun turut hadir memenuhi halaman.
Hanya aku yang masih terdiam di kamar ini.Tidak ada satu orang pun yang mencariku.Tidak papa,tidak juga mama.Padahal mereka tahu anak mereka itu ada dua.Tapi mereka tidak mempedulikan aku sama sekali.mereka sudah cukup bahagia hanya dengan adanya makhluk terkutuk itu.
Lalu aku ini apa?Apa fungsinya aku dirumah ini..?
“hhhhhhhhhhhh” Kekesalanku benar-benar memuncak kali ini.Tanpa pikir panjang lagi aku langsung meraih Vas bunga yang berada diatas meja dan………
“Praaannnggg……….!” Kulemparkan vas bunga itu kearah kaca.Serpihan kaca itu pun berhamburan dilantai.Waktu serasa tercekat.Dan tiba-tiba saja terdengar derap langkah yang begitu cepat bergerak kearah kamarku.
“Cheryynnn…..” Pintu kamar dibanting.dan kedua mataku langsung mendapati sosok papa yang hadir bersama mama dan juga Kevin.
“Apa-apaan kamu ini?” Teriaknya memecah seraya menghujamkan seribu tatapan yang penuh kemarahan.Aku pun tak kalah emosi.
“Papa yang apa-apaan?.kenapa sejak tadi papa dan mama nggak nyari Cheryn?.Anak papa dan mama itu ada dua.Bukan Cuma anak brengsek ini…….”
“Diam kamu………” Sejurus tangan kasar papa hampir mengenai wajahku.Namun secepat kilat Kevin menghalanginya.
“Pa,jangan pa”
“Biar,Kevin.Biar…!,Biar papa pukul anak yang kurang ajar ini”
“Pukul aja pa,pukul”.Aku berteriak sambil berurai air mata.ada sakit yang mendera dihatiku.tak kusangka hanya demi Kevin papa tega berniat memukulku.
“Cheryn memang bukan anak kalian.anak kalian itu Cuma Kevin….”
“Cheryn,kamu ini apa-apan sih?”Kali ini mama mencoba menengahi.”kamu itu anak kami juga”
“Iya,tapi kenapa kalian nggak pernah memperhatikan aku.aku juga butuh kasih sayang seperti yang kalian beri pada Kevin.”
“Kamu nggak tahu alasanya,Cheryn”
“Alasan apa…?alasan karena kalian nggak suka anak perempuan?iya kan?”
“Bukan itu”
“Jangan bohong!,buktinya kalian menelantarkan Cheryn sejak kecil.kalau kalian memang sayang sama Cheryn,kenapa dulu Cheryn dititipkan dirumah nenek?”
Diam…tak ada jawaban
“Jawab ma,jawab?”
“…………………………………………..”
“hhhhhhhhhhhh”
“Cheryn……..Cheryyynnn……….,Cherryyynnnn…………………..”
Aku berlari meninggalkan mereka.menerobos sejumlah mobil yang parkir dihalaman depan dengan air mata yang kian menganak sungai.Aku tak tahu apa yang harus kulakukan dan entah kemana langkah ini akan kubawa.

***

Enam hari berlalu.Bosan juga aku berada dirumah Nina.Aku kembali kerumah.Aku tak peduli apa yang akan mereka katakan padaku.Toh aku juga adalah bagian dari keluarga ini.aku juga berhak atas rumah ini.Tapi…….?
“Apa yang terjadi.mengapa rumah ini begitu sepi?dimana ketiga orang itu?”
“Non Cheryn” Tiba-tiba bi Darmi muncul.”Syukurlah akhirnya Non pulang juga” Ujarnya lagi
“Yang lain pada kemana bi?” tanyaku heran
“Ke Rumah sakit non”
“Haah Rumah sakit….?”
“Iya Non,Mas Kevin….,Mas Kevin,……….”
“Oh”,aku menanggapi ucapan bi Darmi dengan dingin.Tanpa membiarkanya melanjutkan kata-kata,aku pun segera berlalu.
“Eh non,”bi Darmi menghentikan langkahku.
“Ada apa lagi….?”
“E…e…e…,Non nggak nanya….,mas Kevin Kenapa?”
“Nggak perlu……” Aku meninggalkanya begitu saja tanpa tahu apa yang telah terjadi pada Kevin.Paling juga sakit biasa.Dasar anak manja.
Aku membuka pintu kamarku dan langsung menghempaskan diri keatas tempat tidur.Tapi……,Apa ini?” aku menemukan sebuah amplop diatas tempat tidurku.Dan tanpa pikir panjang lagi akupun segera membuka dan membacanya.
“Dear Cheryn “
“Aku tahu selama ini kau iri terhadap ku.dan aku juga tahu kalau papa dan mama memang lebih memperhatikan aku.Tapi aku mohon,Cher.Tolong jangan benci aku.Aku nggak pernah bermaksud untuk menguasai kasih sayang mereka.Aku ini Cuma sebuah jiwa yang rapuh.Andai kamu tahu sebenarnya hidup kamu jauh lebih beruntung dari pada aku”.
Aku berhenti pada tulisan itu.beruntung…….?.Apa maksudnya?.
Kamu terlahir normal dan masih memiliki banyak waktu untuk bersama dengan papa dan mama.Tapi aku,sejak lahir aku memiliki kelainan jantung.dan dokter bilang umurku tidak akan lama lagi.Aku akan pergi,Cher.Dan aku mohon sebelum waktu itu tiba.biarkan aku merasakan kebahagiaan bersamamu.biarkan aku,………………..”
Petir menyambar disiang bolong.Seketika surat itu terjatuh dari tanganku.Aku tak kuasa untuk membacanya lagi.Air mataku mengalir.kesedihanku memecah disela rasa sakit yang menusuk hati.Aku terpaku dalam diam.dan tak lama kemudian ponsel selularku pun berbunyi.
“Hallo….”
“Cheryn,Ini mama,nak.Kevin…Kevin terus menyebut nama kamu…..”
***

Angin malam bertiup kencang.Sementara petir seakan hendak membelah bumi.Aku berlari menerobos hujan lebat hingga tak lama kemudian sampailah aku didepan ruang ICU Rs Jantung Harapan kita.Papa dan mama yang sejak tadi berada ditempat itupun berdiri.Mereka menatapku dengan tatapan yang penuh arti.
Lewat kaca jendela ruang ICU tersebutlah kurasakan betapa berartinya seorang saudara dalam hidupku.Kevin yang sangat kubenci kini terbaring lemah di antara jurang hidup dan mati.Tak ada Kevin yang selalu tersenyum,tak ada Kevin yang penuh dengan prestasi dan impian.Kini dihadapanku,hanyalah seorang Kevin yang lemah dan tak berdaya.
Rasa sesak seketika mendera.Air mataku terus mengalir.ada sebuah ketidakrelaan menyerbu bathinku.Aku tak ingin kehilangan dia.aku tak ingin ia pergi secepat ini.Masih banyak kesalahanku padanya yang belum kuperbaiki.Aku ingin bersamanya lebih lama lagi.Dan aku pun ingin menjadi mutiara terindah dalam sisa hidupnya.
“Ku mohon padamu Tuhan, Beri aku kesempatan”

Your rating: None Average: 5.2 (9 votes)
dikirim lovely_luna 29 minggu 3 hari yang lalu
Tag: