SEJUTA KEBENCIAN DAN CINTA UNTUKMU

Aku tahu kau sudah meninggalkanku selamanya. Tapi kenapa aku masih saja tetap percaya bahwa kau ada, menemaniku, di sisiku, atau mungkin di dalam hatiku? Aku begitu bodoh untuk percaya bahwa kau memang menemaniku. Aku bodoh.

Aku tahu kau sudah pergi, bahkan mungkin kau melupakanku untuk selamanya. Aku tahu kau tak akan pernah datang lagi padaku, untuk sekedar mengingatkanku akan rupamu yang kini sudah kulupakan, walau kau baru tiga bulan pergi dariku.

Read previous post: 
35
points
(1314 words) posted by panah hujan 2 years 13 weeks ago
70
Tags: cerita | kehidupan | imajinasi berlebih

Rating

53
points
Views: 486 reads
Comments: 7
Rating:
75.7143

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
70

jujur, aku merinding saat membacanya, haru bngt

Writer Rahma
Rahma at SEJUTA KEBENCIAN DAN CINTA UNTUKMU (2 years 10 weeks ago)
100

aku, gadis manja itu..

Writer didin J
didin J at SEJUTA KEBENCIAN DAN CINTA UNTUKMU (2 years 13 weeks ago)
50

kaloguebilang, diksi yang ironi tuh penting juga buat dramatisasi

Writer Zhang he
Zhang he at SEJUTA KEBENCIAN DAN CINTA UNTUKMU (2 years 13 weeks ago)
80

Luapan perasaan ya?
Aku hargai ketegaranmu..

Takdir memang begitu.. kejam memang. Akupun baru 4 bulan yang lalu ditinggal orang yang kusayang.. namun sadarlah, hidup terus berjalan. Maka jadilah lebih kuat, ya?

Back to business!! ^^ hihi..
Mengenai penceritaan, banyak kata2 yang mengulang yak, agak sedikit mengurangi keindahan dan tajamnya kata-katamu nih.. ^^

Hehe, terus nulis!

90

oooo sungguh aku jd pengen menangis. ah dirimu terlalu pandai memainkan emosi, apa mungkin ini bener-bener 100% pengalaman pribadi??
inget..kegagalan adalah sukses yg tertunda

50

pengalaman langsung, bro..

wajaar..

baru tadi nekat bunuh diri..

hwahahaha..

untung masih ada laptop menemani..

ya sudah deh, gila2an..

*ktawa stress*

90

Wah, kata-katamu dalam cerita lumayan menikam. Terutama untuk hal kebencian di awal cerita.