JIKA KAU INGIN BERMAKNA UNTUKKU
Biru laut menyapu kaki bukit
Membuih hati saat senyummu kutunggu
Di ujung dermaga
Kudekap senja yang selalu menyimpan
Adamu disetiap bintang
Merentangkan kesunyian menjadi bentangan
Nada yang mengantar kaki - kaki mimpi
Untuk berlari dari lorong - lorong kepenatan
Aku sering bermimpi menjala laut
Menepikan ombaknya, berharap aku bisa
Membawanya pulang dan menatanya pada
Dinding kamar agar deburan - deburannya
Senantiasa menenangkan hati ini
Meski ada kalanya kita hanya bisa melihat bulan
Tak kuasa menangkapnya, hanya mampu menatapnya
Namun diluar itu semua, kita masih bisa merasakan
Keindahannya.
Bukankah kita bahagia melihatnya menghiasi langit
Bersama bintang - bintang
Jadilah matahariku.....
Agar aku berani memiliki siang
Dan Tak pernah lagi tercekat dalam kegelapan
Jika engkau ingin bermakna untukku...
Jadilah rembulan di langit malamku
karena aku selalu menenggelamkan diri
Di lautan cahayanya untuk mencari ketenangan
Kekasihku....
Jika sebuah bintang jatuh dari atas sana
Kupinta dengan sekali ucap supaya sempat kusebut
Sebelum si bintang lenyap
Karena teramat langka kutatap langit dengan bintik-bintik
Bintang disana sini...
Apakah itu mungkin disaat bintang jatuh nanti....
Sebab mataku basah kesebut namamu
Biarlah kusandarkan hati ini
Pada dirimu dan melekat erat hingga tak satu pisaupun
Sanggup melepasnya.
Seumpama daun pisang yang melayu
Tapi tetap memeluk batangnya
Kubiarkan hati ini memeluk dirimu selama - lamanya
Karena aku sayang sama kamu rien
Melebihi dari apa yang kamu pikirkan
Denpasar 12 April 2008
Jam. 21.15
Tag:








