ini yg kedua.. dan hasilnya gak jelas gini.. mohon kritik n saran yg banyaaaak bgt!
"Tapi tekadku sudah bulat. Aku nggak mau dia mengganggapku lemah. Enak aja! Aku melangkah keluar.
“ Aku tetap pergi. Maaf Fon ” kataku tajam. Aku berusaha melangkah keluar. Tapi dia menariku terus. Tanpa sengaja, tanganya terinjak oleh kakiku. Dia menjerit kesakitan. Aku diam. Aku tak menolongnya. Hatiku sudah mati rasa.
Dengan diam, aku terus melangkah keluar pagar. Memanggil tukang ojek di seberang jalan yg dari tadi melihat pertengkaran kami.
“ Mau ke mana mbak? “ tanya tukang ojek yang bernama Bang Umang itu dengan polos. “ Mau ke rumah mbak Rara? “ katanya sok yakin.
“ Enggak bang.. mau ke rumah budhe.. “ Segera aku naik ke motornya. “ Cepat ya “
“ Beres mbak! “
Di jalan, aku merasa handphone-ku bergetar. Aku sudah bisa menduga siapa yang menelpon. Pasti Fonta. Dan benar. Memang Fonta yg menelpon.
Aku memberinya kesempatan untuk berbicara. Ku pencet tombol answer. Walau sebenarnya aku agak ragu. Tapi, sebagai teman yang baik, aku mengangkat panggilanya.
” Fan!! Please Fan!! Balik ke sini!! Kita bisa selesaiin ini baik-baik kan?? Please Fan!!”
” Sayangnya enggak bisa segampang itu.” itu kata-kata terkhirku sebelum menutup telepon. TUUUT.. Sambungan telpon kuputus.
Aku hafal sifat Fonta. Dia pasti menelpon lagi, sambil menangis. Dan benar lagi! Fonta menelponku. Kali ini tidak kuangkat. Aku mendiamkan telpon itu bergetar.
Aku sampai di rumah budhe sekitar 15 menit kemudian. Di sana, budhe melihat bekas tamparan merah di pipi kananku. Dia berteriak histeris. Walau aku sedang marah, aku merasa kalau budhe berteriak-teriak begini sangat lucu. Aku tersenyum sedikit dan berusaha menenangkanya.
Budhe adalah ibu keduaku. Dulu, beliau bekerja di rumahku selama 12 tahun. Aku sangat sayang padanya. Kalau tak ada Budhe, aku tak tahu harus ke mana lagi untuk pergi. Aku tak punya tujuan lain.
” Budhe, boleh nggak saya tinggal di rumah budhe selama beberapa saat ini? ” pintaku dengan muka polos.
” Oo.. boleh! Boleh sekali non! Kalo boleh tau, memangnya kenapa kok non ninggalin non Fonta di kos-kosan? ”
” O itu.. Fonta lagi pulang kampung budhe, jadi saya ke sini sementara.. boleh kan? “ jawabku bohong.
“ Wah non, non kan tau.. non selalu diterima di sini.. “
“ Gitu ya? “ aku merasa nggak enak udah mbohongin budhe. Tapi itu jalan terbaik. Soalnya, walau pun polos, budhe tu sukanya ceplas ceplos. Bisa bisa, budhe nanti ngomong ke mama lagi. Jadi, emang lebih baik mbohongin budhe untuk sementara.
-to be continued-
dikirim tha_tho 29 minggu 22 jam yang laluTag:








