Ngelantur

115
points

Masih di ruangan ini
Masih dengan hari-hari penuh kebosanan, penuh kegamangan
Tak ada yang pasti kutapaki, seperti channel televisi ini
Semuanya membosankan
Beberapa stasiun televisi dengan format acara yang sama
Kuihat para orang tua menelanjangi anak-anaknya
Beralasan mengantarkan anak-anak mereka mencapai bintang
Menjadi orang terkenal, tak peduli mau di apakan

Kubuka jendela kupandangi bagian kecil dunia
Wanita muda berjejer di tiap remang jalan
Laki-laki muda bicara tak karuan
Lelaki tua terbahak, hamburkan uang
“hai mas, ngapain disitu…?” teriakan wanita buyarkan lamunan
Ida namanya, tiap malam dijalan itu menjajakan
Menunggu tamu yang datang
Bersama ibunya berprofesi yang sama
saling berbagi tamu, saling berbagi uang,

“Hayo, nglamun terus..!”
Giliran Rini mengagetkanku sambil lalu
Berjalan menjauhi dengan langkah sedikit kerepotan
Karena kini berbadan dua
Kehamilan pertama dulu digugurkan karena pacarnya tak menginginkan
Kali ini dipertahankan bersama pacar baru yang merasa bebas tanggungan
Karena Janin dalam kandungan dipesan tetangga sebelah yang tak berketurunan
..menggelikan

Anak dan orang tua di televisi,
Wanita di jalan, Ida dan Rini
Cermin kebebasan Negari ini
Seperti yang dicita-citakan dalam teks proklamasi
Hanya kemerdekaan yang di ingini
Coba simak kembali
Penuh coretan ketika Sukarno menulis
Penuh ketergesa-gesaan
Kenapa bung? Apa agar tidak dikatakan merdeka pemberian Jepang?
Atau kamu takut karena para pemuda menculikmu dan memaksa?
Tidak ada dasar hukum dan landasan yang kau sertakan
Yang kutahu proklamasi dan deklarasi adalah niat
Harusnya dengan matang rencana-rencana negara dibuat
Rasakanlah.. kemerdakaan dan kebebasan seperti inikah yang di harap?

Aku bimbang, gelisah dan..
Ah.. aku nglantur..

Kemayoran, Akhir April Tahun Ini

Your rating: None Average: 7.2 (16 votes)
dikirim x_zombie 29 minggu 1 hari yang lalu
Tag: