Ia datang dengan tiba-tiba
Melibas derasnya arus peradaban
Ada seikat mawar di tangannya
Di ujung sore yang mempesona
Ia datang bersama senja
yang menaungi persada
Tajam tatapan matanya
Menusuk jantung cakrawala
Ada geliat luka yang terbaca
Di gurat keras wajahnya
Senja mengalun redup
Ia berjalan dalam langkah yang semakin menjauh
Meninggalkan kuntum-kuntum mawar
Yang kelopaknya jatuh berguguran
"Kemana perginya ia? Seorang lelaki berkalung kemilau senja"
seseorang tiba-tiba bertanya
"Ia hilang ditelan senja"
begitu saja
Ketika kutersadar ternyata
ia datang dengan sisa-sisa cinta
yang mulai mengering dalam genggaman waktu
tapi ia telah berlalu
bersama senja yang membawanya
menuju kelamnya gulita
Rating
Comments: 4
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
nice
sisa cinta hah?
pilihan bijak tuh:D
iyya, bagus ni puisi...
Tp, ada sedikit yg keluar jalur (kaya'nya), pada kalimat :"seseorang tiba-tiba bertanya", krn spertinya tidak berhub dan tidak memperkuat isi puisi ini.
-peace-
Puisimu bagus, penuh misteri