febi 2 nie....lanjutannya...muhun komen...thx^^
"“Pagi anak-anak.. Masukkan semua buku dan UUD ke dalam tas. Kita akan memulai tes sekarang. Semua tas diletakkan di depan kelas. Saya berikan waktu 1 menit untuk mempersiapkan diri.” Ucap si guru KN tanpa terputus.
“Fi, gue butuh contekan dari lo.”
“Bahh, mana bisa kita nyontek pas pelajaran ini?!” Padahal, Fia dan Febi duduk bersebelahan.
“Aduhhh, mati deh gue.”
“Baik kalau begitu. Semuanya duduk di tempatnya masing-masing.”
Tes pun mulai berjalan. Bagi Febi, 5 menit serasa 5 jam karena ia tidak tahu darimana asal kata-kata pada soal tersebut. Fia yang kasihan melihat temannya merana sengsara berusaha untuk memberikan sedikit contekan agar setidaknya nilainya tidak nol besar.
“Psstt..Psstt…” Panggil Fia kecil.
“Apaan?!” Jawab Febi yang juga dengan nada berbisik.
“Nomor satu sampai lima jawabannya A B A D C.” Untungnya, pada saat itu tesnya berbentuk pilihan ganda. Akan tetapi, tetap saja jumlahnya tiga puluh soal.
“Trus nomor enam sampai sepuluh E C D A C.”
“Lo yakin bener?!”
“Gak juga sih.” Jawab Fia sambil nyengir.
Akhirnya jam pelajaran KN berakhir dan Febi menjawab soal nomor sebelas sampai tiga puluh dengan menghitung kancing, kebiasaan lama.
“Feb, bisa gak lo tadi?!” Tanya Bony, salah satu sahabat dekat Febi selain Fia.
“Bisa. Bisa mati.” Jawab Febi manyun.
Sepanjang hari itu, Febi manyun terus. Karena semenjak ia mengenal game online yang suka menyita waktu tidurnya itu, prestasinya sedikit menurun dan ia juga makin malas.
Sepulang sekolah, ia langsung pergi ke tempat pemarkiran sepeda.
“Feb, kok buru-buru banget?” Fia bingung karena tidak biasanya Febi betah pulang ke rumah.
“Lagi males lama-lama di sekolah. Gue balik dulu yah, Fi. Titip salam buat Bony.”
“Oh, yaudah deh. Nyetir sepeda yang bener yah. Jangan ngebut-ngebut.”
Febi suka naik sepeda karena Jakarta adalah kota yang paling sering macet. Jadi, Febi lebih suka nyelip dan lepas dari kemacetan.
Setelah lama mengayuh sepedanya, sampailah ia di rumahnya. Bundanya masih belum pulang kerja dan di rumah hanya ada Mbok Ati. Entah mengapa, siang ini matahari sangat terik dan membuat keringatnya bercucuran. Febi yang resik pun akhirnya memutuskan untuk mandi. Sesudah mandi, ia langsung menyalakan komputernya untuk melanjutkan permainan game onlinenya.
“Tok..Tok..Tok..”
“Non, mau makan sekarang gak?! Mbok mau masak kangkung sama ikan goreng nih.” Kangkung dan ikan goreng adalah makanan favorit Febi jika sedang di rumah. Apalagi kalau Bunda yang masak.
“Bentar lagi deh, Mbok.” Game online ternyata mengalahkan makanan favoritnya.
Sewaktu bermain, seorang player di game tersebut menyapa Febi.
gUd_moUnT : Hai, apa kabar?
Ternyata orang itu lagi.
cLiMbErZ : Baik.
Febi menjawab singkat.
gUd_moUnT : Kamu sekarang jarang online siang yah.
cLiMbErZ : Iya.
gUd_moUnT : Oh iya, kemarin ini aku tanya kamu, belum dijawab.
cLiMbErZ : Yang mana yah? Maaf.
gUd_moUnT : Gak apa-apa. Tentang kamu anak mana itu loh. Hehe..
cLiMbErZ : Oh.. Aku anak Jakarta. Kamu?
gUd_moUnT : Kamu yakin mau tau aku anak mana?
cLiMbErZ : Iya.
‘gUd_moUnT sign off’
Febi pun bingung apa maksud dari orang itu. Dulu Febi sering bertemu dengannya di game online itu dan sekarang dia lebih sering online di malam hari sehingga jarang bertemu. Tetapi, apa maksud dia ‘sign off’?
Karena Febi anaknya cuek, dia menganggap itu sebagai angin lalu dan ia bergegas ke meja makan ingin melahap makan favoritnya itu.
Tag:












