Aku Coba Untuk Men Dua (bag:3)

22
points

Sudah genap 6 bulan Udin di Malaysia, terus mencoba tegarkan hati. Kerinduan akan Sari membuat Udin jenuh, dan ingin mencoba untuk mendua. Disetiap hari-harinya, Udin hanya bisa hibur dirinya dengan keyboard kecil di lengkapi layar 14"inci. Udin buka setiap situs-situs yang ada di internet.

Hingga akhirnya Udin berkenalan dengan Martina di sebuah situs internet, Udin bercerita tentang apa yang Udin alami saat itu. sesungguhnya keindahan Malaysia sudah cukup untuk Udin hibur dirinya, tapi Udin yang tidak memiliki pengalaman di negeri jiran, membuat Udin tidak berani pergi kemana-mana tempat.

Udin memulai kisah bersama Martina, diawali dengan Udin menuliskan syair dari salah satu kumpulan band Indonesia Sheila on 7. Dan tiba seorang gadis dengan id Yellow_girl menyapa Udin.
"hai" salam dari gadis itu.
"hai juga" balas Udin dengan tersenyum gembira.
"kamu suka lagu sheila juga yach" tanya gadis itu.
"iya, kenapa" balas Udin, tanpa menghiraukan yang lain.
"asl plz?" tanya gadis tersebut.
Udin hanya terdiam, bingung apa yang harus di ketik lagi untuk menjawab pertanyaan gadis itu.
"huh, gimana nich, apa sih artinya" tanya Udin dalam hati yang masih merasa bingung, maklum saja Udin yang tidak pernah tahu bahasa chating.
"kamu first" dengan menutupi kebingungannya Udin membalikan pertanyaan tersebut ke gadis itu.
"f, 20 Jakarta" jawab gadis itu.
"oooo" senyum hati Udin yang telah mengetahui apa artinya.
"m, 22 Tangerang/Malaysia" Udin membalas dengan cepat.
"nama kamu siapa?" tanya Udin ke gadis itu
"sari, Martina Kartika Sari" jawab gadis itu.
terperanjat Udin, apabila namanya Sari, membuat diri Udin semakin ingat akan Sari kekasihnya di Tangerang.

Hari menjelang sore, perbincangan terus berjalan, pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan, dengan jawaban yang bisa meyakinkan gadis itu. Mereka saling cerita tentang kehidupannya masing-masing. Sampai tiba akhir dari perbincangan di internet.
"sudah dulu ya...q mau pulang" gadis itu mengucap kata perpisahan.
Dengan sigap dan cepat Udin tekan tanda ADD di kanan atas, berharap bisa jumpa lagi dengan gadis itu di dalam ibternet. Gadis itu pun menyambut add yang Udin minta.
"terima kasih ya..." Udin berkata dengan penuh perasaan, walau sesungguhnya gadis itu tidak dapat mendengar apa yang Udin ucapkan.
"Iya sama-sama, sudah ya...nanti aku dimarahin mama aku" jawab gadis itu, dan secara tiba-tiba langsung menutup perbincangan.
"aduh kok mati" panik Udin dibuatnya.
"ala mak, gw blom minta nomber teleponnya" kekesalan diri Udin.
"bodohnya gw......kenapa gw tidak minta tadi" jerit kuat Udin dengan penuh penyesalan, tiba-tiba.
"woi....bising sangat, apa awak buat, jerit kuat-kuat macam orang gila, diam tau jangan bising saye nak tidur, paham kau" seorang kawannya yang meneking kuat karena marah.
"maaf...maaf bang, ok ok saye tak buat lagi" Udin yang meminta maaf pada kawannya.

Masih dalam penyesalan, Udin terus coba mengklik id Martina dan coba menyapanya, walau statusnya masih invisible. Udin yang masih dibelenggu penyesalan, berdoa agar Udin ditemukan kembali dengan gadis yang bisa menghibur dirinya walau dalam dunia "chat". Gadis yang bertutur kata sopan, gadis yang bernama Martina Kartika Sari, tetapi bukan "Sari"

Your rating: None Average: 5.5 (4 votes)
dikirim danu yudhatama 28 minggu 6 hari yang lalu
Tag: