MATA HATI
Di atas permukaan hidup ini
Aku berdiri, bukan sebagai pemantang
Tapi penterjemah lukisan jiwa
Sering….
Kesedihan merantai kebahagiaan sesaat
Membekap kencang kaki-kaki akal
Menyudutkan nasib pada keterpaksaan
Apakah aku terlupakan?
Pastilah lolongku tak keras lagi
Atau bilah otakku tak lagi ada!
Bukan itu yang aku tunggu
Coba dengarkan deburku di sini
Ditempat terkucil bertabur cadas luka
Yang berlumut kepedihan
Kelak, arti kan bersemi indah
Menyejukan kepengapan jiwa
Menyadarkan hadirku disini
Walau aku hanya seonggok mata hati
( 29 April 2008 )
dikirim nataryasena 16 weeks 5 days yang laluTag:











