pengecut di sudut

42
points

entah kenapa
aku seperti pengecut
meringkuk di sudut di bawah bukit
yang mereka bangun
dengan api dan keringat
mereka tak juga menyerah
terus menumpuk bukit menuju langit
tapi ku tak juga tergerak
ku berkata di sini indah
ada pohon rindang
bunga yang mewangi
juga rumput yang nyaman
aku menikmati
sembari membius nurani
nurani memberontak, samar ia berkata
"wahai pejuang
mengapa jadi pengecut
sudah lupakah engkau
perintah PenciptaMu"
sempat bimbang
pun juga akhirnya tak ku hiraukan
tetap bermain di sini sambil berdendang
lalu mereka menghampiri
tuk berkata
"wahai pejuang
mengapa masih di sini
bermain dengan setan"
seraya menunjukan
selimut kegelapan
yang menutupi jiwaku
"wahai pejuang
sudah lupakah
mengapa engkau dicipta"
aku...........
sebenarnya aku...........
aku bisa melihat langit itu
tapi jalannya terasa berat
sepertinya terlalu jauh
dan aku takut
pada angin yang menerjang
juga hujan
juga petir
juga badai

......................................

Your rating: None Average: 7 (6 votes)
dikirim star 28 minggu 5 hari yang lalu
Tag: