hanya untukm tertawa saja
"Behind d’ Unit Operation
Dedicated 2: all my friend in tk uns, especially 2003 community. Luv u all, guyz.
Kesamaan t4, kasus, en nama..emang disengaja.
Embun di pucuk-pucuk dedaunan perlahan menguap tersapa senyuman mentari. Bunga-bunga kuning melengkapi keceriaan pagi ini. Wangi yang khas jika pucuk-pucuk pohon yang entah apa namanya berbunga ini tercium. Semester 5 bagi anak-anak Teknik Kimia angkatan 2003 di Universitas Sebelas Maret.
Suatu hari di belakang Gedung I.
Beberapa mahasiswa duduk di tangga cinta; itulah sebutan untuk tangga antara pengajaran teknik kimia ke arah kantin. Tempat itulah yang menjadi base camp 2003 saat jeda kuliah mereka. Ada yang sibuk membolak-balik laporannya, ada yang bengong, ada yang ngobrol en sesekali cekikikan karena ngegosipin cowok-cowok cakep atau ngrasani dosen. Asfia, Asmarani en As yang laen sibuk ngomongin neraca panas en neraca massa tapi berujung ke film en komik kesayangan mereka. Ada yang bergerombol di sekretariat KPM, sebenernya sih di bawah pohon kecil..tapi itu sebutan kerennya, mereka ngobrol tapi akhirnya saling dorong en toyor-toyoran. Entah, apa yang sebenarnya mereka ributkan. Mungkin cewek-cewek 2004 atau malah 2002. Itu tetap menjadi rahasia umum diantara mereka.
“ Aku anyel banget. Praktikumku Perpindahan Panas inhal udah dua kali. Apa sih yang salah?”
Ucap Ifran sambil cemberut.
“ Udahlah Kak Ifran, dengan mengulang lagi kita bakal tau praktikum sebenernya seperti apa. Mungkin kita perlu konsultasi sama asistennya untuk merubah prosedur praktikum en mengganti alat-alatnya yang udah gak layak pakai.”
Jawab sang partner dengan suara lembutnya.
“ Mbok kayak aku ni lho, Fran…aku inhal berapa kali juga gak masalah…”
Ucap Gimbul yang bangga dengan prestasi inhalnya yang memecahkan rekor.
“ Bukannya gak masalah…kowe ki diciptakan memang untuk inhal…”
Celetuk Samy disambut tawa yang lain.
Personil 2003 sudah berkumpul di Laboratorium Operasi Teknik Kimia.
“ Wah, partnerku belum teko. Piye ya? Jangan-jangan aku inhal…”
Ucap Samy sambil celingukan.Tapi, wajahnya berubah ceria ketika seorang cewek berambut panjang datang dengan terburu-buru; Aqres.
“ Maaf ya, tadi aku bangun kesiangan. Masih harus ngeganti laporan, gambar ini, gambar itu, ngitung make matlab en gambar make visio. Ah, pusing……”
Begitulah, memang kebiasaan orang beda-beda. Tapi, biasanya nih..Aqres jadi patokan anak-anak saat kuliah. Kalo Aqres sudah datang, berarti sudah telat. Aneh ya?
Sabtu pagi, tangga cinta dengan orang-orang yang masih sama.
“ Udah, pokoknya kalo Laporan kita gak ACC juga..aku tantangin asistennya.”
Ucap Yunan dengan wajah kusut karena belum tidur semaleman. Entah gak tidur karena garap laporan, atau malah sibuk ngegame sama Timtam. Atau malah main di Nuranio sama Andrew, Cassanova, si Komandan; Sekum pendiam yang setia dengan kacamatanya.
“ Mbok sing sabar tho..”
Pak Yo’ komentar sok dewasa.
“ Aku udah berulang kali maju, berubah terus aturannya. Ada aja yang sa€ lah.”
Yunan menambahi masih dengan tampang betenya.
“ Tau gak..aku juga kemaren begitu. Aku cariin ke kost-nya..eh malah nonton wayang kulit.”
Ucap Aqres membuat temen-temennya bingung berpandangan. Hari ini dia dengan kostum pink seperti biasanya tapi datang pagi sekali gak seperti biasanya.
“ Aku lebih dari itu. Gara-gara telat ngumpulin laporan…aku disuruh bikin gambar yang uh…aku ora ngertilah. Gambar opo gak cetho! Katanya kalo gak ngumpulin aku sama kelompoknya Guffi gak bisa praktikum selanjutnya.Enake piye yo?”
Enduro 4T duduk sambil ikutan bete.
“ Kita menyatakan perang aja yo!”
Ucap Yunan sambil berdiri semangat en menggeliat. Ucapannya diiyakan oleh beberapa kaum adam disana. Para cewek hanya bisa berpandangan. Gak lama, jadi hiruk-pikuk karena ada yang pro en ada yang kontra. Sampe-sampe beberapa mahasiswa yang ada di pengajaran melihat ke arah tangga. Saat itu juga, ketua HMTK datang.
“ Ada apa ini? Koq ribut-ribut. Gak enak kalo didenger dosen. Nanti kalo mbak Pur denger…bisa kena semprot kalian semua.”
Dengan suaranya yang arif dan bijaksana ia menghampiri teman-teman sekelasnya. Walopun Ketum, Yayang juga manusia.
“ Kita mau menyatakan perang sama asisten-asisten kita. Abisnya, salah ini inhal, salah itu inhal, kurang ini inhal, kurang itu inhal.Emangnya kuliah buat praktikum doank? Cape, menguras waktu en tenaga, menguras kertas en tinta, menguras segalanya. Keringat bercucuran, darah menetes sampai penghabisan…”
Seseorang berkomentar menggebu-gebu. Tapi, malah jadi sasaran empuk di toyor sana-sini.
“ Halah…koq jadi hiperbola gitu!”
Jenuh, tau deh..cape..iya.
Saat itu, datanglah tujuh bidadari yang turun dari khayangan. Eh salah, dari motor. Otomatis, perhatian tertuju sama mereka semua. Bukan karena lantaran mereka cantik…tapi dengan kedatangan mereka dunia pasti jadi gak damai lagi. Biasanya sih begitu.
Ada Won Bin yang paling supel, banyak temen, rame. Ada si sporty yang hobi maen basket, ada yang cantik seperti orang india. Ada juga yang imut tapi maaf dia rada lama nyambung kalo kita lagi ngebahas sesuatu tapi jangan salah, kalo masalah kuliah dia gak kalah koq. Ada yang make jilbab, kata orang sih yang paling tenang..tapi jangan salah.. paling menghanyutkan. Ada si manis dengan chocho cips di wajahnya. Nah, ada satu lagi dia yang paling pinter di Teknik Kimia 2003. Dia pinter karena rambut keritingnya kali ya?
“ Ene opo tho?”
Won Bin datang kearah kerumunan, diikuti yang lain.
“ Kita mau perang sama asisten-asisten.”
Jawab Yunan masih dengan semangat 45, entah dia sudah mandi atau belum karna tampangnya masih kucel en berantakan.
“ Wah, bagus itu.”
Ucapnya tertarik. Matanya berbinar-binar.
“ Heh…koq malah bagus tho? Ayo Bin, bilang sama mereka ada acara bagus hari ini.”
Cewek dengan chocho cips di wajahnya berkomentar.
“ Selamat Pagi temen-temenku yang baik hati dan tidak sombong, berhubung hari ini cuaca cerah dan sangat memungkinkan untuk hang out…habis ini ini…kita makan-makan.”
Si sporty akhirnya menginfokan seperti reporter tivi.
“ Asyik…”
Komentar yang lain kompak.
“ Ayo mangkat…”
Ucap Samy sambil menuju motornya. Cowok yang menyatakan diri paling guanteng sedunia itu emang paling peka kalo di ajak makan-makan.
“ Heh…kita ACC dulu. Ntar, asistennya diajak sekalian. Eh, tuh mas Nugroho dah dateng, dirayu aja. Semua harus ACC hari ini. Tar kita jajakke bareng-bareng. Piye?”
Usul salah seorang cewek dari rombongan tadi.
“ Yah, gak jadi perang donk? ”
Ucap cewek Jakarta dengan tampang innocentnya yang dari tadi gak komentar bersama tiga temannya yang pendiam.
“ Udah ah, yang penting makan. Ayo…ACC trus makan-makan!”
Celetuk salah seorang. Sekarang..anak 2003 hunting asisten. ACC, trus makan-makan. Gak jadi perang nih ceritanya. Dasar!
Kalo urusan makan aja, semangatnya minta ampun.
Ngomong-ngomong, yang nulis laper nih…
Makan dulu ya!
Nua, Rawa Kalong 060813
( Kenangan bersama 004,005, 009, 012 , 015, 018, 027,031, 034, 035. 001 en 037 kemana ya? )
Thanx 4 all, friendz.
Tag:









