Cahaya Kewalian "Auradya Aulia" Bag I

28
points
"

Cerita ini ditulis atas usulan Mbah Yus, tentang BAMBANG ARADEA agar dibuat dalam versi cerita. berikut adalah Gubahan dari ceritanya dengan memberikan nuansa yang sama sekali berbeda tetapi dengan tema yang sama (BARATAYUDHA)

"

Di sebuah rumah, terdengar tangisan bayi membahana memekak cakrawala, bunyi halilintar semakin riang bersautan dengan disertai gemericik hujan yang semakin deras.
Malam itu malam sepuluh sura tepat jam 12 malam telah lahir seorang anak manusia, anak yang lahir dari rahim perempuan hasil hubungannya dengan seorang Dajal (laki-laki pendusta).

“Pak, apa yang harus kita lakukan dengan bayi ini? Bayi ini adalah aib untuk keluarga kita, kita tak mungkin memeliharanya disini” berujar Bu Fatmah kepada Suaminya.
“ Iya bu sebenarnya bapak tidak tega kalau harus membuang bayi ini, walau bagaimanapun ia adalah cucu kita, kita harus tetap bersama-sama menjaganya, apalagi Intan juga sepertinya sangat menyayangi bayinya itu”.

=============================================================
Dua tahun kemudian

Terdengar suara gamelan dari sebuah rumah di desa Jatirasa tanda bahwa didesa itu sedang di adakan pesta pernikahan. Tepatnya di kediaman ibu fatma bersanding intan dengan seorang santri yang berasal dari pesantren ciptarasa bernama Muhammad Makdum. Salah satu santri yang paling tersohor di wilayah setempat.

Makdum adalah seorang santri yang mempunyai budi pekerti yang baik, soleh dan senang memberi pertolongan. Begitu juga dikala semua orang mencemooh intan karena kelahiran puteranya yang tidak berayah, Makdum sebagai salah satu sahabat selalu melindunginya. Hingga suatu waktu intan dan keluarganya di cekal masyarakat untuk segera pergi dari kampung. Makdum mampu melerai penduduk setempat dan berusaha meyakinkan penduduk bahwa Intan akan segera bersuami.

Hari demi hari keluarga ini diliputi oleh cinta dan kasih sayang, kebahagiaan bergelayut di tiap tiang rumah dan di dalamnya berpijar cahaya mahabah menghiasi setiap jengkal kasih dari para penghuninya.

Radea, putera Makdum dan Intan kini telah berusia 21 tahun, dengan pendidikan dan ilmu agama yang diberikan oleh ayah dan bundanya Ia telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah, pintar, rajin dan disayangi oleh semua masyarakat. Hingga pada suatu hari ia bertemu dengan………

To be continued…..

Your rating: None Average: 7 (4 votes)
dikirim bunghatta_crb 21 minggu 3 hari yang lalu
Tag: