Maaf aku masukan kategori puisi padahal lebih oke masuk kategori cerita / setengah puisi setengah cerita he..he..
"Di sebuah dusun di pinggiran kota Cirebon, tersiarlah sebuah kisah tentang seorang penjaga Mushala, Ustad Sholeh namanya. Ia adalah kebanggaan Kyai Sepuh, seorang kyai yang disegani di Wilayah Cirebon. Tak ada yang tahu asal usul tentang Ustad Sholeh tapi yang pasti ia adalah satu-satunya ustad yang tidak pernah mengajarkan ngaji kepada para santri karena memang Ia sama sekali tak pernah bisa berbicara, begitupun ia mengidap lepra
Di usianya yang menginjak 50 tahun, tak pernah satu kalipun ia melirik wanita, Ia takut berdosa dan Ia pun takut untuk jatuh cinta. Ia selalu berfikir manalah mungkin seorang wanita menyukainya dengan fisiknya sekarang.
Masyarakat menjulukinya ustad adalah karena ia selalu tunduk dan patuh akan apapun yang di ajarkan Kyai sepuh, melalui tingkah lakunyalah Ia mengajarkan agama, maka wajarlah disandang julukan Ustad untuknya
Banyak masyarakat mengagumi tingkah lakunya, banyak pula yang bersimpati padanya. Selain menjadi penjaga Mushala, Ustad Sholeh juga mendapat kepercayaan untuk menggembalakan kerbau dan kambing milik masyarakat.
Pada suatu hari sang pemilik ternak melihat Ustad Sholeh sedang menyodomi seekor kambing, si pemilik ternak inipun memberitahukan kepada masyarakat tentang perbuatan bejat Ustad Sholeh. Merekapun mendatangi Ustad Sholeh mereka menyerukan, mengutuk, dan menganiaya Ustad Sholeh mengatas namakan Agama. Ustad Sholeh pun di bakar hidup-hidup dan akhirnya meninggal dunia.
Oh, beginilah laku manusia,
Merasa diri telah sempurna,
Hidupnya diliputi buta.
Menganiaya orang tak berdaya,
Yang mudarat dalam hidupnya,
Hingga datang ajalnya.
Mereka lupa akan seribu kebaikan yang diterima
Mereka lupa akan sewindu kedermaan yang diberinya
Mereka hanya ingat satu makna
“dosa yang menganga”.
Padahal disekitarnya banyak para drakula,
Yang menghisap darah saudaranya.
Banyak pemerkosa hak-hak asasi manusia,
Yang memaksakan kehendaknya untuk napsunya
Mengapa kau atas namakan Agama
Mengapa kau atas namakan Kemanusiaan
Pembunuh tak berakal itulah julukannya.
Dan Iblislah temanmu sekarang
Sejak saat itu,
semakin banyak manusia,
yang tak mampu bersuara
untuk menyerukan kebenaran
Sejak saat itu,
semakin banyak manusia
yang mengidap Lepra
bukan di badan tapi di hatinya
Tag:









