Ketika kenyataan merupakan suatu hambatan,
tragedi pun menjadi sebuah kekonyolan...
Aku tidak tahan lagi, selalu saja aku yang jadi sasaran. Apa salahku? Apa karena aku kecil, lemah, jelek ?
Selalu aku yang dijadikan bahan olokan. Selama ini aku hanya diam saja, kubiarkan mereka menertawai aku, rela aku dihina dan dijadikan "badut", kuanggap itu sebagai kelebihanku, satu-satunya pelawak yang tidak perlu melawak, lelucon hidup! Aku tidak keberatan dijadikan sebagai bahan lelucon selama mereka tidak menjadikan aku sansak tinju.
Tapi, ini sudah sungguh keterlaluan. Sansak tinju! Bah..! Beruntunglah sansak tinju, mereka bahkan memitingku, membantingku, SMACK DOWN!! Kemudian tertawalah mereka.
Lihat! Bagaimana TV mempengaruhi mereka. Sungguh-sungguh dewasa, mereka anak kelas 3 SMA!! Sekali lagi BAH..!!
Aku tidak tahan lagi. Lihat saja, mereka akan membayarnya.
Beberapa rencana pembalasan telah kupertimbangkan.
Penyanderaan ala Ekskul mungkin dapat membuat mereka kapok. Stasiun TV akan meliput, dan seluruh negeri bahkan seluruh dunia akan mengetahui betapa menderitanya aku.
Ah, tapi tidak. Mereka tidak akan mengetahui penderitaanku, tidak sebelum mereka merasakannya.
Ya, benar.. kata orang pembalasan berkali-kali lipat sakitnya. Akan kubuat mereka merasakan kengerian, lebih dari yang aku rasakan.
SCREAM..
ha! itu dia!
Skenario yang cocok buat mereka..
Berteriaklah.. karena neraka akan segera datang,
menghampiri kalian..
Tag:








