Taking Over

20
points

Sial, kali ini posisi tubuhmu terlalu dekat denganku. Tanpa menunggu lama akupun mabuk oleh wangi parfum yang bercampur dengan tajamnya aroma rokok menthol. Sepasang mataku seakan kaku melihat lebih jelas bola mata yang bulat kecoklatan dan bibir mungil yang selalu meluncurkan kalimat-kalimat rumit. Kamu tersenyum dan aku hanya terdiam sambil diam-diam dalam hati membenci senyumanmu yang seperti kode, dingin dan penuh misteri. Kamu main-mainkan juntaian rambutmu yang kelam bergelombang dan lagi-lagi aku hanya diam sambil diam-diam berusaha mengeja tiap gerakan tubuhmu. Selalu saja ada rasa yang tiba-tiba menyergap saat aku melihatmu. Rasa itu malah semakin kuat tiap kuperhatikan cincin yang melingkar di jari manismu. ”jangan sekali-kali engkau berpikir untuk melakukan hal itu”. Sebuah suara memperingatkan diriku. Entah darimana datangnya suara itu. Mungkin dari hati. Tunggu, biar kubekukan dulu hati ini!

Your rating: None Average: 5 (4 votes)
dikirim jatayushivalarasati 27 minggu 5 hari yang lalu
Tag: