Hai dah maem?...
Seneng lho bersamamu hari ini....
Aku mau bertanya padaMu ya Tuhan
Apa maksudMu dengan sejumput rampai ini
Yang menghampiriku tanpa aba aba di ujung
Jalan panjang hidupku
Kau dan aku adalah sepasang jiwa yang
Yang terhimpit dalam decak kaget dan heran
Seakan masing - masing ditetapkan
Untuk mendapati bahwa ada
Bagian kosong yang bisa diisi
Oleh jiwa yang satu
Sehingga tidak ada keinginan lain yang bisa dipanjatkan
Jika ada kehidupan lain suatu waktu nanti
Aku ingin melihatmu lagi sebagai
Sosok persis seperti ini
Dirimu..
Penuh keriduan yang tak pernah susut
Oleh semakin tuanya waktu
Yang kemudian mengisi ruang ruang
Dihati ini yang senyap
Menumpahiku dengan kasihmu yang tak pernah
Kujumpa sepanjang hidupku
Memberi warna dan suara di belahan jiwaku
yang meratap
Aku sungguh ketakutan dg tiadamu
Suatu ketika yang pasti menunnggu di ujung sana
Maumere, 14 April 2008
Rating
Comments: 4
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
setuju ama ara. but ok!
baris ke-2 akhir; kata 'dg'
hmm...semoga cepat kau revisi, kawan...
lainnya...
aku suka puisimu...syahdu...
but...
jangan terjebak pada kata-kata indah saja...
^_^
terus berkarya!
aku masih ambigu dengan kau dan akunya. Kau itu tuhan atau sejumput rampai?
awalan menggelitik yg alangkah baiknya jika penulisannya dibedakan kawan, entah dengan tanda kutip ("), tanda kurung atau tulisan miring.. itu saja, aku suka dengan awalannya, sayang tak kau selipkan di tengah dan tak kau goreskan di akhir..