Pagi yang enerjik. Matahari masih condong ke timur, tetapi enam mobil sudah adu lari menerobos ruas jalan. Di posisi pertama, ada mobil yang dikendarai Astro, menyusul Hein dengan mobil hasil curiannya. Empat mobil terakhir adalah mobil polisi lokal dengan sirene sahut-menyahut. Dua di antara empat mobil itu kemudian berbelok, dan muncul lagi di sebuah simpang empat. Mereka mengagetkan Astro. Astro mengerem dan mobilnya sempat membentur mobil polisi yang melintang. Benturan cukup keras. Mesin mobil Astro meninggal.
Dirgita hiks...! aku kok ya merasa bersalah dengan pengakuanmu untuk ... crita ini
hhh!
komentku yang panjang-panjang dan 'agak' serampangan detail itu sebenarnya karena aku sangat menyukai dan berharap lebih pada setiap crita yang kubaca. Termasuk crita ini.
entahlah-entahlah...apa aku harus koment junk saja dilembaran-lembaran lain *grin*
-------------------
cheers! eh...hiks!
Kalimat pendahuluannya agak bikin ilang filing. Di samping itu, kamu masih juga suka memakai metafora2 yang kerasa aneh (mesin mobil Astro meninggl) dan gaya yang agak tak ortodoks.
Menurut saya, ini adalah 'kelemahan' kamu yang kedua.
Masih menunggu komentar, kritik, bahkan saran dari teman-teman. Dan bagi yang bertanya bagaimana caranya saya membuat kotak di bawah sana, klik aja di sini. Teman-teman harus memiliki OpenOffice.org untuk dapat membukanya.
Pernyataan lisensi: Teman-teman boleh menyalin cerita ini ke media simpan lokal. Penggandaan diizinkan selama dalam bentuk digital, tidak menghilangkan sumber atau penulis asli, dan tidak untuk melanggar norma dan peraturan yang berlaku, dan bukan untuk tujan komersial. Jangan mencetak cerita ini ke atas kertas! Pohon sudah banyak yang ditebang untuk itu.
Namun, waktu memang tidak bisa dihentikan. Setelah tergelincir di ufuk barat, mentari kembali datang keesokan pagi. Sesuai daftar yang ditulis oleh Si ... lanjut baca
“Sisa hidup Sira...?” Aku tersengat. Serta-merta tubuhku membeku. “Tinggal besok...?” Entah bagaimana, aku melejit menjauhi daun pintu.
Apa ... lanjut baca
Kelas XI IA 4. Aku terduduk di pojok kanan depan kelas dengan wajah menunduk. Teman sebangkuku hari ini kembali tidak masuk, dan kudengar beberapa mul ... lanjut baca
Kisah ini dibuka oleh penyerangan Armada Inverse milik Koloni Sapphire di Koloni Magna. Selain berlatar belakang untuk menguasai Koloni Magna sebagai ... lanjut baca
PERLU PERBAIKAN
INT. = interior
EXT. = eksterior
VO = voice over
VOC atau OC = menandakan karakter tidak terlihat kamera.
Filtered = untu ... lanjut baca
Sudah lima belas menit dan pintu itu masih menutup. Lampu yang menerangi tulisan Ruang Bedah di atasnya pun masih menyala merah. Seno hanya bisa menun ... lanjut baca
Lukman siswa kelas XII SMA, anak tunggal di sebuah keluarga sederhana. Di rumah, ia tinggal bersama Ayah seorang karyawan biasa sebuah perusahaan dan ... lanjut baca
Kira-kira, satu jam sebelum azan Subuh berkumandang, Ilyas sudah turun dari tempat tidur. Berhati-hati ia mencoba meniti tangga, dan akhirnya sampai d ... lanjut baca
Dirgita hiks...! aku kok ya merasa bersalah dengan pengakuanmu untuk ... crita ini
hhh!
komentku yang panjang-panjang dan 'agak' serampangan detail itu sebenarnya karena aku sangat menyukai dan berharap lebih pada setiap crita yang kubaca. Termasuk crita ini.
entahlah-entahlah...apa aku harus koment junk saja dilembaran-lembaran lain *grin*
-------------------
cheers! eh...hiks!
Mantap ceritamu. Maafkan langsung baca bagian 12, mudah-mudahan aku punya waktu untuk membaca bagian yang lain.
Kalimat pendahuluannya agak bikin ilang filing. Di samping itu, kamu masih juga suka memakai metafora2 yang kerasa aneh (mesin mobil Astro meninggl) dan gaya yang agak tak ortodoks.
Menurut saya, ini adalah 'kelemahan' kamu yang kedua.
Sisanya, cerita ini seru sih.