59
points
TAWA
Kala dua larik bibir terangkat menembus udara
Mengurai kepenatan suram yang membelenggu
Aku terlepas, bebas
Meninggalkan gulita penyelimut kesedihan
Kekeh menguapkan gumpalan rasa sakit
Melayang ke balik senyum awan putih
Menyanding suka ria pelaminan hati
Saat ku yakin inilah aku
Aku kini bukan seringai
Yang korbankan jiwa tuk memperanakan sepi
Aku juga bukan sedu di antara debu
Yang menjilat batin agar berduka
Tapi aku(lah) tawa
Yang menyaput mengarangnya karat hati
(13 Mei 2008)
dikirim nataryasena 16 minggu 6 hari yang laluTag:







