Kalau sampai waktuku
berlari
ku mau tak seorang kan merayu
Luka dan bisa kubawa berlari
Tidak juga kau
Biar peluru menembus kulitku
Hingga hilang pedih peri
Aku tetap meradang menerjang
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku ini binatang jalang
Tak perlu sedu sedan itu
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Dari kumpulannya terbuang
Rating
76
points
Views: 3752 reads
Comments: 10
Rating:
Comments: 10
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
elo kurang kerjaan
Usilnya William lagi kumat kawan. Nanti Chairil Anwar bangun dari kubur trus malah dikau yang dibuang dari mobil sedan trus disuruh berlari lho... (halah malah ikut nambah-nambahin penghancuran puisi maestro -- ampunkan aku om Chairil )
nich puisi berubah dari gahar penuh semangat ke komedi kayaknya..kagak salah ape..? sorry..makasih
modifikasinya lumayan....:D:D:D:D
Thanks komentarnya, tenses yg saya gunakan sebagian model passive voice (mungkin itu yg dibingungkan). Dan memang ada subject dan to be yg dipotong untuk menyesuaikan rima. Kalau membingungkan, namanya juga puisi......
Mengenai puisi ini, saya netral aja, karena saya gak melihat perubahan yg signifikan dr aslinya.
Maap deh. Hanya sedang mencari cara bereksperimen untuk menemukan hasrat menulis lagi.
kekuatannya hilang. namun tak lenyap......
waduhhh.. kekuatannya berkurang banyak kawan.. penutupnya yang 1000 tahun lagi, hilang... pembukanya yg binatang jalang, terbang.. terinspirasi tak ada salahnya, tapi kalau 'hanya' bolak-balik dan membuat jadi buruk, apa artinya?
apanya yg dirubah..
ayo.. ayo.. lebih.. masa' cuma segini doang ngutak-atiknya. ini sih ngerusak karya orang.
*blom bisa dibilang karya baru nih. untung gak gw bilang karya plagiat. soalnya lu cantumin nama penulis aslinya.
hahahahaa....
no comment bos.