Mei. 2008
"STUPID PLAYBOY
Jam tangan sudah menunjukkan pukul 7.30 pagi, Veri sudah nongol di depan rumah pacar barunya itu, yang digaetnya sewaktu ujian SPMB lalu. Akibat dari hubungan itu menjadikan suatu keuntungan besar bagi Veri karena berkat dari pertolongan si cewek kutu buku itu, akhirnya Veri lulus di Perguruan tinggi jurusan Teknik Kimia. Sekarang tiba saatnya Veri harus membalas jasa cewek tersebut dengan menjadikannya pacar barunya. Nini, cewek keturunan cina ini sebetulnya tidak terlalu cantik, bahkan bisa dikatakan pas-pasan karena tipe cewek ini bukanlah yang dicari Veri. Setelah sekian menit menunggu, akhirnya Nini keluar juga dari rumahnya dan berkata “maaf ya Ver, udah lama ya ?”. Veripun menjawab “ah belum 5 menit kok, kita berangkat sekarang ?”. “sekarang ? ayo “. Ninipun naik ke sepeda motor Veri dengan duduk menyamping karena dia mengenakan rok panjang, mereka pun berangkat.
Pelajaran telah dimulai, Veri yang dari tadi berdiri di depan pintu kelas seperti satpam pun menuju ke bangkunya. Pelajaran pagi ini adalah Kimia dasar, mengenai pelajaran ini, sebenarnya Veri sudah dari dulu anti dan memusuhi pelajaran ini, “Kimia lagi, Kimia lagi” begitu kata hatinya. Bahkan sedari SMA dulu dia memang paling benci dengan pelajaran ini, hanya saja ini menimbulkan sedikit tanda Tanya, kenapa Veri harus mengambil jurusan Teknik Kimia ?. ceritanya, sewaktu tamat SMA dulu, Veri bingung mau melanjut kemana. Semua teman dekatnya memutuskan untuk kuliah dan kerja, nah .. karena Veri belum layak cari kerja (menurut pendapatnya) makanya dia kuliah. Tapi, mengapa harus di jurusan teknik Kimia ?. jawabannya, sewaktu mengisi formulir pendaftaran dulu, Veri sempat ngincar cewek berwajah manis dan ketika dia ngobrol dengan cewek itu, Veri menanyakan jurusan yang diambil si cewek, dan dalam keadaan terburu-buru si cewek pun menjawab Kimia dan langsung pergi. Tanpa berpikir panjang, Veri pun memilih jurusan teknik Kimia. Setelah pengumuman kelulusan ujian SPMB, tepatnya pada saat pendaftaran ulang, Veri bertemu lagi dengan si cewek tersebut dan ternyata si cewek juga lulus di jurusan Kimia, hanya saja fakultasnya berbeda dengan Veri. Hal itu, tentunya membuat Veri sedikit kecewa. Hari pendaftaran ulang itu adalah hari yang dimanfaatkan Veri untuk PDKT habis-habisan dengan si cewek. Mulai dari kenalan, ngobrol, makan barang, sampai mengantar pulang. Memang diakui pada hari itu adalah hari yang menguntungkan bagi Veri, dan hasilnya sekarang si cewek manis yang bernama Winda itu telah berhasil digaet Veri.
Kuliah jam pertama selesai juga, Veripun mengeluh “ huuh, seandainya saja aku mengerti pelajaran tadi, tentu aku tak akan bosan”. Nini pun menghampiri “kamu tak ngerti pelajaran tadi, itu kan mudah, lagian itu semua kan masih pelajaran SMA, masak kamu lupa sih?”. “aku tak lupa, tapi memang aku tak pernah ngerti tentang belajar kayak gini”. “ya udah, nanti kamu aku ajari, mau ?”. “benar ya, kamu terlalu …. baik ”. “kalau gitu, kapan kamu ke rumah aku, kita belajar bareng ?”. “kapan ya ?, jangan sekarang deh dan jangan minggu ini, minggu depan aja gimana ?”. “ya udah, oya aku mau ke pustaka sebentar, kamu mau ikut ?”. “nggak deh, aku di sini saja”. Begitulah ……. Watak si Veri. Belum lama setelah Nini pergi, sms masuk ke hp Veri. Setelah dibaca, ternyata Winda yang ngirim sms isinya “Ram, nanti km bs jmpt aq gak, jam 1 ?”. tanpa berpikir panjang, Veri pun membalas sms itu “ ok, sayang, nnti tg aq ya di kmps km”. dalam sms itu ada kata Ram, Ram adalah nama tengah Veri, nama lengkap Veri adalah Veri Ramadoni dan Veri punya 3 nama yang masing-masing nama itu ada yang memakainya, karena sudah dari SMP Veri biasa berkenalan dengan menyebutkan nama yang berbeda kadang Veri, Rama, atau Doni.
~~~
Walaupun jam 1 masih ada kuliah, Veri dengan nekadnya cabut dan dalam hatinya ia berkata “ah, percuma pun kalau aku masuk tak ngerti-ngerti juga” dengan semangat yang tinggi, dia menggas motornya sampai ke kampus Winda cewek barunya itu. Tiba di kampus, Winda ternyata sudah menunggu. Veri pun langsung menyapa “wah, apa aku tidak salah lihat ?”. Winda bertanya dengan keheranan “ salah lihat apanya ?”. “ah nggak, kamu smakin cantik aja hari ini”. “hmm, mulai deh gombalnya. Ayo kita cabut !!”. mereka berdua pun melaju ke suatu tempat. Winda menyuruh Veri mengantarkannya ke mall untuk membeli sesuatu, dan Veri pun menyanggupinya dengan berkata “beres non”.
Jalan gandengan, mereka terlihat sangat serasi sekali, seolah-olah mall itu hanya milik mereka berdua. Suasana agak sedikit terganggu ketika seorang wanita datang dan berkata “Doni, apa-apaan kamu, ini siapa ?”. Veri pun menjawab “Liza, kamu …., oh ini pacar aku, kenalkan namanya Winda”. Dengan muka marahpun wanita yang bernama Liza itu berkata “apa ??? pacarmu, jadi aku .. kamu kemanakan, berkali-kali aku sms kamu tapi tak pernah dibalas”. “Liza, kamu harus ngerti, setelah tamat SMA kita kan udah resmi putus dan aku nggak balas sms kamu karena tak mau mengharapkanmu lagi”. “apa ?? putus, aku tak pernah memutuskanmu”. “sudahlah Liza, lupakan saja aku, aku yakin kok kamu bisa cari yang lebih baik”. Melihat mereka, Winda sudah tidak tahan lagi di situ, akhirnya dia pun pergi dengan terburu-buru. Liza pun berkata lagi “ oo, jadi begini cara kamu, ok . lihat saja nanti”. Liza pun pergi.
Veri pun lega bisa mengatasi Liza, sekarang tinggal ……. Mencari Windi “kemana dia?”. Veri mencoba menelpon tapi …… tak diangkat-angkat, Veri menelpon lagi, akhirnya diangkat dan berkata “sayang, kamu dimana ?, di bookstore, baik aku ke sana ya “. Veri berharap Winda tidak mengungkit masalh yang dialaminya barusan, sampai di bookstore dia pun mencari Winda, dan oh tidak di sana ada Winda dengan Nini, Veri pun langsung lari meninggalkan mereka tanpa ketahuan. Setelah lama menunggu Veri, Winda pun menelponnya “halo Ram, kamu dimana ?, ayo kita pulang aku masih di bookstore”, dijawab Veri “ sori sayang, aku dari toilet, sekarang aku di lantai satu, kamu aja deh yang turun”. Winda pun turun dan melihat Veri sedang bermain mata melihat sekelilingnya. Veri masih khawatir, kalau-kalau di situ masih ada Nini, ternyata tak ada dan dia pun berkata dalam hati “ ah, aman sekarang”. Mereka pun jalan gandengan lagi, lalu Winda berkata “Ram, kamu tau tidak, tadi sewaktu di bookstore aku ketemu sahabat aku Nini, aku baru tahu kalau ternyata dia juga kuliah satu universitas dengan kita, dan ternyata dia udah punya cowok. Padahal, dulu dia paling dijauhi sama cowok, soalnya anaknya kuper gitu sih lagian cupu lagi”. Dengan merasa cuek, Veri pun menjawab “oh ya”. “Ram, aku lapar nih, kita makan dulu yok”. “ayo”.
Mereka pun makan di kafe lantai bawah mall dan Winda melanjutkan ceritanya “aku yakin deh, cowok yang mau dekat sama Nini itu pasti cupu juga”. Dijawab Veri “iya ?”. “iya, dan lagian kalau tak salah namanya Veri, Veri juga satu jurusan dengan dia, katanya sih ganteng, tapi kalau menurutku nggak gitu deh”. “kenapa?”. “ya, karena hanya baru kali pertama Nini kenalan dengan cowok, jadi wajar dong kalau dia bilang cowok pertamanya itu ganteng”. “ oooo gitu !!”. tiba-tiba Winda langsung bertanya “ya ampun Ram, masak kamu nggak kenal dengan dia, dia kan juga jurusan teknik Kimia”. Dijawab oleh Veri tanpa keraguan “ya, mungkin di kelas lain mungkin”. “mungkin juga sih, tapi kalau lihat mukanya, kamu mungkin tahu kali ya”. Veri mengalihkan pembicaraan “sayang “. Dijawab Winda “hmm, apa ? kamu mau nembak aku lagi?, udah basi tahu”. “nggak, aku cuma ingin nanya malam ini kita kemana ?. Belum sempat dijawab, datang seorang wanita dari belakang Veri dan berkata “hai Win, aku boleh ya gabung dengan kalian”, Veri pun melihat ke arah wanita itu lalu dia terkejut setengah mati. Winda berkata “hai Nin, boleh aja, sekalian traktir juga boleh”. Winda masih heran melihat Nini melihat Veri yang sok garut-garut kening itu, Winda pun berkata “Nin, kenalkan ini cowok aku namanya Rama”. Nini pun berkata dengan marah dan dengan mata berair “Veri, kamu bolos kuliah tadi hanya untuk selingkuh, kamu tega ya menghianati aku”. Veri langsung menjawab “jangan salah paham dulu Nin!!”. “apanya yang salah paham, semuanya udah jelaskan” mata Nini semakin berair di balik kacamatanya”. “Nini, selama ini kamu salah paham dengan hubungan kita, aku cuma menganggap kamu teman biasa tak lebih dari itu kok”. “oh ya, aku masih ingat dengan kata-kata kamu waktu kamu mau rayu aku terus ngantar aku pulang kamu langsung nembak aku, emangnya aku ini apaan?”. “Nin, mengertilah”. Winda turut berkata “cukup, Ram udah dua cewek yang punya kasus sama, tadinya aku menyangka kasus pertama tadi cuma salah paham dengan memakai nama Doni, ternyata kasus kedua juga muncul dengan menggunakan nama Veri, aku sudah tau sekarang”. Langsung dibantah Veri “Win, kamu harus percaya aku”, Nini berkata “ Win, kamu pasti lebih percaya aku kan ?” air matanya semakin berair dan jatuh ke bawah. Winda menjawab “aku lebih percaya pada Nini, asal kamu tau Ram dia sahabat aku dari SMP jadi tak mungkin dia bohong” sekarang mata Winda mulai berair, dan berkata “aku nggak mau kenal sama kamu lagi”, disambung oleh Nini “Ver, mulai besok kamu jangan dekati aku lagi !!” mereka pun berlalu meninggalkan Veri yang mukanya mulai kusam itu. sore itu pun berakhir dengan kekecewaan, Veri pun beranjak, sampai di tempat parkir, seorang lelaki yang dikenalnya sudah menunggu di sana, dia adalah Heri abang kandung Liza, tanpa basa basi lagi dia pun berkata “kau mendekatiku agar aku mengenalkanmu dengan adikku, dan sekarang kau permainkan dia, kurang ajar!!!” tangan perkasa Heri langsung menghajar kepala dan perut Veri, tanpa perlawanan Veri pun pasrah menahan derita sakit. Heri menghentikan pukulannya dan langsung kabur setelah dua orang satpam melihat adegan itu, Satpam menolong Veri yang tak berdaya, dan membawanya ke pos. setelah sedikit baikan barulah Veri pulang. Akhirnya, hari ini merupakan hari paling sial dalam hidup ini, selama ini sudah belasan atau puluhan wanita yang sudah dimainkannya tapi tak menimbulkan persoalan separah ini.
~~~
Ternyata benar kata para pujangga kalau Badai pasti berlalu. Sekarang Veri bahkan sudah menemukan pengganti Liza, Winda, atau Nini dengan yang lebih baik dari mereka, hanya saja dia sekarang begitu waspada akan keadaan agar kejadian yang lalu tidak berulang. So, bagaimana dengan kuliahnya ? terang saja tiga wanita sekaligus dipacarinya tapi lokasinya berbeda dan berjauhan, jadi mana sempat untuk kuliah, akhirnya anak bungsu dari tiga saudara itu pun mendapatkan IPK di bawah satu, baginya, kuliah hanya sarana mencari pasangan, setiap tahun pasti ada anak baru yang masuk dan tentunya pasti ada yang cantik jadi tiada salahnya kan menikmati kecantikannya itu. Setelah ia bosan, putuskan, dari cari yang lain lagi. Akhirnya selama dua tahun dia lakukan hobinya ini berulang-ulang, tak peduli berapa dana yang habis karena selagi ayah, abang, dan kakaknya masih kaya, soal biaya tak perlu diperhitungkan, tak peduli juga ia dengan nilainya yang tak meningkat-ningkat tiap semester yang IP nya slalu di bawah satu, hingga mau tak mau dia pun harus DO (Drop Out) dari perguruan tinggi. Bagaimana nasibnya berikutnya, terserah dia ………….
~THE END~
dikirim The Morning Emotion 27 minggu 2 hari yang laluTag:








