Amuk Massa

33
points

Amuk Massa

Lapar mata melototin berita yang tak usai menggantam masalah debat kusir dari kuda-kuda liar dikursi dewan
Orang-orang hanya berbusa-busa saja berkoar-koar mengelu-elu
Kalau rakyat telah berseru jangan seperti kantor dungu
Tetap asik dengan egois yang memacu
Terang saja rengking kita jadi nomer satu
Sampai kelas kambing dan teripun buka wacana
Siapa yang urat pita suaranya kencang, mereka bisa lantang bahkan menang
”Punggung berderak, pikulan retak. Bapak..........”
Kini tanah makam bukan untuk kuburan massal orang-orang korban perang
Tapi berisi bahan makanan
Mayat kelaparan dibungkus rapat dengan dedaunan pisang, seperti lepet di meja hidangan
Kekhawatiran tak bersandang dan berpangan bukan lagi kekhawatiran akan dosa kawan!!! Segala jadi halal
Makan darah saudara bisa kenyang
Jerigen-jerigen masalah depan mushola, tak terkira sungguh panjang antrian ini
Pemandangan yang dinantikan oleh sang maestro kepemimpinan
Bilang saja alasannya untuk subsidi
Tangi-tangki tabungan jadi alokasi, ternyata itu bukan dihindari tapi itu yang dicari
Buat apa bilang sepuluh, seratus bahkan seribu untuk genderang momentum yang ambigu
Selamat datang zaman baru
Padahal pemimpin masih seperti flinstone pada zaman batu
Sejara itu berulang dan berputar dan kini seperti dulu
Pemimpin seperti hantu
Ketaatan hukum seperti klenik
Muja agar bisa bertahan hidup
Bunuh diri sja kalau tak berani redup

NB:ini bukan cerita, cari tempat yang salah aja. spa tau dapet aroma baru.

Your rating: None Average: 5.5 (6 votes)
dikirim Al-Abs 27 minggu 2 hari yang lalu
Tag: