Mengenal Kepribadian Sejati

10
points
"

kasih comment yae:)

"

Mengenal Kepribadian Sejati

Aku adalah sepercik Nur (cahaya ) dari Dia, Sang Penciptaku.
Maka untuk mengenalNya dan bisa mencintai-Nya, Tuhan, Aku musti sering masuk ke dalam diriku.
Aku harus mengenal diriku.
Yang mengenal dirinya adalah mengenal Tuhannya.

Aku dilahirkan dalam hidup ini dengan membawa peran dan cerita hidup, aku punya visi dan misi hidup.
Di dunia yang sementara ini Aku berusaha sekuat dayaku untuk bisa menjalani peranku itu.
Garis kehidupan dan takdirku, hanya itu yang kulakukan.
Aku tetap akan kembali pada Dia Tuhanku.
Aku tak mau lama- lama hidup di dunia ini.

Untuk itu aku bernafas dengan nafas-Nya, melangkah dengan kaki-Nya, merasa dan berfikir, mensifati sifat-Nya.
Aku juga berusaha memimpin diriku menuju Kemurnian hatiku. Cahaya dan belaian Kasih sayang-Nya.

Kesendirian dan kesepianku, air mata yang selalu menetes di waktu- waktu hidupku, adalah ungkapan kerinduanku pada-Nya, pada jiwaku yang murni.

Aku mau kembali pada orang tuaku dan kekasih sejatiku.
Mabuk dalam anggur cinta-Mu itu yang kumau.
Semua ini hanya ilusi dan panggung sandiwara.
Termasuk ujian demi setiap ujian yang kulewati.

Ya Tuhanku, Allahku Kau selalu menemaniKu.
Terima kasih.
Inilah jiwaku yang berusaha kembali pada-Mu.
Aku benar- benar ingin menyatu dalam Ruh dan cahaya-Mu.

Oh hati nuraniku..
Oh ruhaniku
O jiwaku
Oh sukma dan sariku yang polos dan lugu.
Oh kebaikan yang iklas dan suci, Engkau sangat murni dan sangat baik
Engkau sangat lembut dan sangat menyentuh hatiku.
Oh Tuhanku.
Aku selalu ingin bersama dan menyatu dalam-Mu.
Aku tak bisa hidup tanpa Diri-Mu.
Kadang pikiran dan emosi jiwa, perasaanku merayu kemurnian dan kepolosan nuraniku.
Maafkan aku ya Kasih.
Tapi di sini, di dunia ini, bukankah aku hanya menjalani cerita hidupku.

Siang malam aku selalu mengingat dan mendengar bisikan hati-Mu.
Ku selalu berdoa dan berbicara pada-Mu.
Ya Robb, hanya Kau lah yang memebrikan Ruh dan semangat dalam hidupku.
Hanya kaulah yang membuatku bisa kuat dan tegar.
Hanya Kaulah yang bisa membuat jiwaku berdamai dan tentram.
Hanya Kau yang bisa memberiku ilham dan iman.
Thanks my God.

Salam doa dan kebaikan untuk-Mu semua.
Kebekuan hati saat ini mulai mencair
Jiwa- jiwa yang kering dan hampa mulai tercerahkan dan merasakan kelembutan kasih-Nya.
Pikiran yang jenuh dan kalut akan lebur oleh kesadaran-Nya.
Dalam Diam aku terpana, tanpa suara
Dan hanya merasa
Merasa RuhMu hidup dalam RuhKu.
Sayang kesendirianku t’lah sirna
Kehausanku t’lah terpuaskan karena kesejukan kasih-mu dan serat- serat kebaikanmu dalam hidupku.
Terima kasih. Terima kasih.
Jiwaku dan hatiku t’lah bersuara dalam DiriMu.

Ini belumlah apa- apa.
Ini semua baru permulaan.
Aku mendidik jiwaku sendiri agar bisa memahami Pribadi sejati-Nya.
Aku langsung berguru pada Nuraniku yang murni itu.
Berlian tidak akan bercahaya di antara cahaya .
Mungkin memang harus diuji untuk membuktikan cahaya dan sinarnya.

Jangan katakan Kamu beriman sebelum Kuuji.
Penderitaan dan ujian adalah bukti kasih sayang Tuhan pada kita.
Jika aku lemah dan tak berdaya Kau merasakannya.
Jika aku terpuruk dan bersedih hati, Kau juga merasannya.
Jika aku putus asa dan bosan kau mengerti dan memahamiku wahai jiwa yang baik.

Kau begitu peka dan sensitif mendengar kegelisahan dan kerapuhan jiwaku.

Aku merasa, Keluargaku itu sangat uniq san cerita hidupnya berbeda.
Aku bangga dengan keluargaku dengan berbagai kisah dan pengalamannya.

Semua yang terjadi dalam hidup adalah suratan dan takdir, ada chapter dan bab hidup masing- masing.
Ini saya rasakan betul dalam kelurga saya.
Setiap orang yang kita temui dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan saja.
Ada semacan kontrak dan perjanjian dengan Tuhan sebelum lahir ke dunia ini.

Kenapa Ibu saya seperti ini, kenapa keluarga saya seperti itu.
Jangan tanyakan kenapa. Itu adalah permintaan dan doamu, itu karma atau bab hidupMu.
Ada misi dan visi hidupmu yang harus kau selesaikan.

Apakah kita bisa menyelesaikan misi hidup kita. Saat inilah jawabannya.
Jadi sadari dan renungkanlah.
Jika belum selesai bab hidup kita tidak menutup kemungkinan kita akan terlahir lagi dengan kehidupan yang baru.
Selesaiaknlah semua saat ini juga.
Reinkernasi akan terus terjadi.
Tapi dalam islam, yakni bagi siapa saja yang mengenal Tuhan dan bisa menyelesaikan misi atau bab hidupnya pasti akan langsung kembali pada Allah.
Dalam islam tidak ada reinkarnasi.

Keluargaku adalah insfirasiku. Keluargaku adalah Hidupku.
Kadang ada semacam keinginan untuk lari dari keluarga ketika mendapatkan masalah langsung dalam keluarga itu.
Tapi ternyata ini tidak baik. Ini ujian untuk memperkokoh hubungan dan keterikatan dalam keluarga.
Apakah masih ada kasih sayang dan kekompakan.
Saya rasa setiap keluarga pasti pernah mengalami seperti yang kudapati dalam keluargaku juga.

Mana ada keluarga yang tidak cacat atau berjalan mulus- mulus saja, lurus- lurus saja.
Kenapa?
Karena dalam keluarga ada berbagai kepala, karena beda kepala, pasti beda pendapat, beda perasaan dan pengalaman, beda ilmu dan beda pengalaman, beda bab hidup juga.
Tapi kenapa ketemu dalam satu keluarga karena ada misi yang harus diselesaikan, ada sesuatu yang saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain

Your rating: None Average: 3.3 (3 votes)
dikirim caroline 27 minggu 2 hari yang lalu
Tag: